Misteri Pasiraman Manukberi

Misteri Pasiraman Manukberi
Rate this post

Nama Manuk Beri cukup erat berhubungan dengan situs peninggalan Kraton Yogyakarta. Sebuah patung berbentuk burung raksasa yang digambarkan bertubuh gemuk dengan kepakan bulu lebat nan indah ini dinamakan patung Manuk Beri. Asal-usulnya masih misteri karena banyak ditemukan di beberapa bekas peninggalan Kraton Yogyakarta. Salah satunya ditemukan saat penjelajahan situs yang bernama Situs Pasiraman Manuk Beri.

Situs Pasiraman Manuk Beri secara administratif berada di kelurahan Gedongkuning, kecamatan Banguntapan, kabupaten Bantul. Situs ini diperkirakan sebagai salah satu situs pesanggrahan dan pasiraman Sultan Hamengkubuwono II.

Bekas Pancuran Air di Situs Manukberi

Situs Pasiraman Manuk Beri ini berada di sekitar Gedongkuning yang terletak di wilayah Yogyakarta bagian timur. Lokasi situs ini cukup tersembunyi dan berada di halaman rumah penduduk. Gang masuk menuju Situs Pasiraman Manuk Beri bernama gang Manuk Beri, sama seperti nama gang atau jalan kecil menuju Gapura Manuk Beri di Mergangsan Lor. Saat tiba dilokasi yang dituju, kami langsung disambut pemilik rumah dan ditunjukkan keberadaan Situs Pasiraman Manuk Beri di halaman belakang rumah.

Situs Pasiraman Manuk Beri tinggal berupa dua buah dinding masing-masing berukuran panjang 3 meter dan tinggi sekitar 1 meter dengan ketebalan sekitar 30 centimeter. Kedua dinding tersebut saling menempel membentuk siku meskipun saya menduga sambungan tersebut sengaja ditempelkan. Dinding pertama terdapat patung Manuk Beri dengan tinggi sekitar 1 meter, lebar 1.3 meter, dan didepannya terdapat relief ular yang melingkar. Dibagian tubuh patung Manuk Beri terdapat dengan lubang yang diperkirakan sebagai lubang pancuran air. Kondisinya patung Manuk Beri sedikit rusak dengan kehilangan paruh dan beberapa bulu sayap akibat rusak termakan usia. Relief atau patung Manuk Beri ini memiliki kemiripan dengan patung Manuk Beri di Situs Goa Siluman. Dinding kedua terdapat patung mirip manusia duyung dengan lubang pancuran air di bagian tubuhnya.

Menurut Bapak Kamto, almarhum ayahnya menemukan reruntuhan Situs Pasiraman Manuk Beri dan mendirikan kembali dinding tersebut yang sempat roboh. Keberadaan Situs Sumur Tua yang dipergunakan untuk mengisi pasiraman (pemandian) telah hilang karena ditutup oleh warga puluhan tahun yang lalu.

Relief Ular di Pasiraman Manukberi

Keberadaan lubang yang diperkirakan sebagai lubang pancuran atau saluran air ini membuktikan bahwa situs ini merupakan situs pemandian atau pasiraman. Hal ini diperkuat dengan keberadaan kampung Jurugentong yang letaknya kurang lebih sekitar 500 meter dari lokasi Situs Pasiraman Manuk Beri. Asal-usul nama Jurugentong (Juru Genthong) adalah orang yang bertugas mengisi genthong (bak) dan diperkirakan zaman dahulu mereka yang bertugas mengisi air di Pasiraman Manuk Beri ini.

Sisa-sisa Situs Pasiraman Manuk Beri yang ada belum dapat memperkirakan ukuran asli kawasan pemandian tersebut. Selain itu makna dan asal-usul patung Manuk Beri belum mendapat jawaban dan titik terang. Bukti-bukti lain yang ditemukan tidak jauh dari kawasan situs pemandian tersebut antara lain area reruntuhan keputren, gapura masuk kota, dan, bekas area ksatriyan. Keberadaan bukti-bukti tersebut dapat sedikit memperkirakan luas kompleks yang menaungi situs tersebut. Banyak misteri dan pertanyaan terhadap kawasan Situs Pasiraman Manuk Beri dan sekitarnya. Saya menduga Situs Manuk Beri ini juga memiliki keterkaitan dengan Kasultanan Mataram di Kotagede karena lokasinya hanya beberapa ratus meter disebelah utara. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Rusa:

    Setiap baca postingan demi postingan ke blog ini, aku jadi mikir, keknya semua ttg Bawean bisa diangkat jadi postingan. Sama halnya Annno menulis ttg Jogja di sini :D

  2. Iin:

    Maaf mau meralat. Situs Manuk Beri letaknya di Kampung Gedong Kuning, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Saya tahu persis keberadaannya karena saya tinggal di kampung tersebut, tidak jauh dari situs Manuk Beri. Terimakasih.

Kirim pendapat