Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta

Monumen Serangan Umum 1 Maret yang berada di pusat kota Yogyakarta merupakan peringatan bahwa pada zaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia terjadi peperangan besar-besaran di kota Yogyakarta. Monumen Serangan Umum 1 Maret dibangun dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX bersamaan dengan peringatannya pada tanggal 1 Maret 1973. Saat ini Monumen Serangan Umum Satu Maret telah menjadi salah satu simbol (landmark) kota Yogyakarta.

Monumen Serangan Umum 1 Maret (Serangan Oemoem Satu Maret/SO1 Maret) dibangun untuk memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 1 Maret 1949.

Monumen SO1 Maret Yogyakarta

Lokasi Monumen Serangan Umum Satu Maret berada di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta. Monumen ini dibangun disamping Museum Benteng Vredeburg dan sebelah utara Kantor Pos Besar Yogyakarta. Saat ini, Monumen Serangan Umum Satu Maret sering digunakan untuk berbagai acara seperti pentas seni, panggung hiburan, kegiatan acara, dan sebagainya dengan mengambil area latar di sebelah depannya.

Serangan Umum Satu Maret pada tahun 1949 sendiri memiliki arti yang sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu Belanda menahan pimpinan Negara Indonesia serta menyebarkan kabar bahwa RI dan TNI telah runtuh. Untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa RI dan TNI masih ada, maka disusunlah strategi penyerbuan untuk merebut Yogyakarta dari tangan Belanda. Serangan yang diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini berhasil melumpuhkan kota Yogyakarta yang dikuasai Pemerintah Belanda selama 6 jam dan berhasil membuka mata dua bahwa Pemerintah Indonesia masih ada dan sedang mempertahankan kemerdekaan. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Gudeg Yu Yam Jalan Magelang Dan Makan Berat Menjelang Pagi

Kirim pendapat