Belajar Sejarah di Museum Sonobudoyo

Belajar Sejarah di Museum Sonobudoyo
Rate this post

Di sebelah utara Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta terdapat sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sebuah tempat bernama Museum Sonobudoyo yang berada dibalik rerimbunan pohon beringin yang mengelilingi tepian alun-alun. Museum ini menyimpan banyak koleksi benda-benda bersejarah hingga koleksi benda seni yang berada di Yogyakarta, Jawa, dan Bali.

Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit. Museum Sonobudoyo Unit I terletak di Jl. Trikora No. 6 Yogyakarta atau disebelah utara kawasan Alun-Alun Lor Kraton Yogyakarta.

Meski lokasinya berada di tengah-tengah kota, Museum Sonobudoyo hanya ramai dikunjungi oleh pelajar yang sedang studi wisata dan para wisatawan asing yang ingin mengenal lebih jauh tentang Yogyakarta. Cukup disayangkan museum yang menyimpan banyak benda bersejarah ini kurang diminati masyarakat umum. Ketika kami mengunjungi Museum Sonobudoyo ini, hanya terlihat beberapa wisatawan domestik yang sedang berkunjung ke tempat ini. Dari luar, bangunan Museum Sonobudoyo tampak terawat dengan kondisi cat yang masih baik.

Memasuki bangunan Museum Sonobudoyo, kami langsung disambut petugas museum untuk menghantarkan kami untuk mengisi daftar tamu dan membayar retribusi masuk. Selanjutnya setiap pengunjung Museum Sonobudoyo ditawari untuk menggunakan jasa pemandu atau tidak dalam berkeliling museum. Saat ini semua ruangan Museum Sonobudoyo ini sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan AC, kamera pengawas, dan kamar mandi.

Di ruangan paling depan atau pendopo terdapat beberapa koleksi alat musik Jawa seperti seperangkat gamelan yang lengkap. Ruangan berikutnya merupakan ruangan pengenalan yang berisi candra sengkala (tahun) berdirinya Museum Sonobudoyo, sejarah pendirian museum, maket ruangan tempat tidur raja Mataram, koleksi mata uang pada zaman dahulu, lambang Kraton Yogyakarta, lambang Kadipaten Pakualaman, dan masih banyak lagi.

Ruang Prasejarah menjadi ruangan yang dipamerkan selanjutnya dimana banyak menyimpan benda-benda prasejarah seperti alat-alat yang digunakan untuk berburu, meramu makanan, dan bercocok tanam. Sebagian merupakan benda asli dan sebagian merupakan replika. Kondisinya cukup terawat di dalam etalase kaca rapat yang dipasang lampu pencahayaan. Setiap benda yang dipamerkan terdapat papan informasi yang menjelaskan nama dan asal-usul benda tersebut.

Ruangan selanjutnya berupa Ruangan yang berisi peninggalan yang ditemukan pada masa Kerajaan Hindhu-Buddha di Indonesia khususnya di Daerah istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Beberapa arca, pusaka, prasasti yang ditemukan disekitar Kalasan dan Prambanan dipamerkan ditempat ini. Selain itu terdapat informasi mengenai situs-situs bersejarah yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Perjalan tur dilanjutkan memasuki ruangan berisi peninggalan Kerajaan Islam seperti keris, foto arsitektur masjid, miniatur kraton, dan sebagainya. Koleksi yang dipamerkan di ruang ini lebih sedikit daripada ruangan sebelumnya karena ukuran ruangan yang lebih sempit. Beberapa koleksi berasal dari Kraton Yogyakarta yang sengaja dipamerkan di museum ini.

Ruangan selanjutnya berupa ruangan koleksi wayang yang berisi beberapa jenis wayang secara lengkap mulai dari wayang kulit, wayang wong, wayang yesus, dan wayang binatang. Selanjutnya ruangan batik berisi beberapa macam jenis motif batik dari beberapa daerah dan alat yang digunakan untuk membatik seperti canting, malam, dan cap batik. Batik-batik yang dipamerkan di tempat ini ditekankan pada coraknya bukan lama dan siapa yang membuatnya. Berbeda dengan museum batik di area Kraton Yogyakarta yang setiap batik memiliki nilai historis.

Ruangan topeng menyimpan beberapa koleksi kerajinan topeng dari beberapa daerah di Indonesia. Ruangan terakhir merupakan ruangan budaya Bali berisi beberapa ukiran khas Bali dan beberapa peralatan yang digunakan untuk ritual keagamaan di Bali. Akhirnya tur berkeliling berakhir dan pengunjung dipersilakan meninggalkan ruangan atau kembali ke pendopo bagian depan. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. marsudiyanto:

    Siswa sekarang juga kurang antusias kalau diajak ke museum…
    Orang tua juga sama

  2. Chici:

    Wah baru tau jenis wayang ada sebanyak itu…. Museumnya bersih ya :D

Kirim pendapat