Nonton Kereta Api Lewat di Bawah Jembatan Layang Lempuyangan

Nonton Kereta Api Lewat di Bawah Jembatan Layang Lempuyangan
Rate this post

Bila cuaca cerah, hampir setiap sore hari di sisi timur stasiun Lempuyangan atau tepatnya dibagian barat perlintasan kereta api di bawah jembatan layang lempuyangan ramai dikunjungi orang. Sebagian besar orang yang mengunjungi tempat ini merupakan orang tua yang mengajak anaknya menonton kereta api. Keramaian ini terlihat mulai pukul 4 sore hingga menjelang maghrib atau sekitar pukul 6 malam.

Lokasi tempat para orang tua menghibur anaknya di bawah jembatan layang Lempuyangan juga sering disebut Badug Presiden. Nama Badug Presiden berarti lokasi yang disediakan khusus untuk mengangkut dan menurunkan mobil kepresidenan ketika presiden Republik Indonesia sedang ada keperluan di sekitar Yogyakarta.

Semakin hari, kondisi area bawah jembatan layang Lempuyangan ini semakin ramai. Banyak para pedagang yang memanfaatkannya dengan membuka dagangan di area tersebut. Pedagangan makanan yang menggunakan gerobak seperti bakso, soto ayam, mie ayam, bakwan malang, dan sebagainya sering terlihat membuka dagangan di tempat tersebut. Tidak ketinggalan pula warung angkringan yang menjadi idola kaum pria juga turut membuka dagangan di area bawah jembatan layang. Kadang hiburan odong-odong yang menggunakan sistem kayuh juga mampir di tempat tersebut.

Ketika lokasi Badug Presiden tidak mampu menampung jumlah pengunjung, pedagang, dan kendaraan roda dua yang terparkir. Para pengunjung yang didominasi orang tua dan anak sering berpindah ke jalur rel kereta yang digunakan untuk memarkir gerbong. Mereka sepertinya nyaman momong anak diatas rel dan duduk diatasnya meskipun rel tersebut bukan merupakan jalur lintasan kereta api.

Sebetulnya duduk dan bermain diatas rel itu merupakan aktivitas yang berbahaya. Karena bisa saja ketika mereka lalai, mereka bisa terjepit kereta atau secara tidak sadar berjalan di atas rel yang menjadi jalur lintasan kereta api. Selain itu larangan┬áPT Kereta Api (KA) Persero tidak mendapat perhatian dari pengunjung lokasi tersebut. Papan berwarna putih yang tertulis peringatan “Selain Petugas Dilarang Masuk Area Emplasemen Stasiun Kereta Api” hanya menjadi papan tak bermakna. Meskipun papan larangan itu sesuai Undang-undang 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian BAB XV.Ps.181 dan XVII Pasal 199 dengan ancaman Pidana 3 bulan penjara atau denda Rp 15 juta bagi yang masuk ke wilayah larangan.

Entah mengapa hal ini sudah lama dibiarkan begitu saja dan kurang tegasnya PT Kereta Api atau merupakan kenekatan pengunjung karena minimnya lokasi publik (public area) di kota Yogyakarta. Hal ini diperparah dengan sampah-sampah berserakan yang dibuang oleh para pengunjung yang kurang sadar akan kebersihan lingkungan. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Muh Nahdhi Ahsan:

    Mbayangke suk nek wis duwe anak ngemong anakan nang ngisor jembatan lempuyangan utawa nang cedak AAU nonton pesawat. *hahaha mbojo wae durung*

  2. Ilmu Kimia:

    ini mah deket kosku.
    jogja memang isimewa.

    salam.

  3. airyz:

    bener, bahaya itu kalo maen2 deket rel. :|

Kirim pendapat