Mengingat Sejarah di Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan merupakan salah satu museum yang dibangun di kota Yogyakarta tepatnya di Jalan Kolonel Sugiono sebelah timur Pojok Beteng Wetan Kidul Kraton Yogyakarta. Dari kejauhan berdiri bangunan berarsitektur bulat dan unik dengan area parkir di bagian depannya. Keberadaannya kalah tenar dengan Monumen Jogja Kembali dan Museum Benteng Vredeburg meskipun ada kemiripan dalam memamerkan koleksi.

Museum Perjuangan dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan terletak di Jl. Kolonel Sugiono No. 24 Mergangsan, Yogyakarta.

Bangunan Museum Perjuangan

Perjalanan menuju Museum Perjuangan cukup singkat karena berada di area kota Yogyakarta dan cukup banyak transportasi umum yang dapat digunakan untuk menuju kesana. Suasana museum terlihat sepi ketika kami tiba di depan museum ini. Ketika kami tanyakan kepada petugas penjaga museum, keramaian pengunjung di museum ini terjadi ketika musim-musim liburan sekolah dan sebagian besar pengunjung berasal dari luar kota yang sedang study tur ke Yogyakarta.

Setelah membayar tiket masuk, langsung saja kami memasuki bangunan utama Museum Perjuangan yang berbentuk melingkar. Sedikit informasi bahwa Museum Perjuangan ini merupakan bagian dari Museum Benteng Vredeburg dan sebagai Museum Unit II. Sebuah papan berisi tulisan mengenai sejarah dibangunnya Museum Perjuangan hingga cerita pergantian pengelola dan renovasi bangunan. Selain itu banyak benda-benda pusaka yang dipajang di museum ini, sebagian besar berupa replika dari benda asli.

Baca Juga  Icip-Icip Soto Pak Unang Taman Siswa Yogyakarta

Suasana di dalam Museum Perjuangan

Beberapa koleksi seperti benda-benda yang digunakan dalam merebut kemerdekaan di kota Yogyakarta seperti senjata laras panjang, baju tentara, topi, pistol dan sebagainya terpajang rapi dalam etalase kaca. Selain itu beberapa foto-foto kota Yogyakarta tempo dulu dapat kita lihat pada pigura-pigura yang berjajar rapi di dinding museum.

Penataan isi Museum Perjuangan cukup menarik dan tertata rapi sehingga membuat pengunjung tidak merasa bosan berada di dalam museum. Suasana museum juga terasa sejuk karena telah dilengkapi dengan pendingin ruangan. Informasi mengenai benda-benda yang dipajang cukup jelas dan beberapa dituliskan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Piagam Museum Sandi

Tur keliling Museum Perjuangan cukup singkat karena ukuran bangunan tidak cukup besar, namun jangan kuatir karena lantai bawah Museum Perjuangan ini terdapat Museum sandi yang isinya tidak kalah dengan Museum Perjuangan. Kita dapat mengunjungi Museum Sandi secara cuma-cuma karena merupakan wisata sepaket dengan Museum Perjuangan. Di dalam Museum Sandi kita dapat mengetahui sejarah sandi di dunia hingga sandi yang digunakan oleh bangsa Indonesia dalam perang merebutkan kemerdekaan.

Setelah puas menikmati Museum Perjuangan dan Museum Sandi, kami dipersilakan meninggalkan tempat ini. Secara keseluruhan isi Museum Perjuangan cukup menarik dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Kita dapat mengetahui sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan pada umumnya dan sejarah perebutan kemerdekaan Indonesia di kota Yogyakarta pada khususnya. Fasilitas museum terbilang cukup lengkap karena terdapat diorama, toilet, pendingin ruangan, dan perpustakaan. Cukup disayangkan pemerintah kota Yogyakarta kurang mempromosikan museum ini sehingga museum ini jarang dikenal dibandingkan museum-museum yang lain. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Daftar Bangunan Warisan Budaya Di Gedongtengen Yogyakarta

== Buka

– Selasa sampai dengan Kamis pukul 08.30-14.00

– Jum’at pukul 08.30-11.30

== Tiket Masuk

Dewasa/Anak-Anak = Rp 2.500,-/orang

Kirim pendapat