Mempelajari Sejarah Manusia Purba di Museum Sangiran

Mempelajari Sejarah Manusia Purba di Museum Sangiran
4 (80%) 5 votes

Nama Sangiran sepertinya cukup kental dengan pelajaran sejarah yang dipelajari sejak menginjak pendidikan SD hingga SMA. Sangiran seperti yang kita tahu merupakan tempat ditemukan tengkorak manusia purba di Indonesia. Keberadaannya saat ini menjadi pusat penelitian tentang zaman prasejarah dan telah dibangun museum untuk mengoleksi penemuannya yang dinamakan Museum Sangiran.

Museum Manusia Purba Sangiran (The Homeland of Java Man) terletak di kecamatan Kalijambe, kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sementara Situs Sangiran sendiri berada di tiga kecamatan meliputi Kalijambe, Gemolong, Plupuh.

Patung Situs Manusia Purba Sangiran

Akses menuju Museum Sangiran dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Pilihan kedua kami pilih karena transportasi umum menuju ke Museum Sangiran jarang ditemui dan sering berhenti untuk menunggu penumpang. Perjalanan cukup lancar hingga memasuki wilayah kabupaten Sragen dan mengarah pada kecamatan Kalijambe, letak Museum Sangiran berada. Papan petunjuk arah yang jelas membuat kami segera tiba di lokasi.

Gerbang masuk Museum Sangiran yang berbentuk gading gajah mengingatkan kami akan pintu masuk Taman Safari 2 Prigen Pasuruan dengan bentuk yang serupa. Area parkir kendaraan Museum Sangiran cukup luas dan mampu menampung puluhan bus besar. Tidak heran saat kami datang berbarengan dengan rombongan bus besar dari luar daerah yang ingin berkunjung ke Museum Sangiran.

Koleksi Museum Sangiran

Setelah membayar retribusi, kami pun langsung memasuki ruangan demi ruangan di dalam bangunan Museum Sangiran. Memasuki ruangan pertama, terdapat banyak papan berisi penjelasan mengenai pembagian zaman purba di bumi. Beberapa penjelasan disertai gambar sehingga tampak menarik dan tidak menjemukan. Selanjutnya dipamerkan pula jenis-jenis batuan yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun hingga ratusan juta tahun yang lalu.

Setiap fosil batuan purba yang dipamerkan tersebut dijelaskan pula asal-usulnya dan lokasi penemuannya. Beberapa batuan yang ada ditemukan di sekitar wilayah Sangiran dan sebagian lagi ditemukan di daerah lain di Indonesia. Memasuki ruangan selanjutnya dipamerkan koleksi tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di sekitar Sangiran berikut penjelasannya. Beberapa fosil manusia pada zaman Megalitikum dan Neolitikum dipamerkan di dalam etalase kaca yang tertutup rapat. Tidak ketinggalan fosil manusia purba yang cukup terkenal dan ditemukan pada zaman penjajahan Belanda bernama Pithecantropus erectus dan Homo erectus juga dipamerkan meskipun hanya replikanya saja.

Gading Gajah Purba yang tersimpan di Museum Sangiran menjadi inspirasi pembangunan Gapura Gading diperbatasan antara kabupaten Sragen dengan kabupaten Karanganyar.

Fosil Hewan Purba di Museum Sangiran

Ruangan selanjutnya berisi koleksi mengenai peralatan batu manusia purba yang digunakan untuk berburu dan meramu. Seperti yang biasa kita ketahui seperti kapak batu, kapak genggam, kapak persegi, kapak lonjong, dan sebagainya. Sebagian benda yang dipamerkan merupakan penemuan dari para arkeolog di wilayah Sangiran dan sekitar tepi Sungai Bengawan Solo. Informasi yang tersedia cukup detail dengan mencantumkan nama benda, fungsi, tempat ditemukan, dan perkiraan usia batu.

Ruangan Museum Sangiran berikutnya berisi koleksi fosil-fosil hewan purba seperti gading gajah purba, tulang-tulang gajah, dan tulang hewan purba lain. Penyajiannya cukup atraktif dengan penjelasan gambar dan suara disampingnya. Memasuki ruangan terakhir berisi diorama tiga dimenasi yang menggambarkan aktivitas manusia purba saat berburu, meramu, dan bertempat tinggal sementara.

Annosmile in Museum Sangiran

Tur keliling Museum Sangiran terakhir adalah melihat film dokumenter yang diputar di bioskop mini museum. Film dokumenter tersebut berisi penggambaran proses terbentuknya bumi dan tata surya, penggambaran aktivitas manusia purba, dan dokumentasi penemuan fosil-fosil purba. Tontonan ini cukup menarik meskipun kita harus mengantri apabila tempat duduk bioskop mini telah penuh pengunjung karena kapasitasnya yang terbatas.

Secara keseluruhan kemasan Museum manusia Purba Sangiran cukup menarik dan tidak membosankan. Sepertinya renovasi dan pembangunan fasilitas pendukung cukup berhasil untuk menarik minat pengunjung untuk hadir di museum ini. Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, kita patut berbangga dengan situs purbakala yang juga sebagai lokasi penelitian purbakala terlengkap di Asia bahkan di dunia. (text/foto: annosmile)

== Harga

Tiket Masuk : Rp 5.000,-/orang

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Idah Ceris:

    Kaos putih orens nostalgia euy. . . :D

  2. EventJogja Dot Com:

    wah situs warisan dunia UNESCO, harus dilestarikan dgn meningkatkan kualitas pemasaran :D

Kirim pendapat