Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum di pusat kota Bandung yang menjadi saksi bisu perhelatan internasional yang merangkul negara-negara di benua Asia dan benua Afrika. Sejarah mencatat penyelenggaran Konferensi Asia Afrika pertama kali di Bandung. Tujuan utama konferensi ini adalah mempersatukan sikap, membangun kerjasama diantara bangsa-bangsa Asia Afrika, dan turut serta membantu terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia

Museum Konferensi Asia Afrika beralamat di Jalan Asia Afrika No. 65, Braga, kecamatan Sumur Bandung, kota Bandung, Jawa Barat 40111.

Lokasi Museum Konferensi Asia Afrika berada di tepi Jalan Asia Afrika yang membelah pusat kota Bandung.

Pengunjung Museum Konferensi Asia Afrika dipersilakan masuk melalui pintu kecil yang berada di sisi selatan museum. Selanjutnya pengunjung akan diarahkan ke bagian resepsionis untuk mengisi buku tamu. Tidak ada retribusi atau tiket masuk untuk berkeliling museum karena pengelola menggratiskannya. Pengunjung dipersilakan mengelilingi museum sendiri atau dapat ditemani oleh guide yang ada.

Ruangan pertama di Museum Konferensi Asia Afrika berisi diorama yang berisi sejarah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang pertama di kota Bandung. Beberapa tokoh utama dalam konferensi seperti Jawaharlal Nehru dari India, U Nu dari Brima, dan sebagainya dibuatkan diorama sendiri lengkap dengan sejarah singkat dan kiprahnya adalam konferensi tersebut.

Ruangan Museum Asia Afrika selanjutnya terdapat ruang perpustakan, ruang galeri, ruang audio visual, dan ruang tempat Konferensi Asia Afrika dilaksanakan. Sayangnya ruang-ruangan tersebut kurang menarik dan terkesan kosong membuat pengunjung segera melewati ruangan tersebut. Ruanga terakhir yaitu Ruang Souvenir yang menjual souvenir mulai dari kaos, kemeja, topi, hingga pernak-pernik seperti gelang, pin, magnet, dan gantungan kunci. Tur berkeliling Museum Asia Afrika berakhir ketika keluar dari Ruang Souvenir dan pengunjung telah berada di luar bangunan museum. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Museum Rumah Mbah Maridjan, Jejak Bekas Rumah Sang Juru Kunci Merapi

Kirim pendapat