Pasar Pleret, Dulunya Dibangun Pabrik Gula Kedaton Pleret

Pasar Pleret, Dulunya Dibangun Pabrik Gula Kedaton Pleret
2.5 (50%) 2 votes

Tidak banyak yang menyangka bahwa kawasan sekitar Pasar Pleret dahulu merupakan kompleks Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret milik Pemerintah Belanda. Sisa-sisa bangunan dan peninggalan Pabrik Gula Kedaton Pleret saat ini sudah tidak ditemukan lagi karena penghancuran bangunan pabrik saat Agresi Militer pada tahun 1949 dan perkembangan zaman.

Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret merupakan salah satu pabrik gula yang dibangun pemerintah Belanda menjelang era tahun 1900an hampir bersamaan dengan puluhan pabrik gula lain yang dibangun pemerintah Belanda di pulau Jawa.

Foto Pabrik Gula Kedaton By KITLV

Meskipun saat ini sisa-sisa keberadaan Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret tidak ditemukan lagi, kita masih dapat memperkirakan letak dibangunnya pabrik gula tersebut. Kembali menggunakan informasi dari peta kuno peninggalan Pemerintah Belanda yang saat ini masih bisa diakses secara online, kami mencoba menelusuri letak keberadaan pabrik gula tersebut.

Dari peta disebutkan bahwa letak Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret berada di sekitar Pasar Pleret dan dilewati oleh jalur kereta api Rute Ngabean-Kotagede-Pleret-Pundong milik NIS (Belanda). Keberadaan jalur kereta api milik NIS saat ini telah hilang tidak berbekas karena potongan rel telah dicabut dan diangkut oleh Jepang saat menjajah di Indonesia. Namun kita masih dapat memperkirakan posisi rel kereta api karena gundukan tanah bekas dasar rel kereta api masih ditemukan diantara rerimbunan kebun milik salah seorang warga.

Dahulu Diperkirakan Sebagai Lokasi Bangunan PG Kedaton Pleret

Saat tiba di sekitar Pasar Pleret, kami langsung mencari posisi Pabrik Gula (PG) Pleret. Pertama-tama kami mencoba mencari sebuah parit berukuran besar dan terlihat tua yang berada di sekitar area pasar. Keberadaan parit tua ini diperkirakan merupakan bagian pabrik gula yang tersisa dan dahulu digunakan untuk mensuplai kebutuhan air untuk pabrik dan sebagai saluran pembuangan air limbah. Kami menemukan sebuah saluran air di sisi barat Pasar Pleret. Kami memperkirakan ini merupakan saluran yang digunakan oleh Pabrik Gula Kedaton Pleret. Saat diamati tidak terlihat prasasti yang menunjukkan tahun pembuatan saluran air. Kondisinya sudah cukup tua, berlumut, dan mengalami kerusakan di berbagai bagian meskipun saat ini berfungsi menjadi saluran pembuangan air limbah rumah tangga dan air hujan.

Di sebelah barat saluran air terdapat usaha pemotongan kayu hingga pertigaan jalan. Lokasi pemotongan kayu tersebut diperkirakan pada zaman dahulu merupakan bagian dari bangunan Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret. Pendapat ini diperkuat dengan posisi depan bangunan PG Kedaton Pleret yang menghadap ke arah barat dan biasanya posisi saluran air berada di sisi sebelah belakang.

Bangunan Depan Pasar Pleret

Keberadaan pohon beringin di tengah persimpangan jalan juga memberikan bukti bahwa persimpangan jalan tersebut merupakan jalur rel kereta kecil atau lori yang berlalu lalang membawa tebu menuju ke pabrik gula. Bentuk jalan yang menuju persimpangan jalan tersebut terlihat lebih rapi dengan tikungan jalan yang tidak tajam.

Sedikit informasi yang kami ketahui, pembangunan Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret memiliki banyak kepentingan politik. Salah satunya adalah lokasi PG Kedaton Pleret berada di area bekas pemerintahan Kraton Mataram Islam (Pleret) yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian para pemberontak. Sehingga untuk mematai-matai kondisi bekas pemerintahan Kraton Mataram Islam (Pleret), Pemerintah Belanda membangun jalur rel kereta api dan pabrik gula di area bekas pemerintahan kraton tersebut. Sebagian batu bata yang digunakan untuk membangun bangunan pabrik gula berasal dari batu bata benteng kraton. Keberadaan jalur rel kereta api milik NISyang lokasinya tidak jauh dari Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret merupakan jalur kereta api rute Ngabean-Kotagede-Pleret-Pundong Pabrik Gula (PG) Kedaton Pleret. Diperkirakan terdapat jalur kereta khusus yang mengarah ke pabrik gula untuk distribusi hasil produksi. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Yos Beda:

    wogh.. bener2 seorang traveler sejati (y)

Kirim pendapat