Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX
3.3 (66.67%) 3 vote[s]

Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX atau disingkat Museum HB IX merupakan salah satu daya tarik wisata di dalam Komplek Kraton Kasultanan Yogyakarta. Keberadaannya cukup dikenal oleh para wisatawan yang berkunjung ke kawasan kraton dan menjadi salah satu lokasi favorit dalam tur mengelilingi kraton. Museum ini didirikan untuk mengenang jasa-jasa beliau semasa hidupnya sebagai raja Kraton Yogyakarta dan sebagai pahlawan nasional.

Bangunan Museum HB IX

Museum Hamengku Buwono IX diresmikan oleh putranya sendiri, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 18 November 1990. Pengunjung disambut dengan bangunan modern berdinding kaca yang dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC).  Pintu kaca yang terpasang membuka dan menutup secara otomatis setiap ada pengunjung yang memasukinya. Namun nuansa khas bangunan kraton tetap dipertahankan dalam bangunan modern tersebut ciri utama rangka joglo yang dihiasi ornamen-ornamen khas kraton. Adanya hiasan lampu tengah khas kraton memperkuat bahwa bangunan modern tersebut cukup penting dalam kawasan kraton.

Prasasti Museum HB IX

Area Museum Hamengku Buwono IX terbagi dalam beberapa ruangan dimana ruangan pertama atau ruang utama terletak di bangunan modern berdinding kaca. Di ruangan ini dipamerkan peralatan kerja Sri Sultan Hamengku Buwono IX meja kerja, peralatan tulis menulis, piagam-piagam, jam dinding, bintang jasa, lencana, hingga koleksi maklumat HB IX bersama Paku Alam VIII tentang penggabungan Kerajaan Kasultanan dan Pakualaman ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu dipajang pula beberapa foto pribadi Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan foto beliau saat terlibat dalam peristiwa penting bangsa Indonesia. Koleksi yang dipamerkan cukup terawat dengan baik dan selalu ada abd dalem yang mengawasi pengunjung agar tidak menyentuh atau memegang benda-benda koleksi tersebut.

Baca Juga  Kereta Api Sri Tanjung, Transportasi Penghubung Yogyakarta Dengan Banyuwangi

Meja Kerja Sri Sultan HB IX

Di sebelah sudut ruangan dipajang Maklumat penggabungan Kasultanan Yogyakarta ke dalam Negara Indonesia yang dituliskan dalam batu marmer dengan tiga jenis bahasa yang berbeda. Maklumat ini perlu disimak dan diingat karena menjadi asal mula dan alasan kota Yogyakarta bersedia bergabung dengan Indonesia dan keistimewaan dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang merdeka dari penjajahan.

Setiap wisawatan yang masuk ke area kraton dengan menggunakan tour guide atau pemandu wisata pasti akan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai sejarah Sri Sultan HB IX semasa hidupnya di tempat ini.

Annosmile Di Museum HB IX

Di ruangan lain, pengunjung juga bisa melihat dan mengamati koleksi-koleksi pribadi HB IX yang terkenal dengan sabdanya “Tahta untuk Rakyat”, seperti koleksi foto, prangko, pakaian, alat-alat dapur yang pernah dipakai, bahkan ubarampe penobatan naik tahta (pengoyokan, sawung, galing/merak, banyak, dhalang/kijang, capuri, kutug/kotak, kacu mas, hardawalika/naga, dhampar, dan kandhil/lentera).

Semua koleksi yang ada tersimpan rapi di dalam etalase kaca yang diberi lampu untuk memperjelas dan memperindah suasana. Sebagian besar koleksi yang ada telah dilengkapi dengan nama dan deskripsi atau keterangan. Bahkan beberapa diantaranya ditulis lengkap mengenai sejarah berikut fungsi penggunaannya. Museum Sri Sultan Hamengkubuwo IX ini cukup informatif dibandingkan kawasan di dalam kraton yang lain. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat