Ngayogjazz 2013, Perpaduan Musik Jazz, Budaya Pedesaan, dan Tradisi Hujan

Rate this post

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Ngayogjazz 2013 ini diselenggarakan disebuah kawasan pedesaan sekitar Yogyakarta. Desa yang beruntung menjadi perhelatan Ngayogjazz 2013 adalah Desa Wisata Sidoakur yang terletak di sebelah barat Yogyakarta tepatnya di daerah kecamatan Godean. Lokasinya diklaim lebih dekat dari kota Yogyakarta daripada lokasi Ngayogjazz tahun lalu.

Ngayogjazz 2013 diselenggarakan dengan tema “Rukun Agawe NgejAzz”.¬†¬†Tema tersebut dilatar belakangi oleh perkembangan musik jazz yang sudah sedemikian pesat di tanah air sehingga menimbulkan juga keberagaman kreatifitas mereka. Keberadaan Ngayogjazz mengajak mereka untuk bersama-sama menuju keharmonisan seperti sebuah orchestra yang meskipun tiap alat musik mengeluarkan bunyi yang berbeda tetapi jika dimainkan bersama dengan harmonis akan menjadi indah dan menimbulkan suasana yang menyenangkan dan menentramkan.

Pintu Masuk Desa Wisata Sidoakur

Sama seperti Ngayogjazz 2012, Ngayogjazz tahun ini diselenggarakan mulai siang hari. Hal ini merupakan konsistensi penyelenggara dalam usaha penyelenggarakan perhelatan musik jazz sehari penuh. Persiapan demi persiapan yang dilakukan antara penyelenggara acara dari panitia dan seluruh warga Desa Wisata Sidoakur telah dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu. Mereka bekerja penuh agar event Ngayogjazz 2013 lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Saat perjalanan menuju lokasi Ngayogjazz 2013, banyak ditemukan spanduk acara termasuk sponsor disepanjang jalan dari Yogyakarta ke arah barat. Selain spanduk juga ditemukan sebuah peta kecil yang menunjukkan lokasi Ngayogjazz 2013 untuk memudahkan pengunjung dari luar kota agar tidak tersesat. Di tepi jalan menuju pintu masuk Desa Wisata Sidoakur tempat acara Ngayogjazz berlangsung para panitia telah bersiap mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengunjung untuk menuju ke area parkir.

Desa Wisata Sidoakur terletak di dusun Jetak II, desa Sidokarto, kecamatan Godean, kabupaten Sleman. Desa wisata ini memiliki daya tarik utama berupa budaya khas kawasan Yogyakarta bagian barat dan suasana lingkungan pedesaan yang masih asri dan bersih.

Hiasan Ngayogjazz 2013

Penataan area parkir cukup rapi dan dijaga secara penuh oleh pantia agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Masalah kecil seperti parkir mobil plat luar kota yang sembarangan menjadi catatan untuk penyelenggaraan selanjutnya agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Panggung Sayuk Rukun menjadi panggung utama dan tempat pembukaan acara Ngayogjazz 2013 telah dipenuhi penonton daripada panggung-panggung yang lain.

Baca Juga  Mie Ayam Goreng Bang Nono Yogyakarta

Acara Ngayogjazz 2013 dibuka dengan parodi Arya Penangsang yang dikawal oleh gerombolan prajuritnya. Kesan budaya di acara Ngayogjazz tahun ini terasa lebih kental daripada tahun lalu dan sepertinya disengaja agar lebih memunculkan kekhasan perhelatan Ngayogjazz ketimbang perhelatan acara musik jazz yang lain. Setelah acara dibuka, pertunjukkan jazz di seluruh panggung dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan. Tidak ketinggalan pula stan makanan dan minuman yang dibuka oleh warga sekitar cukup menarik untuk dicicipi sambil mendengarkan musik jazz.

Panggung Pertunjukkan Jazz

Lorong jalan yang menghubungkan antara panggung satu dengan panggung yang lain dihias secara sederhana dan apik sesuai dengan daya tarik Desa Wisata Sidoakur ini. Sepertinya masyarakat desa cukup antusias dengan perhelatan ini untuk mengangkat citra Desa Wisata Sidoakur agar dikenal dan mampu bersaing dengan desa-desa wisata lain di sekitar Yogyakarta. Beberapa kumpulan foto acara Ngayogjazz tahun lalu dipajang di tepi jalan untuk menunjukkan eksistensi gelaran acara ini.

Hujan pun menjadi tradisi unik dalam perhelatan Ngayogjazz ini karena bukan Ngayogjazz kalau dalam penyelenggaraan tidak diwarnai dengan hujan.Beberapa saat setelah pembukaan Ngayogjazz 2013, gerimis perlahan-lahan muncul hingga hujan intensitas sedang. Panitia sengaja tidak menggunakan pawang hujan untuk menahan hujan dan membiarkannya untuk menjadikan hujan sebagai salah satu daya tarik acara. Untung saja menjelang malam hari hujan telah berhenti dan banyka penonton yang datang setelah hujan reda.

Baca Juga  Tio Ciu Bang Sinyo, Kuliner Chinese Food Di Gejayan Yogyakarta

Panggung Budaya Desa Sidoakur

Yang menarik dari penyelenggaraan Ngayogjazz 2013 adalah ada sebuah panggung yang sebagian besar isi acaranya adalah pertunjukkan seni dan budaya dari Desa Wisata Sidoakur. Beberapa kesenian kasidahan dan macapatan khas desa Sidoakur mengisi panggung ini sambil diselingi oleh pertunjukkan musik jazz. Selain itu di sela-sela pertunjukkan jazz malam hari terdapat pawai budaya yang diselenggarakan oleh para pemuda Desa Wisata Sidoakur mengelilingi dari panggung ke panggung Ngayogjazz. Atmosfer acara Ngayogjazz pun tampak semarak dan unik berpadu dari musik jazz, budaya, dan tradisi lokal.

Hingga acara selesai digelar, para penonton masih memenuhi seluruh panggung yang ada di kawasan Desa Wisata Sidoakur. Acara berlangsung lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Beberapa keluhan kecil oleh sebagian penonton mengenai tidak adanya tempat sampah dan titil kamar mandi umum diharapkan menjadi perhatian dalam penyenggaraan Ngayogjazz di tahun mendatang. Acara Ngayogjazz yang memadukan konsep alam, budaya, dan masyarakat terbilang sukses dan akan terus diselenggarakan setiap tahunnya. Keterlibatan masyarakat dalam perhelatan acara ini akan terus dipertahankan dan menjalin hubungan yang baik antar semua lapisan masyarakat. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat