Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX Di Kotagede

Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX Di Kotagede
Rate this post

Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX merupakan sebuah bangunan peringatan berbentuk monumen yang di bangun sisi timur laut kawasan Pasar Legi Kotagede. Monumen yang dikenal dengan nama Monumen Pacak Suji ini dibangun untuk mengenang Sultan ke-sembilan (IX) Kraton Kasultanan Yogyakarta. Keberadaan bangunan ini kurang mendapatkan perhatian masyarakat sekitar dan sering dijadikan area parkir dan tempat berjualan.

Monumen Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini lebih dikenal dengan sebutan Pacak Suji. Pembangunan monumen ini adalah wujud rasa hormat dan suka cita masyarakat Kotagede. Sri Sultan HB IX naik tahta 1938, masyarakat Kotagede membangun Monumen Jumenengan tahun 1940. Waktu itu, di atas tugu persegi ada lambang Keraton Ngayogyakarta, kemudian dihiasi dengan kain putih sebagai dekorasi.

Monumen Pacak Suji Di Depan Pasar Kotagede

Ketika tiba di Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX, bangunan tertutup oleh para pedagang yang berjualan di depannya. Saya sempat kesulitan untuk menjalan memasuki bangunan monumen menuju ke depan papan prasasti yang terdapat huruf jawa di tengah-tengahnya.

Monumen Pacak Suji nasibnya pernah tidak terurus dan pernah menjadi area pembuangan sampah. Ketika terjadi gempa Jogja 27 Mei 2006 lalu, monumen ini rusak parah. Kemudian dikembalikan lagi bentuknya seperti semula oleh masyarakat peduli pusaka Kotagede setelah sempat terjadi kesalahan dalam pengembalian bentuk karena tidak sama dengan aslinya.

Logo Kraton Yogyakarta di Monumen Pacak Suji Kotagede

Ketika diamati lebih teliti dibagian atas prasasti terdapat logo atau lambang Kraton Yogyakarta yang tertutup oleh rumput liat yang tumbuh diatas. Ukuran lambang kraton tersebut cukup kecil sehingga bila tidak diamati dengan teliti, kita tidak akan tahu bahwa bagian tersebut merupakan logo.

Prasasti di Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX bertuliskan: “Pengetan yumenengan Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana ingkang jumeneng kaping IX ing Ngayogyakarta Hadiningrat, Senen Pon kaping 8 Sapar, Dal. 1871 (18 maret 1940). Pengetan punika saking hada-hadanipun kawula warga Kita Ageng.”

Prasasti di Monumen Pacak Suji Kotagede

Dibagian bawahnya terdapat prasasti yang bertuliskan huruf jawa yang berisi peringatan bertahtanya Sri Sultan Hamengkubuwono yang ke sembilan. Hampir semua bagian bangunan monumen ini merupakan bangunan baru, namun sejarah yang ada masih tetap melekat pada kawasan ini karena tetap dikembalikan pada aslinya setelah proses rekonstruksi.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. arqu3fiq:

    Mungkin tidak ada dana dari keraton untuk perawatan monument tersebut. Kasihan kan kalau di bebankan ke rakyat untuk perawatan tersebut. Kan sudah di buatkan monument gratis tinggal merawatnya saja.

  2. HeruLS:

    Kebiasaan, aku tak heran lagi. membangun, tanpa menghitung perawatannya di masa depan.

  3. arif:

    walah sampe ditumbuhi rumput ga terawat, manajemen perawatan sarana publik dan area wisata di Indonesia umumnya memang kurang mendapat perhatian *sedih*

Kirim pendapat