Omah Tani, Rumah Pergerakan Buruh Tani Di Batang

Omah Tani Batang merupakan rumah atau tempat pergerakan petani buruh khususnya dalam lingkup kabupaten Batang. Namun tempat ini selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung atau yang akan menggunakannya untuk kegiatan yang bernilai positif. Rumah ini dimiliki oleh Handoko Wibowo yang disebut sebagai Guru Demokrasi Petani Batang dan Tokoh Pergerakan Petani Buruh Batang.

Omah Tani beralamat di dukuh Cepoko, desa Tumbrep, kecamatan Bandar, kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Papan Nama Omah Tani Bandar Batang

Lokasi Omah Tani berada di tepi Jalan Raya Bandar-Reban kabupaten Batang. Jarak dari pusat ibukota kabupaten Batang sejauh kurang lebih 20 kilometer. Dari Pasar Bandar ikuti jalan naik menuju ke arah Reban atau jalur menuju Dataran Tinggi Dieng dari kabupaten Batang. Dari pertigaan yang ada papan nama Pondok Pesantren Azzaka, pilihlah jalan lurus atau jalan sebelah kanan yang menanjak. Ikuti jalan aspal yang menanjak tersebut sejauh beberapa kilometer. Posisi Omah Tani berada di sebelah kiri jalan dan telah terpasang papan nama di tepi jalan. Bila masih bingung, tanyalah kepada orang-orang yang ada di sekitar dan mereka cukup ramah untuk menunjukkan arah menuju Omah Tani.

Lorong Jalan Omah Tani Bandar Batang

Omah Tani Batang menempati lahan seluas delapan hektar yang ditanami tanaman cengkeh. Dari gapura masuk, pengunjung harus menyusuri lorong jalan untuk sampai tiba di area bangunan atau rumah tersebut. Lorong jalan tersebut cukup sempit dan hanya muat satu kendaraan roda empat saja. Bila bersimpangan, salah satu harus mengalah dan berjalan mundur terlebih dahulu untuk memberikan jalan kepada kendaraan yang satunya. Untung saja lorong jalan tersebut merupakan jalan pribadi sehingga jarang terjadi simpangan antar kendaraan.

Baca Juga  Pantai Nglojok Wonogiri, Pantai Tebing Yang Masih Alami

Bangunan utama Omah Tani merupakan bangunan berarsitektur Belanda yang diperkirakan dibangun pada tahun 1915. Pada zaman awal pembangunannya, rumah tersebut digunakan sebagai rumah tempat tinggal warga Belanda. Bangunan tersebut terdiri dari kolam kecil, teras depan, tiga kamar utama, ruang keluarga, serta ruang belakang termasuk dapur dan kamar mandi. Selanjutnya rumah beserta perkebunannya tersebut dibeli oleh orang tua Handoko Wibowo kemudian diwariskan kepadanya. Bangunan berarsitektur Belanda masih dipertahankan dan dijaga keasliannya. Hanya saja disekitarnya telah dibangun bangun baru untuk melengkapi fasilitas dan kebutuhan Omah Tani.

Bangunan Belanda Di Omah Tani Bandar Batang

Jiwa seni pemilik Omah Tani cukup tinggi, bangunan berarsitektur Belanda itu diperindah dengan ornamen-ornamen unik. Sebut saja bangunan kentongan bergaya China di sisi kanan bangunan rumah dan bangunan patung malaikat bersayap di sisi kiri. Sebuah batu berbentuk yoni diletakkan disamping kolam yang ada di depan bangunan. Konon batu tersebut ditemukan di daerah kecamatan Blado yang letaknya tidak jauh dari rumah tersebut. Lantai bangunan baru pun tidak kalah unik dimana tersusun dari pecahan keramik yang disusun membentuk bermacam-macam pola. Beragam koleksi benda-benda tua juga ditemukan di tempat ini seperti cermin untuk berhias, ukiran kayu, aneka jenis mesin jahit tua, koper-koper tua, tempat penyimpanan dari kaca, dan masih banyak lagi. Koleksi benda-benda tua tersebut dikumpulkan dari beberapa tempat dalam kurun waktu yang lama karena diantaranya cukup langka.

Fasilitas Omah Tani ditambah dengan beberapa bangunan baru yang mengelilingi bangunan lama. Sebut saja pendopo yang dapat digunakan sebagai tempat pertemuan atau tempat berdiskusi, area parkir yang mampu menampung hingga belasan kendaraan beroda empat, mushola untuk beribadah umat Islam, beberapa kamar mandi tambahan, taman untuk memperindah bangunan, dan dapur baru yang lebih luas berserta ruang makan. Kedepannya akan dibangun lagi area khusus untuk berkemah (camping), area outbound, hingga rumah pohon atau gardu pohon di sekitar perkebunan cengkeh milik Omah Tani.

Baca Juga  Kampung Flory Sleman, Alternatif Agrowisata Berbasis Edukasi

Koleksi Cermin Tua Di Omah Tani Bandar Batang

Pergerakan Omah Tani dalam membela para petani dimulai sejak tahun 1998 hingga sekarang ini. Handoko Wibowo selaku pemilik Omah Tani merupakan salah satu tokoh yang membela para petani buruh dari ketidakadilan. Beliau membantu para petani dalam menyelesaikan kasus yang berhubungan dengan tanah pertanian yang dimiliki oleh para petani. Pada zaman orde Baru banyak lahan pertanian milik petani yang direbut haknya dan menjadi konflik antar pemilik. Hingga saat ini sudah banyak kasus yang dimenangkan oleh Omah Tani meskipun ada beberapa kasus yang belum terselesaikan.

Hiasan Halaman Omah Tani Bandar Batang

Selain sebagai tempat pergerakan petani buruh, Omah Tani Batang saat ini mulai dilirik sebagai lokasi foto. Fotografer dari Batang dan sekitarnya menggunakan tempat ini sebagai lokasi foto model, foto prewedding hingga foto grup. Saat ini pemilik Omah Tani tidak meminta bayaran atau menggratiskan kepada mereka untuk menggunakan tempat ini. Hanya saja pemilik rumah berharap mereka yang akan menggunakan Omah Tani sebagai lokasi foto sebaiknya meminta izin dahulu kepada pemilik rumah dan tetap menjaga kebersihan. Walaupun status Omah Tani merupakan tempat yang terbuka bagi siapa saja namun masih merupakan milik pribadi. Sehingga setiap orang yang mengunjunginya harus memiliki sopan santun seperti ketika seseorang bertamu ke rumah orang. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Omah Tani
Dukuh Cepoko, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah

Kirim pendapat