Museum Bank Indonesia Yogyakarta

Museum Bank Indonesia Yogyakarta
Rate this post

Bekas bangunan Bank Indonesia atau yang sekarang berganti nama menjadi Museum Bank Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu peninggalan bangunan penjajahan Belanda. Berdiri di kawasan nol kilometer Yogyakarta tepatnya disebelah timur kantor pos besar Yogyakarta dan selatan Benteng Vredeburg. Bangunan Bank Indonesia lama sudah tidak digunakan sebagai kantor bank lagi dan saat diganti dengan bangunan yang berukuran lebih besar disebelah timurnya dengan area parkir yang lebih luas.

Kantor De Javasche Bank (DJB) Cabang Yogyakarta dibuka pada tanggal 1 April 1879. Kantor cabang ini merupakan kantor cabang ke-8 setelah Semarang, Surabaya, Padang, Makassar, Cirebon, Surakarta, dan Pasuruan. Pada masa pendudukan Jepang, kegiatan DJB terhenti akibat kebijakan penglikuidasian seluruh bank Belanda, Inggris, dan beberapa bank Cina oleh Jepang. Ketentuan tersebut dicabut dan dibuka kembali pada tanggal 30 Desember 1948 dan berubah menjadi Bank Indonesia. Saat ini gedung ini sudah tidak dipakai dan kantor Bank Indonesia pindah ke gedung yang lebih besar yang ada disebelahnya.

Dari luar, bangunan bekas Bank Indonesia cabang Yogyakarta ini terlihat kokoh dengan arsitektur yang khas bangunan Belanda. Terdiri dari dua lantai dengan pintu masuk berada di sisi kiri bangunan. Jendela berukuran besar dan tinggi di setiap dinding bangunan bagian depan. Terdapat pagar yang mengelilingi bangunan untuk melindungi bangunan dari tangan-tangan jahil karena jarang dilakukan pengawasan. Bangunan ini terawat dengan baik karena sering dilakukan renovasi dan pengecatan bangunan.

Setelah berubah fungsi menjadi Museum Bank Indonesia, bangunan bekas Bank Indonesia cabang Yogyakarta ini belum sepenuhnya dibuka untuk umum. Bila tidak ada kegiatan atau pameran yang diselenggarakan di dalam gedung Bank Indonesia Lama, pintu bangunan bekas bank tersebut selalu tertutup sehingga kita tidak dapat memasuki dan melihat-lihat koleksi yang ada di dalamnya. Namun bila sedang digunakan untuk pameran, kita bisa melihat isi bagian dalamnya yang memamerkan sedikit koleksi dari museum Bank Indonesia selain benda-benda yang sedang dipamerkan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat