Mahalnya Nasi Pecel Depan Pasar Beringharjo

Mahalnya Nasi Pecel Depan Pasar Beringharjo
3.3 (65.71%) 7 votes

Nasi Pecel Pasar Beringharjo merupakan salah satu jenis makanan yang dijajakan pedagang atau bakul di depan gerbang masuk utama Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sajian nasi pecel tersebut sering disebut sebagai pecel bakmi karena menggunakan tambahan bakmi goreng dalam sajian nasi pecel. Beberapa orang yang lain lebih suka menyebutnya sebagai Pecel Senggol karena ketika membeli dan menikmatinya di tempat bersenggolan dengan lalu lalang pengunjung pasar.

Nasi Pecel Pasar Bringharjo

Pengunjung yang ingin mencicipi sajian Pecel Bakmi atau Pecel Senggol langsung menuju ke salah satu penjual nasi pecel di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta. Ada sekitar 10 orang pedagang yang menjual nasi pecel di dekat gerbang pasar ini. Mereka berdagang berhimpit satu sama lain dengan luas area lapak dagangan sekitar 1 x 1 meter saja. Pedagang nasi pecel tersebut menggelar dagangannya secara sederhana dengan menggunakan beberapa baskom yang dilapisi daun pisang untuk menampung bahan penyusun nasi pecel dan beberapa lauk sebagai pendamping dalam menyantap pecel. Kemasan dagangannya terlihat sederhana namun membuat pengunjung tertarik untuk meliriknya bahkan mampir untuk mencicipinya.

Pedagang Nasi Pecel Pasar Beringharjo mempersilakan pengunjung yang memesan nasi pecel duduk di kursi plastik yang disediakan di depan lapak dagangannya. Jumlah kursi plastik yang disediakan hanya beberapadan tentu saja berhimpit satu sama lain. Kadang-kadang pembeli yang duduk tersenggol oleh pengunjung pasar yang melintas karena jalan yang ada didepan lapak penjual nasi pecel merupakan akses jalan di depan pasar. Pembeli nasi pecel bakmi tidak boleh marah karena hal ini sebenarnya mengganggu lalulintas pengunjung yang keluar masuk pasar dan bukan mengganggu pembeli nasi pecel.

Suasana Penjual Makanan Depan Pasar

Penyajian pecel bakmi atau Nasi Pecel Pasar Bringharjo disajikan dengan menggunakan pincuk daun pisang yang terlihat tradisional dan sederhana. Bahan penyusun nasi pecel sebenarnya cukup umum seperti nasi putih dengan bayam, kol, kecambah, wortel, kacang panjang, serta mie tradisional yang dilumuri dengan sambal kacang. Lauknya tinggal mengambil sendiri di beberapa baskom yang berisi lauk. Ada beberapa macam lauk sebagai pendamping nasi pecel seperti sate usus, sate ayam, sate telur puyuh, daging ayam, jerohan ayam, tempe bacem, tahu bacem, dan masih banyak lagi. Cita rasa Nasi Pecel Pasar Beringharjo sebenarnya biasa dan hampir sama seperti pecel pasar atau pecel ndeso lain yang dijual di pasar-pasar tradisional sekitar Yogyakarta. Bila ingin menikmati cita rasa nasi pecel yang unik dan menarik, Jawa Timur adalah pusatnya karena daerah tersebut merupakan daerah asal kuliner tersebut.

Harga yang ditawarkan untuk seporsi Nasi Pecel Bakmi atau Pecel Senggol depan Pasar Beringharjo terhitung mahal untuk ukuran harga nasi pecel di sekitar Yogyakarta. Untuk harga biasa saja harganya bisa mencapai tiga kali lipat dari harga normal. Bahkan ada penjual nasi pecel yang nakal dengan menaikkan harga secara “ngawur” hingga lima kali lipat bahkan sepuluh kali lipat bila pengunjungnya merupakan wisatawan yang berkantong tebal. Belum lagi bila pengunjung mengambil bermacam-macam lauk maka biaya yang dikeluarkan akan semakin membengkak. Akhirnya pengunjung yang “terjebak” harus rela merogok kocek lebih untuk membayar makanan yang mereka makan. Ulah beberapa pedagang yang nakal ini jelas merugikan pengunjung atau konsumen yang membelinya. Bahkan beberapa media baik media cetak dan media online memberitakan saat musim mudik lebaran Idul Fitri dan musim liburan ada pengunjung yang tertipu harga ketika membeli nasi pecel di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta ini. Kasus semacam ini bila dibiarkan akan merusak citra Yogyakarta sebagai kota pariwisata. Wisatawan lokal (nusantara) dan mancanegara diharapkan menanyakan harga terlebih dahulu sebelum membeli atau memesan makanan di sekitar kawasan Malioboro. Alternatif bersantap nasi pecel di sekitar Yogyakarta yang menarik dicicipi antara lain Warung SGPC Bu Wiryo Selokan Mataram, Pecel Pincuk Gumilang, dan Pecel Baywatch Mbah Warno Kasongan. (text/foto: annosmile)

PENGALAMAN

Pada tahun 2010 kami pernah mencoba makan nasi pecel bakmi di salah satu bakul atau penjual pecel depan Pasar Beringharjo. Harga yang dipatok untuk satu porsi nasi pecel bakmi sebesar Rp 20.000,- dan lauk sate usus ayam sebesar Rp 8.000,-. Padahal harga normal di pasar-pasar lain sekitar Yogyakarta hanya sekitar Rp 3.000,- saja atau kurang dari seperenamnya saja.

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mawi wijna:

    nggak mau kalah sama lesehan Malioboro itu, kan masih sama-sama “saudara” jadinya harganya ngikut deh…

  2. Badrun:

    Waktu ke jogja akhir agustus 2013 makan nasi pecel di depan pasar bringharjo perorang habis Rp. 20.000. hanya untuk makan nasi pecel dan satu tusuk sate jeroan ditambah es teh manis

  3. putri kartika:

    Sy kcewa sngat saat 8th yg lalu makan nasi pecel depan pintu masuk pasar bringharjo,berdua aza nasi pecel sm 1gorengan hbisnya 60rb. Wow amazing!!! Skg tiap jln ke jogja,sy lbih memilih makan di resto yg jelas n pasti harganya. Eitss denger2 ada yg udh dlarang berjualan loh itu pdagang pecel(slh 1nya) krn yg makan dsitu hbis 1jt lgsg lapor ke pos polisi n kmudian dtindak lanjuti oleh satpol pp. Akhirnya kgk dksih ijin jualan lg. Mo berkah drmn klo pembeli dbkin kcewa

    • admin:

      Hi putri kartika,
      Terima kasih telah berbagi cerita di blog ini, semoga masalah ini segera terselesaikan agar tidak merusak citra jogja sebagai kota wisata yang ramah bagi wisatawan :-)

Kirim pendapat