Melihat Koleksi Museum Wayang Kota Tua Jakarta

Melihat Koleksi Museum Wayang Kota Tua Jakarta
2 (40%) 3 votes

Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi kawasan wisata alternatif bagi sebagian warga Jakarta yang ingin berwisata disekitar kota. Sebagai kawasan yang banyak peninggalan cagar budaya, Kota Tua Jakarta memberikan daya tarik mulai bangunan tua, museum, kuliner hingga atraksi pertunjukan jalanan. Khususnya museum, ada beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi salah satunya Museum Wayang.

Museum Wayang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat. Bangunan Museum Wayang merupakan bekas gereja tua yang didirikan VOC pada tahun 1640.

Pintu Masuk Museum Wayang Kota Tua Jakarta

Lokasi Museum Wayang berada disebelah Museum Sejarah Jakarta dan menempati bekas bangunan gereja Belanda. Dari kejauhan tampak bangunan Museum Wayang berjajar dan berhimpitan dengan bangunan tua yang lain. Kami pun langsung memasukinya karena penasaran dengan koleksi yang ditampilkan. Setelah membayar tiket masuk, kami langsung berkeliling di dalam Museum Wayang.

Ruangan pertama berisi koleksi wayang golek khas Jawa Barat yang berukuran besar. Wayang ini dipajang di dalam etalase kaca dengan pengaturan lampu yang cukup artistik. Pengunjung Museum Wayang dipersilakan mengambil gambar secara cuma-cuma tanpa harus melakukan perizinan dan membayar tambahan biaya. Tidak heran bila banyak pengunjung memanfaatkan untuk berfoto di depan wayang sambil bergaya.

Bekas halaman gereja tua saat ini menjadi ruangan taman terbuka Museum Wayang. Di dalamnya terdapat taman kecil dengan prasasti-prasasti berjumlah 9 (sembilan) buah. Prasasti tersebut menampilkan nama-nama pejabat Belanda yang pernah dimakamkan di halaman gereja. Diantara prasasti tersebut tertulis nama Jan Pieterszoon Coen, seorang Gubernur Jenderal yang berhasil menguasai kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619 setelah kekuasaan Prabu Jayakarta lumpuh akibat pertentangan dengan Kraton Banten.

Keramaian di Museum Wayang Kota Tua Jakarta

Memasuki sebuah taman kecil, didepannya terdapat prasasti-prasasti dinama berisi nama-nama pejabat Belanda yang dimakamkan di halaman gereja tersebut. Perjalanan selanjutnya memasuki ruangan yang berisi koleksiwayang bonek Si Unyil dan wayang kartun yang lain. Di sudut ruangan berbaris wayang golek yang biasa digunakan untuk pertunjukkan.

Beberapa monitor lcd dipasang untuk memberikan penjelasan mengenai koleksi wayang yang ditampilkan dalam Museum Wayang ini. Beberapa anak kecil tampak serius memperhatikan gambar disertai penjelasan yang tertampil dalam layar lcd. Selanjutnya dipajang wayang modern dan wayang hewan dengan bermacam-macam jenis hewan. Penyajian wayang ini cukup menarik karena jarang terlihat dan menambah wawasan dalam dunia pewayangan Indonesia.

Sekelompok Anak Kecil Serius Memperhatikan Tayangan Wayang

Beberapa wayang dari luar negeri juga menjadi koleksi Museum Wayang dan ditampilkan di ruangan sebelah atas. Diantaranya wayang India, wayang Malaysia, wayang Thailand, wayang Filipina dan wayang China. Semuanya tertata rapi dan dilengkapi penjelasan yang lumayan lengkap. Penyajian wayang dari luar negeri ini memberikan wawasan bahwa pertunjukan wayang itu telah mendunia dan tidak hanya di Indonesia saja.

Memasuki ruangan terakhir terdapat koleksi Wayang Kulit Jawa dari cerita Mahabarata dan Ramayana. Selain itu terdapat koleksi seperangkat gamelan Jawa lengkap yang pada jam-jam tertentu dimainkan untuk pengunjung. Meski ada larangan untuk menyentuh, beberapa pengunjung nekat memukul salah satu perangkat gamelan. Hal ini membuat ruangan yang tadinya hening menjadi ramai bunyi gamelan.

Secara keseluruhan Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menarik untuk dikunjungi disamping perlu pembenahan dan penambahan koleksi. Beberapa titik ruangan harusnya ditambah lampu untuk memberikan kesan terang dan memudahkan pengunjung untuk melihat bentuk wayang secara utuh. Selain itu keberadaan wayang potehi yang merupakan wayang khas keturunan Tionghoa justru belum ada, padahal wayang dari negara lain sudah menjadi koleksi di museum ini. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat