Miyos Gongso Gamelan Kraton Yogyakarta, Prosesi Keluarnya Gamelan Pusaka Kraton

Sekaten merupakan tradisi tahunan Kraton Yogyakarta untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang sering disebut maulid nabi. Sebulan sebelumnya dimeriahkan dengan pasar malam sekaten yang diselenggarakan pemerintah kota Yogyakarta di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Perayaan sekaten ini dimulai dengan prosesi keluarnya pusaka milik Kraton Yogyakarta yang berupa sepasang gamelan.

Prosesi Miyos Gongso Gamelan Kraton Yogyakarta merupakan prosesi keluarnya gamelan pusaka kraton Kyai Kanjeng Guntur Madu dan Kyai Kanjeng Nogo Wilogo ke halaman Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Prosesi Udik-Udik Sebelum Miyos Gongso

Prosesi ini dinamai dengan Miyos Gongso dimana kedua gamelan pusaka yang sebelumnya tersimpan di Bangsal Ponconiti dalam kompleks kraton, dibawa keluar menuju ke halaman Masjid Gede Kauman untuk dibunyikan selama satu minggu. Acara Miyos Gongso ini diselenggarakan pada malam hari mendekati tengah malam atau pergantian hari. Sejak sore hari, penonton dari luar daerah sudah mulai berdatangan untuk mengikuti prosesi Miyos Gongso Gamelan Kraton Yogyakarta.

Kawasan Kamandhungan Lor atau lebih dikenal dengan nama Keben dalam kompleks Kraton Yogyakarta merupakan lokasi dimulainya prosesi miyos gongso. Seperti yang kita tahu bahwa kawasan Keben merupakan pintu masuk Wisata Kraton Yogyakarta. Di dalam kawasan Keben terdapat Bangsal Ponconiti dimana menjadi tempat menyimpan gamelan pusaka kraton yang akan dibawa keluar menuju Masjid Gedhe Kauman.

Pasukan Pembawa Gamelan Kraton

Tampak aktivitas para abdi dalem dan prajurit yang sibuk mempersiapkan prosesi miyos gongso. Beberapa kerabat kraton duduk berdekatan dengan pusaka kraton Kyai Kanjeng Guntur Madu dan Kyai Kanjeng Nogo Wilogo. Bau asap kemenyan mulai menusuk hidung ketika beberapa abdi dalem meletakkan sesaji di dekat gamelan pusaka kraton tersebut. Hingga pukul 22.00 masih belum terlihat tanda-tanda prosesi miyos gongso dimulai.

Baca Juga  Sedekah Laut Pantai Sadeng, Ungkapan Rasa Syukur Nelayan Gunungkidul

Rangkaian Prosesi Miyos Gongso Gamelan Kraton Yogyakarta dimulai menjelang pukul 23.00 dengan dilakukannya prosesi sebar udik-udik. Prosesi sebar udik-udik dilakukan oleh kerabat kraton ke sekitar Bangsal Ponconiti. Para penonton yang hadir langsung menyerbu berebut koin-koin mata uang yang dilemparkan saat prosesi sebar udik-udk berlangsung. Prosesi ini berlangsung cukup singkat dan kerabat kraton berjalan kembali ke dalam bangsal kraton bagian dalam.

Prosesi Sebar Udik-Udik merupakan prosesi melemparkan koin mata uang bercampur bunga ke segala penjuru oleh sultan yang kadang diwakilkan oleh adik-adik sultan atau kerabatnya. Prosesi ini merupakan simbol kraton yang berbagi kesejahteraan dengan rakyatnya dan juga sebagai doa agar hajat kraton berjalan lancar.

Gamelan Kraton Dibawa Keluar Kompleks Kraton

Setelah lewat tengah malam, datang barisan prajurit pembawa pusaka  Kyai Kanjeng Guntur Madu dan Kyai Kanjeng Nogo Wilogo milik kraton Yogyakarta. Gamelan pusaka kraton yang tersimpan di Bangsal Ponconiti diletakkan di dalam tandu kemudian dibawa barisan prajurit keluar kompleks kraton. Prosesi miyos gongso ini melewati Kompleks Siti Hinggil dan Pagelaran Kraton sebelum keluar ke Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta.

Dari Alun-Alun Utara, barisan pembawa gamelan pusaka kraton Yogyakarta langsung bergerak memasuki Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta yang berada di sebelah barat Alun-Alun Utara. Sebagian penonton yang lebih memilih mengikuti prosesi tampak memenuhi halaman Masjid Gedhe Kauman. Namun untung saja petugas pengaman kraton dengan sigap mengatur penonton agar tidak mengganggu prosesi Miyos Gongso.

Baca Juga  Pantai Sedahan Gunungkidul, Pesona Pantai Diantara Dua Karang

Gamelan Kraton Memasuki Area Masjid Gedhe Kraton Yogyakarta

Gamelan pusaka tersebut diletakkan disebuah bangunan yang disebut Pabengan yang ada di sisi selatan dan utara halaman Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Gamelan Kyai Guntur Madu sebagai gamelan sepuh (tua) diletakkan di pabengan sisi selatan sementara gamelan Kyai Nogo Wilaga ada di pabengan utara. Setelah gamelan diletakkan di dalam Pabengan, Prosesi Sebar Udik-Udik kembali dilaksanakan di depan pabengan oleh kerabat kraton.

Berakhirnya Prosesi Sebar Udik-Udik maka Rangkaian Prosesi Miyos Gongso Gamelan Kraton Yogyakarta pun usai dan selanjutnya dua gamelan pusaka itu akan dibunyikan secara bergiliran pada esok harinya dimulai dari pukul 08.00-12.00 WIB setelah itu istirahat. Dilanjutkan pukul 14.00- 16.00 lalu istirahat dan dimulai lagi pukul 20.00-24.00. Tembang (lagu-lagu) yang dimainkan oleh dua gamelan pusaka itu antara lain Rambu, Rangkung, Andong2, Loh Gadung pel, Gleyong, Urang-Aring, Ngajatun, Salatun dan Suciatun. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat