Nyruput Teh Pokil (Blontea)

Nyruput Teh Pokil (Blontea)
Rate this post

Teh Pokil, nama yang aneh dan terdengar samar-samar bila ada orang menyebut merk teh ini. Teh ini memang baru diluncurkan beberapa bulan yang lalu oleh seorang kawan yang bernama Blontank Poer dimana teh ini diramu dari hasil racikannya. Namun anda yang penikmat teh pasti akan terkaget-kaget bila meminumnya, rasanya unik dan nikmat berbeda dengan teh kebanyakan.

Saat ini, ikon teh di Indonesia sendiri kalah bersaing dengan ikon kopi. Padahal bila ditilik dari sejarah perkembangan teh dengan kopi di Indonesia, tanaman teh sendiri lebih dahulu masuk ke Indonesia di tahun 1684 pada awal penjajahan Hindia Belanda dan tanaman kopi baru masuk di awal abad ke 18.

Saya mencoba sendiri teh racikan Blontank Poer a.k.a teh pokil langsung dari si pembuat sendiri ketika saya berkunjung di sekretariat komunitas Blogger Bengawan di Rumah Blogger Indonesia (RBI). Beliau menyajikan secangkir teh dan gula secara terpisah supaya setiap orang yang meminumnya mengerti tingkatan manis minuman teh yang diinginkannya, karena selera masing-masing penikmat teh berbeda layaknya penikmat kopi.

Nama Pokil sendiri dalam bahasa jawa artinya akal-akalan. Menurut Blontank Poer sendiri, teh ini diracik dari beberapa merk teh yang menghasilkan cita rasa baru. Konon Teh Pokil merupakan oplosan dari merk teh produksi Slawi, Pekalongan, Pagilaran, dan Wonosobo.

Teh pokil terlihat pekat di sebuah cangkir, warna khas teh coklat tua mirip dengan teh poci yang pernah saya nikmati di alun-alun Brebes. Baunya biasa, mirip dengan teh komersial yang dijual di beberapa supermarket dan warung. Saya menaburkan sedikit gula kedalam cangkir teh, jujur saya memang tidak suka minuman yang terlalu manis.

Pertama kali meneguk teh pokil, rasanya begitu pekat dan kental, dan kesimpulan saya pertama memang teh ini memang cocok digunakan untuk bersantai dan cara meminumnya sedikit demi demi sedikit kayak kopi klasik yang biasa dijual di kedai-kedai kopi. Berbeda dengan teh komersial atau teh seduhan yang dijual di warung-warung yang satu gelas besar bisa dihabiskan dalam sekejap mata.

Rasa pahit khas teh kental masih terasa ketika meneguk teh pokil ini. Rasa ini memang jarang saya temui selama membeli minuman di warung-warung ataupun restoran yang menyediakan minuman teh.

Teh Pokil ini masih dibungkus dengan plastik yang sederhana dan hanya diberi logo Blontea tanpa ada keterangan lain. Saat ini blontea sudah dapat ditemukan di restoran Kopi Tiam Oey yang dikelola oleh Pak Bondan. Menurut Blontank Poer, teh pokil sementara ini ditujukan bagi kalangan menengah keatas walaupun kalangan kebawah juga tidak dilarang untuk mencobanya. Bila anda mencari informasi lebih lanjut, silakan buka twitter dan cari hastag ‘tehpokil’

Saya berharap kedepannya Teh Pokil bisa dibikin kedai teh layaknya kedai kopi yang sudah banyak terdapat di berbagai kota di Indonesia dan perbaikan kemasan pada Blontea sehingga konsumen bisa menikmati teh layaknya yang diharapkan oleh sang peracik itu sendiri.

Sampai saat ini saya belum mendapat jawaban yang pas mengenai cara menyeduh secangkir Blontea yang pas? Berapa sendok serbuk teh yang diperlukan untuk mendapatkan secangkir teh yang rasanya sama dengan secangkir teh yang dihidangkan oleh Blontank Poer sendiri.

Ada 21 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mawi wijna:

    wah, baru tahu Pakdhe Blontank sekarang merambah bisnis teh :)

  2. Frenavit:

    Jadi semakin penasaran nih sama Teh Pokilnya kang Blontang ini.. hehe

  3. marsudiyanto:

    Makanya kok belum beredar di Kendal ya.
    Lha wong diracik di Solo…
    Ngomong2 harganya berapa Mas?

    • admin:

      silakan mention beliau di twitter untuk lebih jelasnya mengenai harganya
      saya cuma diberi sampel saja :-)

  4. diah:

    sepertinya tehnya mantaaapp.tapi aku baru tahu ini,diMalang sudah beredar belum mas

  5. mila:

    aku kog sering denger blontank poer ya? orang terkenal ya?

  6. PRofijo:

    Di kostku masih ada separo! Oleh2 kang blontank ketika berkunjung ke pekanbaru…:)

  7. aming:

    I love to drink tea….
    tapi nama teh nya baru denger gan…

  8. ciwir:

    teh pokil racikan mpu pokil asal Sala memang maknyuuss….

  9. attayaya mading:

    emaaaaaaaaaaaang maknyuuuusss
    nyruput lagi aaah sambil bewe

  10. jarwadi:

    hehehe, sebagai penikmat teh, aku pengin nyobain, tapi ngga tahu dimana beli teh ini hiks, beliin mas, entar duitnya tak ganti

  11. suwung:

    alhamdulillah dulu pas ndengerin pas terciptanya teh pokil

  12. amirul:

    kata Pak Bondan ini mesti top markotop, maknyus… sayangnya di jepara belum ada

  13. condrokartiko.net:

    wah, jadi kepengin nyobain nih….
    :)

  14. Bang Aswi:

    Ya, kedai teh itu sepertinya belum ada di Indonesia. Kedai kopi sudah menjamur tapi kedai teh belum ada. Mungkin bisa dimulai mengingat teh adalah produk andalan Asia dan Indonesia tentunya … ^_^

  15. azizhadi:

    Eh, Blontea dijual dimana saja ya ? mau ikut bantuin supaya makin rame nih Blontea.. hehe..

  16. Zippy:

    Saya baru denger nama tehnya :D
    Selama ini yang eksis sih teh Poci :D
    Eh..teh Cap Poci maksudnya :D

  17. Bambosi:

    wah asik nih nyruput teh :)

  18. nurrahman:

    wew, pak blontank wes nggawe franchise durung ya?hehehe

  19. ario saja:

    sruputt hmm seger

  20. Jauhari:

    Jawara tenan

Kirim pendapat