Nasib Candi Bulu (Situs Kaliworo A)

Nasib Candi Bulu (Situs Kaliworo A)
Rate this post

Situs Kaliworo A lepas dari media yang memberitakan Situs Kaliworo B yang keberadaannya terancam akibat banjir lahar dingin yang melewati aliran Kali Woro yang lokasinya beberapa puluh meter disebelah timurnya.

Situs Kaliworo A (Candi Bulurejo) terletak di dusun Bulurejo, desa Sukorini, kecamatan Manisrenggo, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dari Situs Kaliworo B, saya memacu kendaraan kearah timur melewati daerah aliran Kali Woro dimana bagian ujungnya terdapat jembatan sesek yang hanya dapat dilewati kendaraan roda dua. Kemudian melewati jalanan berpasir dan melewati jalan setapak yang mengarah ke area kebun penduduk karena lokasi Candi Bulurejo ini terletak ditengah-tengah kebun bambu.

Saya sempat kebingungan mengenai keberadaan Candi Bulurejo ini karena tidak ditemukan papan nama candi yang bernama Situs Kaliworo A ini. Akhirnya saya tertolong dengan petunjuk seorang petani yang berangkat bertani yang lokasinya tidak jauh dari area situs. Kemudian saya dihantarkan menuju area situs dan diberi penjelasan singkat yang dia ketahui mengenai Candi Bulurejo ini.

Menurut penuturan penduduk, Candi Bulurejo dulunya dijaga oleh almarhum mbah Darso. Namun sepeninggal wafatnya, belum ada penduduk yang menjaga kawasan situs itu. Sempat pula diceritakan bahwa dahulu pernah dilakukan eskavasi Situs Candi Kaliworo A oleh sekelompok tim yang beranggotakan Bp3 dan tim peneliti dari Jepang, namun entah suatu masalah batuan yang sebelumnya sudah dikumpulkan kembali berserakan dan sebagian tertimbun lagi di dalam tanah.

Situs Kaliworo A yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Candi Bulurejo (Candi Bulu) ini kondisinya sangat memprihatinkan dibandingkan dengan Situs Kaliworo B. Saya sempat terkejut ketika tiba di area situs, kondisi bangunan candi sudah tidak berbentuk lagi. Potongan batuan candi berserakan di sekitar kebun bambu yang cukup lebat.

Saya tidak tahu apakah Candi Bulurejo ini merupakan candi tunggal atau candi induk yang didampingi oleh candi Perwara. Kondisi potongan batu yang berserakan dan lebatnya semak belukar yang tumbuh diantara pohon bambu cukup menyulitkan dalam mengamati kawasan ini.  Saya menemukan batuan Yoni dengan cerat (pancuran) yang cukup besar di tepi pohon bambu. Sepertinya dengan ukuran sebesar itu, batuan Yoni terletak di dalam bilik candi dan digunakan untuk berbadah.

Ketika berjalan meninggalkan lokasi, saya menemui sebuah antefiq yang polos sepertinya tercecer jauh dari potongan batuan candi. Kondisinya sudah dipenuhi lumut dan tertutup oleh rerimbunan semak belukar.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Edi Psw:

    Kasihan sekali. Harusnya pemda setempat menjaga kelestarian candi ini. Karena bagaimanapun juga ini merupakan benda bersejarah.

  2. Goiq:

    sayang yah tidak terawat…

  3. grosse:

    mengenaskan,, kondisinya terbengkalai

Kirim pendapat

porno izle ücretsiz porno porno izle