19 Pabrik Gula Yang Pernah Ada Di Yogyakarta

Pabrik Gula yang berdiri di sekitar wilayah Yogyakarta/Jogja antara lain:

  1. Pabrik Gula (P.G.) Randugunting (Suikerfabriek (Sf.) Randoegoenting)
  2. Pabrik Gula (P.G.) Tanjungtirto (Sf. Tanjoeng / Sf. Kalasan / Sf. Tandjoeng Tirto). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi gudang tembakau
  3. Pabrik Gula (P.G.) Wonocatur (Sf. Wonotjatoer). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi Museum Dirgantara
  4. Pabrik Gula (P.G.) Kedaton Pleret (Sf. Kedaton Pleret). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi lapangan
  5. Pabrik Gula (P.G.) Jebugan / P.G. Bantul (Sf. Bantoel);
  6. P.G. Barongan (Sf.Barongan). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi kebun
  7. P.G. Pundong (Sf. Poendoeng). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi rumah sakit
  8. P.G. Padokan (Sf. Padokan) atau Pabrik Gula Madukismo. Pabrik gula Madukismo masih aktof hingga saat ini.
  9. P.G. Gondanglipuro / P.G. Ganjuran (Sf. Gondanglipoero). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi bagian gereja Ganjuran
  10. P.G. Gesikan (Sf. Gesikan). Pabrik gula ini hanya bersisa pondasi
  11. P.G. Demakidjo (Sf. Demakidjo);
  12. P.G. Cebongan (Sf. Cebongan). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi gudag beras
  13. P.G. Beran (Sf. Beran). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi Kompleks Pemkab Sleman
  14. P.G. Medari (Sf. Medari). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi Pabrik Tekstil
  15. P.G. Rewulu (Sf. Rewoeloe);
  16. P.G. Klaci (Sf. Klatji). Pabrik gula ini telah beralihfungsi menjadi SMK 1 GODEAN
  17. P.G. Sendangpitu (Sf. Sendangpitoe);
  18. P.G. Sedayu (Sf. Sedajoe)
  19. P.G. Sewugalur (Sf. Sewoegaloer). Pabrik gula ini hanya tersisa bekas cerobong
Baca Juga  Yamie Panda, Lengkapnya Varisasi Menu Yamie Bergaya Oriental

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Alris:

    Zaman Belanda saja mereka bikin banyak pabrik gula, padahal penduduk sedikit waktu itu. Lha, zaman saiki ternyata pemerintah lebih suka beli dari luar negeri.

Kirim pendapat