Pantai Dadap Ayam Gunungkidul, Sebuah Pencarian Pantai Tersembunyi

Pantai Dadap Ayam Gunungkidul, Sebuah Pencarian Pantai Tersembunyi
5 (100%) 1 vote

Pantai Dadap Ayam merupakan kawasan pantai yang tidak dikenal dan belum terjamah di sekitar kawasan Pantai Ngobaran. Tidak banyak orang yang mengetahui nama dan keberadaan pantai ini meskipun jaraknya cukup dekat dengan Pantai Ngobaran. Sebagian besar orang hanya mengenai kawasan Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan yang berada di sebelah baratnya.

Pantai Dadap Ayam terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. pantai Dadap Ayam merupakan pantai perawan yang belum terjamah dan berada di sebelah timur kawasan Pantai Ngobaran.

Pemandangan Pantai Dadap Ayam

Lokasi Pantai Dadap Ayam berada di sebelah timur Pantai Ngobaran. Perbukitan karang di sisi timur Pantai Ngobaran menjadi pemisah antara Pantai Dadap Ayam dengan Pantai Ngobaran. Pengunjung pantai Dadap Ayam dipersilakan bertanya terlebih dahulu kepada petugas parkir atau warga setempat yang berada di sekitar kawasan Pantai Ngobaran.

Akses jalan menuju Pantai Dadap Ayam berupa jalan setapak melewati ladang pertanian warga. Kendaraan milik pengunjung Pantai Dadap Ayam dipersilakan parkir di kawasan Pantai Ngobaran dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke arah timur. Pada sebuah simpangan jalan setapak, pengunjung dipersilakan mengambil jalan ke arah kanan memilih jalan setapak yang menurun.

Nama Dadap Ayam erat kaitannya dengan nama tumbuhan obat yang banyak ditemukan di pinggir pantai atau muara sungai. Belum diketahui apakah ada hubungannya antara tanaman obat Dadap Ayam dengan keberadaan pantai ini.

Tebing dan Pasir Pantai Dadap Ayam

Jalan setapak menurun tersebut melewati celah rerimbunan pohon pandan laut dan rerimbunan pohon tersebut merupakan gerbang masuk kawasan Pantai Dadap Ayam. Tantangan selanjutnya adalah menuruni bongkahan batu karang yang basah dan licin. Pengunjung harus berhati-hati dalam melangkah dan mencari pijakan yang tidak licin.

Kesan pertama tiba di Pantai Dadap Ayam adalah terasa menemui sebuah kawasan pantai perawan yang belum pernah terjamah. Tidak terlihat jejak langkah kaki pengunjung lain di kawasan pantai ini. Hamparan pasir Pantai Dadap Ayam cukup sempit dan didominasi oleh batu karang di dasar laut (pantai). Kondisi pasir pantai terasa empuk, lembut, dan berwarna putih. Beberapa sampah yang berada di tepi Pantai Dadap Ayam diperkirakan berasal dari laut atau sampah terdampar oleh arus ombak yang keras.

Bukit Sebelah Barat Pantai Dadap Ayam

Tebing karang di kedua sisi mengurung Pantai Dadap Ayam sehingga pantai ini cukup tersembunyi dan banyak yang tidak menduga bahwa tempat tersebut merupakan kawasan pantai. Area yang menjorok ke lautan luas berupa karang yang ditumbuhi oleh ganggang laut dan rumput laut. Ketika surut, banyak ikan-ikan kecil yang terjebak diantara celah karang. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan yang ada di dekatnya.

Saat ombak pasang, dasar karang Pantai Dadap Ayam yang dipenuhi ganggang dan rumput laut tertutup oleh derasnya ombak. Cukup berbahaya karena ombak di pantai ini cukup deras dan deburan ombak sampai ke tebing karang samping area pasir pantai. Saat pasang tinggi, kawasan Pantai Dadap Ayam tertutup oleh air laut yang pasang dan tidak terlihat lagi area karang dan pasir pantai.

Annosmile Di Pantai Dadap Ayam

Pantai Dadap Ayam masih dikatergorikan sebagai pantai perawan yang belum mengalami pembangunan fasilitas umum. Keberadaannya cukup menarik bagia sebagian orang yang suka menjelajah alam dan bosan dengan suasana Pantai Pantai Ngobaran. Sebagai pantai yang berukuran kecil dan masih perawan, diharapkan para pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan membawa sampah kembali ke area parkir di Pantai Ngobaran karena tidak ada tempat sampah. Hal yang perlu diperhatikan adalah kesadaran untuk tidak mandi di pantai atau laut karena ombak besar bisa datang tiba-tiba dan cukup berbahaya. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fajar:

    kademen yo boss.. wkk.wkk.. mampir lek baline..

Kirim pendapat