Monumen Simpang Lima Gumul, Ikon Unik Kabupaten Kediri

Monumen Simpang Lima Gumul merupakan salah satu daya tarik wisata baru di pinggiran kota Kediri. Arsitektur monumen ini terinspirasi dari Monumen L’Archde Triomphe yang berada di Paris, Prancis. Tidak heran bila banyak orang yang belum pernah berkunjung merasa tertipu dan menganggap monumen ini berada di Paris. Selain itu tempat ini menjadi salah satu jawaban dimana tidak perlu jauh-jauh ke Eropa (Paris) untuk berfoto di depan bangunan unik tersebut.

Monumen Simpang Lima Gumul terletak di Jalan Erlangga, Desa Tugurejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64182. Simpang Lima Gumul mempertemukan lima wilayah diantaranya Pare, Pagu, Plosoklaten, Gampengrejo, dan Pesantren.

Larangan Parkir Di Kawasan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Lokasi Monumen Simpang Lima Gumul berada pada tengah-tengah pertemuan lima ruas jalan utama yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kediri. Jarak dari pusat kota Kediri sekitar 6 kilometer atau ditempuh selama 5-10 menit perjalanan. Area parkir disediakan di setiap ruas sehingga pengunjung tidak perlu kesulitan memarkir kendaraan.

Monumen Simpang Lima Gumul Kediri memiliki luas bangunan sebesar 804 meter persegi, berketinggian hingga 25 meter. Di lantai dasar, Anda dapat menjumpai tiga buah tiang tumpuan setinggi tiga meter. Luas kawasan Simpang Lima Gumul yang diproyeksikan sebagai kawasan perdagangan ini secara keseluruhan adalah 37 hektar.

Bagian Atap Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Akses menuju Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dari area parkir dengan melewati lorong atau terowongan bawah tanah sepanjang kurang lebih 100 meter. Kondisi terowongan bawah tanah terlihat terang karena dipasang banyak lampu dan cukup bersih karena setiap hari ada petugas kebersihan yang membersihkannya. Tidak ketinggalan kamera pengintai dipasang dibeberapa titik untuk menjaga keamanan sekitar terowongan dan sekitar lokasi monumen.

Baca Juga  Alun-Alun Banjarnegara, Bersantai Sejenak Sebelum Melanjutkan Perjalanan

Penjagaan sekitar kawasan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dilakukan 24 jam penuh dan dikontrol dari pos pengamanan yang berada di bangunan utama monumen. Walaupun lingkungan sekitar Monumen Simpang Lima Gumul cukup aman, pengunjung diharapkan tetap menjaga kewaspadaan karena kejahatan dapat timbul ketika mereka sedang lengah.

Filosofi bangunan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri memiliki makna yang berkaitan dengan sejarah kabupaten Kediri. Angka 25 merujuk pada hari lahirnya Kediri, yaitu tanggal 25 Maret tahun 804 Masehi. Pahatan-pahatan relief pada dinding monumen menceritakan sejarah Kabupaten Kediri. Ada 16 gambar yang terpahat di sana, 9 di antaranya menggambarkan seni dan budaya Kediri. Pembangunan monumen di Simpang Lima Gumul ini dimulai sejak tahun 2003 hasil prakarsa Bupati Kediri dan memang ditargetkan sebagai salah satu sentra ekonomi baru sekaligus ikon Kabupaten Kediri.

Refleksi Pengunjung Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Saat keluar dari area terowongan, pengunjung langsung tiba di pelataran Monumen Simpang Lima Gumul Kediri yang berada di tengah-tengah persimpangan jalan. Keberadaan terowongan bawah tanah ini cukup membantu pengunjung menghindari menyebrang di jalan. Lalu lintas di sekitar Simpang Lima Gumul yang merupakan jalur cepat cukup berbahaya digunakan untuk menyebrang pengguna jalan kaki.

Pelataran di sekitar Monumen Simpang Lima Gumul Kediri cukup luas digunakan untuk menampung puluhan bahkan ratusan pengunjung. Pengunjung bebas melakukan aktivitas disekitar monumen namun tetap memperhatikan norma kesopanan dan tidak mengganggu pengunjung yang lain. Banyak diantara pengunjung yang memanfaatkan lokasi ini untuk berfoto-foto ataupun duduk-duduk nongkrong bersama teman-temannya.

Baca Juga  Alun-Alun Kidul Kraton Yogyakarta

Annosmile Di Simpang Lima Gumul Kediri

Sore hari merupakan waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Monumen Simpang Lima Gumul Kediri. Udara panas perlahan-lahan pudar menjadi sejuk karena matahari telah condong ke arah barat. Pengunjung yang didominasi oleh masyarakat sekitar mulai berdatangan ke tempat ini sekedar bersantai dan menikmati suasana sore hingga matahari terbenam. Pemandangan matahari terbenam pun tidak kalah indahnya dari tempat ini karena tidak terhalang oleh tingginya gedung disekitar kawasan.

Keberadaan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri sejatinya akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kota baru dan pusat perdagangan (Central Business District) provinsi Jawa Timur bagian barat. Saat ini disekitar Monumen Simpang Lima Gumul telah dibangun beberapa fasilitas seperti convention hall, gedung serbaguna, bank daerah, terminal bus antar kota dan MPU, serta taman rekreasi Water Park Gumul Paradise Island. Jika di masa mendatang hal tersebut tercapai, maka monumen ini menjadi salah satu bukti sejarah pembangunan kota baru tersebut. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. nbsusanto:

    belum kesampaian kesini untuk mendekat dan foto-foto.. hampir 2 tahun lalu cuma berhenti di selatan jalan simpang lima gumul, melihat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan cari temen di kediri karena posisi sudah capek banget.. :mrgreen:

Kirim pendapat