Museum Sandi

Museum Sandi
Rate this post

Museum Sandi merupakan pelengkap dari Museum Perjuangan karena terletak dalam satu bangunan. Keberadaannya dipisahkan dari Museum Perjuangan karena dikhususkan untuk membahas sejarah keberadaan sandi di dunia dan di Indonesia terlepas cerita peperangan dalam perebutan kemerdekaan.

Museum Sandi terletak di Jalan Kolonel Sugiono dan satu kompleks dengan Museum Perjuangan Yogyakarta. Museum Sandi menampilkan berbagai koleksi persandian bersejarah. Museum ini dibangun atas prakarsa bersama antara Kepala Lembaga Sandi Negara RI, Mayjen TNI Nachrowi Ramli dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2006 dan diresmikan pada tanggal 29 Juli 2008

Piagam Museum Sandi

Lokasi Museum Sandi berada di lantai bawah Museum Perjuangan Yogyakarta, kita dapat mengunjunginya dengan menuruni tangga yang berada di Museum Perjuangan. Ruangan Museum Sandi hampir sama dengan Museum Perjuangan yang berbentuk melingkar dan dipenuhi oleh koleksi dan diorama. Pemandangan pertama yang terlihat adalah papan yang berisi sejarah kemunculan sandi di dunia. Beberapa katalog di sediakan meja tamu yang diperuntukkan untuk wisatawan.

Selanjutnya kita diajak mengetahui penemuan sandi di dunia pada zaman sebelum masehi. Terdapat beberapa replika sandi yang ditemukan pada peradaban Mesir kuno, Romawi, dan zaman kerajaan di Eropa. Cukup menarik dan lengkap informasi mengenai benda-benda yang dipamerkan di museum ini.

Suasana Museum Sandi
Koleksi selanjutnya beragam alat yang berfungsi sebagai pengirim morse dan telegram yang pernah dibuat dan memiliki sejarah di Indonesia ditampilkan dalam museum ini. Alat-alat komunikasi zaman dahulu ini cukup vital membantu perjuangan sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan hingga akhirnya dihentikan penggunaannya karena telah hadir telepon kabel.

Beberapa komputer interaktif cukup menghibur dengan permainan sandi yang cocok buat anak kecil maupun orang dewasa. Dengan mengunjungi Museum Sandi kita dapat mengetahui sedikit informasi mengenai bermacam-macam sandi yang ada di dunia dari sejak zaman dahulu hingga sekarang. Kekurangannya penataan koleksi kurang rapi dan menyebabkan beberapa koleksi terlewatkan oleh sebagian pengunjung. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat