Museum Biologi, Tempat Koleksi Awetan Flora Fauna Di Yogyakarta

Museum Biologi, Tempat Koleksi Awetan Flora Fauna Di Yogyakarta
3.4 (67.5%) 8 votes

Museum Biologi merupakan salah satu museum yang dikelola dan milik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Koleksi yang ditampilkan adalah beraneka macam flora dan fauna di Indonesia yang telah mati dan diawetkan. Museum ini sering menjadi lokasi penelitian para dosen dan mahasiswa serta kunjungan wisata siswa sekolah yang berasal dari luar daerah.

Museum Biologi terletak di Jalan Sultan Agung No. 22 , kelurahan Wirogunan, kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta. Museum ini dikelola oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional.

Bangunan Museum Biologi Yogyakarta

Lokasi Museum Biologi Yogyakarta cukup strategis karena berada di tepi jalan utama pusat kota Yogyakarta. Rute termudah menuju museum ini dari titik nol kilometer Yogyakarta atau Kantor Pos Besar Yogyakarta menuju ke arah timur. Dari perempatan Gondomanan ikuti jalan lurus melewati Jembatan Sayidan. Ketika menemui lampu merah Superindo Supermarket atau Eks Bioskop Permata masih lurus lagi sejauh dua ratus meter dan posisi Museum Biologi berada di kanan jalan.

Koleksi Rangka Hewan Museum Biologi Yogyakarta

Museum Biologi Yogyakarta menempati bangunan bekas peninggalan Belanda dimana masih terlihat bentuk jendela yang berukuran besar. Pada bagian depan bangunan telah direnovasi dan diganti dengan dinding kaca yang sedikit gelap. Memasuki bangunan museum terdapat ruang informasi mengenai museum berikut penarikan tiket masuk. Pengunjung dipersilakan melapor terlebih dahulu kepada petugas untuk menyatakan maksud kedatangan ke museum ini. Setelah membayar tiket masuk, pengunjung dipersilakan berkeliling kawasan museum. Bila diperlukan petugas jaga yang ada siap mengantarkan pengunjung dan menjelaskan seluruh koleksi museum.

Sejarah Museum Biologi UGM mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 1 Januari 1970. Namun pada kisaran tahun 1964, museum ini mulai dirintis dengan nama Museum Zoologicum untuk koleksi hewan (fauna) dan Herbarium UGM untuk koleksi tanaman (flora). Pada tanggal pada tanggal 20 September 1969 dilakukan penggabung kedua koleksi tersebut dan ditetapkan nama Museum Biologi UGM hingga sekarang.

Foto Lama Museum Biologi Yogyakarta

Koleksi yang terdapat pada ruangan pertama ini terdiri dari foto-foto kuno bangunan Museum Biologi Yogyakarta. Di dekatnya terdapat beberapa awetan hewan mamalia berukuran kecil seperti tupai, bajing, tikus, dan sebagainya. Sebuah kerangka hewan yang berhimpit dengan dinding merupakan kerangka kuda. Ruangan tersendiri di samping ruangan pertama museum ini berisi koleksi flora (tanaman) di Indonesia dan beberapa berasal dari luar negeri.

Memasuki bagian dalam museum terdapat kerangka ikan duyung yang diletakkan dalam lemari kaca. Keberadaannya cukup mendapat banyak perhatian karena ukurannya cukup besar. Hanya saja pencahayaan di ruangan dalam ini kurang terang. Pada ruang sebelah kanan terdapat koleksi awetan hewan dan kerangka manusia.

Koleksi Awetan Harimau Museum Biologi Yogyakarta

Sebuah ruangan berisi awetan binatang berkaki empat seperti singa, kucing hutan, harimau dan sebagainya. Hewan berjenis ikan (pisces) dan amphibi dimasukkan kedalam ruangan. Ikan-ikan yang ditemukan di perairan Indonesia yang berukuran kecil dimasukkan ke dalam botol kaca yang diberi air pengawet. Beragam jenis ular juga melengkapi koleksi museum ini. Penyajian koleksi pameran sebenarnya menarik namun terlihat ketinggalan jaman dengan rak-rak kayu yang besar.

Koleksi Awetan Burung Museum Biologi Yogyakarta

Sebuah ruangan berukuran lebih besar berisi koleksi burung (aves) yang cukup lengkap. Penataan lemari kaca sudah cukup rapi dan tertata dengan baik. Hanya saja memiliki kesan terlalu penuh karena jarak antara lemari kaca dengan satu dengan lemari kaca lain cukup bedekatan.

Ruangan paling belakang dari Museum Biologi nampaknya kurang menarik dikunjungi karena hanya berisi lemari-lemari besar dan kondisinya sedikit berantakan. Sepertinya ruangan ini sekaligus berfungsi sebagai gudang penyimpanan. Hanya saja kondisinya belum dirapikan oleh pengelola dan terkesan diabaikan. Sebuah kotak kaca diorama bersisi koleksi awetan hewan kondisinya berdebu dan belum dibersihkan.

Diorama Museum Biologi Yogyakarta

Secara keseluruhan Museum Biologi menjadi tempat menyimpan koleksi keanekaragaman hayati di Indonesia dalam bentuk awetan. Kondisi ruangan museum jauh sudah lebih dari beberapa tahun yang lalu. Hanya saja renovasi yang dilakukan masih belum sempurna dan belum mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. Hampir seluruh ruangan yang ada masih terasa pengap karena kurang ventilasi dan tidak terpasang pendingin udara seperti ac. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Museum Biologi
Jl. Sultan Agung No. 22 Yogyakarta
Telp.: (0274) 376740
Email: mus_bio@ugm.ac.id biologymuseum@gmail.com
Website: www.biologi.ugm.ac.id/museum
Facebook: Museum Biologi UGM

Retribusi
Tiket Masuk Pelajar: Rp 5.000,-
Tiket Masuk Umum: Rp 7.000,-
Tiket Masuk Wisatawan Asing: Rp 15.000,-

Jam Buka Museum
Senin - Kamis: 07.30 s/d 16.00 WIB
Jumat: 07.30 s/d 15.00 WIB
Sabtu - Minggu & Hari Libur Nasional: Tutup

Ada 8 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bersapedahan:

    sayang …display-nya kurang menarik ya …
    kesannya seperti seadanya …

    • admin:

      Hi Bersapedahan,
      Iya sayang sekali padahal informasinya cukup dibutuhkan :-)

  2. Rach Alida Bahaweres:

    Kalau ditampilkan menarik bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan ya :)

    • admin:

      Hi Rach Alida Bahaweres, betul kak :-)

  3. Davin:

    boleh nih… cocok untuk memperluas pengetahuan anak

  4. Penulisngapak:

    Terimakasih gan reviewnya. Kapan-kapan ane dan kawan-kawan berkunjung kesini :)
    Sekali lagi terimaksih

    • admin:

      Hi Penulisngapak,
      Silakan dikunjungi kalau sedang berwisata ke kota Yogyakarta :-)

  5. Bapakne tole:

    Kenapa hari ahad dan liburan malah tutup ya

Kirim pendapat