Napak Tilas Lokasi Pabrik Gula Pundong

Napak Tilas Lokasi Pabrik Gula Pundong
2 (40%) 1 vote

Nama Pabrik Gula Pundong sepertinya hanya masuk dalam daftar pabrik gula yang pernah berdiri di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada zaman penjajahan Belanda. Tidak banyak informasi sejarah ataupun keberadaan pabrik gula ini. Padahal keberadaannya cukup vital karena mencakup kawasan perkebunan tebu di wilayah dekat Pantai parangtritis dan menjadi ujung dari lalu lintas perkeretaapian yakni jalur kereta api Ngabean (Yk) – Pundong (Bantul).

Sejak zaman kolonial Belanda, kawasan Pundong menjadi kawasan pertanian dan perkebunan. Akhir abad ke 18, Pabrik Gula Pundong dibangun dengan beberapa fasilitas pendukung seperti jalur rel kereta api, terminal, dan stasiun. Sebagai ujung jalur kereta api rute Ngabean-Pundong, kawasan ini cukup vital untuk mendistribusikan produksi gula dan pertanian di wilayah ini. Kebangkrutan melanda Pabrik Gula Pundong pada awal abad 19 dan segala operasional dihentikan.

Bekas Simpangan Rel Kereta Api Di Pundong

Informasi yang saya temui saat browsing di internet tidak banyak, hanya menemukan data bahwa pabrik gula Pundong berlokasi tidak jauh dari pasar Pundong tanpa ditemukan sejarah berdirinya pabrik tersebut. Sisa-sisa bangunan atau bukti bahwa di daerah Pundong terdapat pabrik gula pun sepertinya tidak ditemukan. Sejak terjadi bencana gempa tahun 2006, kawasan Pundong termasuk kawasan yang mengalami rusak parah dan kecil kemungkinan masih ditemukan jejak-jejak sisa bangunan pabrik gula.

Rasa penasaran membuat saya bergegas menuju ke lokasi yang diperkirakan merupakan bekas pabrik gula Pundong. Setelah stasiun pengisian bahan bakar umum (spbu) terakhir terlewat, saya membelokkan sepeda motor saya ke arah kiri menuju ke ibukota kecamatan Pundong. Jalan aspal yang saya lalui sepertinya merupakan bekas dari jalur rel kereta api jaman Belanda. hal ini dapat dilihat dari ketinggian jalan, lebar jalan, dan beberapa saluran air tua yang masih tersisa di tepi jalan.

Sisa-sisa bangunan disekitar Pabrik Gula Pundong sepertinya tidak ditemukan lagi. Seperti Rumah berarsitektur Belanda di kawasan pinggir pabrik gula (sekarang SMA N 1 Pundong), perkantoran Belanda di kawasan perempatan pundong (sekarang KUD Tani Rejo) dan timur Pasar Pundong yang berupa gudang garam (Sekarang menjadi rumah pribadi). Zaman Jepang pun turut andil dalam mencopoti rel kereta api dan dipindah ke Thailand.

Bangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Penyandang Cacat Pundong Bantul

Hingga pada sebuah persimpangan jalan, ada sebuah tugu yang memberikan tanda bahwa persimpangan tersebut dahulu juga digunakan sebagai persimpangan rel kereta api. Meskipun tidak ditemukan bukti-bukti atau potongan rel, dari bentuk jalan masih terlihat jelas adalah jalur rel bila kita cermat. Rel menuju pabrik gula Pundong berakhir di kawasan belakang gedung Pusat Rehabilitas terpadu Penyandang Cacat.

Saat tiba di Pusat Rehabilitas terpadu Penyandang Cacat di Pundong, memang benar bangunan ini berada di atas tanah bekas pabrik gula Pundong. Pembangunan pusat rehabilitasi pada tahun 2008 ini tidak menyisakan apapun dari bekas pabrik gula. Saluran irigasi dari dan menuju pabrik gula masih terlihat di sekeliling pusat rehabilitasi tersebut dan beberapa saluran telah mengalami perbaikan. Rumah-rumah Belanda yang ada telah berubah menjadi SMA N 1 Pundong dengan bangunan modern tanpa menyisakan bangunan lama. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat