Monumen Ngejaman Pakubuwono X Di Kotagede Yogyakarta

Monumen Ngejaman Pakubuwono X Di Kotagede Yogyakarta
Rate this post

Nama Situs Ngejaman di Kota Yogyakarta ada tiga buah ditempat yang berbeda, salah satunya situs ngejaman yang terletak di sebelah barat bekas gardu listrik Babon Aniem atau Pasar Kotagede. Situs Ngejaman ini bernama Monumen Ngejaman Pakubuwono X.

Monumen Ngejaman Pakubuwono X atau yang sering dikenal dengan nama Situs Tugu Ngejaman Kotagede berada di sebelah barat Pasar Legi Kotagede. Tempat ini disebut Ngejaman karena terdapat sebuah tugu prasasti yang dilengkapi jam penunjuk waktu. Tugu Ngejaman merupakan hadiah dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat era Paku Buwana X.

Monumen Ngejaman Pakubuwono X Di Kotagede Yogyakarta

Monumen Ngejaman Pakubuwono X terletak di tepi jalan dan berhimpitan dengan dinding tembok rumah ini ramai dilewati lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki yang pergi pulang menuju ke Pasar Legi Kotagede. Namun banyak diantaranya yang tidak mengetahui sejarah keberadaan tugu ngejaman ini. Bahkan ketika Pasar Legi sedang tiba waktu ramai, di bagian depan digunakan pedagang untuk menggelar dagangannya sehingga tugu ini tertutup.

Bangunan Monumen Ngejaman Pakubuwono X memiliki tinggi kurang lebih 4 meter dengan di bagian atas terdapat jam yang sudah tidak berfungsi lagi. Dibawahnya terdapat bekas lambang Kasunanan Surakarta yang berbentuk makhutho atau mahkota sebagai simbol kekuasaan dengan logo PB X. Menurut informasi, lambang Kasunanan Surakarta tersebut hilang dicuri orang yang tidak bertanggungjawab dan hingga saat ini belum ada upaya mengembalikan logo mahkota yang hilang tersebut, meski berbentuk replika sekalipun ke tempat semula. Hilangnya logo mahkota tersebut baru diketahui ketika diadakan renovasi dan penataan kawasan Tugu Ngejaman.

Dibagian badan Tugu Ngejaman terdapat prasasti berhuruf Jawa yang menyatakan, “Pangenget-enget Sahandap Dalem (ingkang wicaksana) ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana ingkang kaping X yuswa 70 tahun amarengi ing Dinten Selasa Pahing tanggal kaping 21 wulan Rejeb tahun Wawu angka 1865 utawi tanggal kaping 30 wulan Oktober angka tahun 1934, Kumite Kuthagede.”

Papan Informasi dan Monumen Ngejaman Pakubuwono X Di Yogyakarta

Monumen Ngejaman Pakubuwono X ini pernah mengalami renovasi atau pemugaran dengan penggantian dinding monumen yang sudah rusak dan mengecat ulang. Selanjutnya dibuat pagar besi yang mengelilingi monumen dan papan informasi sejarah Monumen Ngejaman dengan dua bahasa. Monumen ini merupakan saksi bisa perkembangan zaman di kawasan Kotagede yang berlangsung hampir 100 tahun lalu.

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. marsudiyanto:

    Banyak monumen yang kurang terawat, ditambah lagi lokasinya campur aduk dengan pedagang…
    Kesannya jadi kumuh.
    Ada juga yg dirusak oleh tangan jahil

  2. rumputilalang:

    kalau gak jeli tengok kiri kanan, situsnya gak terlihat ya mas

Kirim pendapat