Mie Ongklok Longkrang Wonosobo, Sajian Mie Rebus Dengan Sate Sapi

Mie Ongklong Longkrang merupakan daya tarik kuliner di pusat kota Wonosobo. Namanya cukup melegenda karena sudah lama buka lebih dari tiga dekade tahun yang lalu. Cita rasa yang khas dari warung ini konon diwariskan oleh nenek moyangnya dan tetap dijaga hingga saat ini. Tidak heran bila banyak wistawan dari luar daerah yang mampir ke warung ini saat berkunjung ke kota Wonosobo.

Mie Ongklok merupakan mie rebus khas Wonosobo yang dibuat dengan menggunakan racikan khusus berupa kol, potongan daun kucai, dan kuah kental berkanji yang disebut loh. Mie Ongklok disajikan dengan makanan pendamping berupa sate sapi, tempe kemul, dan kripik tahu. Asal usul nama ongklok berasal gayung untuk merebus mie yang terbuat dari anyaman bambu. Ada sumber lain yang menyebutkan bahwa ongklok merupakan bahasa Wonosobo yang artinya mengguncang.

Warung Mie Ongklok Longkrang Wonosobo

Lokasi warung Mie Ongklok Longkrang berada di jalan utama menuju pusat kota Wonosobo dari arah Dataran Tinggi Dieng. Karena jalan tersebut merupakan jalan satu arah, kami harus memutar jalan terlebih dahulu sebelum tiba di lokasi warung. Area parkir warung Mie Ongklok Longkrang cukup terbatas dan menggunakan badan jalan. Namun untungnya lalu lintas saat itu tidak ramai dan ada petugas parkir yang mengarahkan kendaraan kami untuk parkir secara rapi.

Tanpa menunggu lama akhirnya kami memasuki warung Mie Ongklok Longkrang dan memesan menu utama warung tersebut. Sebelumnya kami ditawarkan apakah memesan mie ongklok saja atau juga memesan tambahan makanan pendamping untuk menikmati  mie ongklok yaitu sate sapi. Menurut informasi yang kami dapatkan, bersantap mie ongklok serasa kurang lengkap bila tidak didampingi sajian sate sapi. Akhirnya kami memesan mie ongklok dan sate sapi kepada pelayan yang sedang mencatat pesanan.

Sejarah Mie Ongklok Longkrang Wonosobo berdiri pada tahun 1975 oleh  Waluyo dengan resep yang diwariskan dari nenek moyangnya. Sejak berdiri hingga sekarang, Warung Mie Ongklok Longkrang menempati warung yang saat ini sedang kami kunjungi. Seiring berjalannya waktu, Warung Mie Ongklok Longkrang ini menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan asing. Selain itu beberapa petinggi negeri pernah mampir untuk menikmati kuliner khas Wonosobo di warung ini.

Pelayan Sedang Menyajikan Mie Ongklok

Sambil menunggu mie ongklok dan sate sapi tersaji di meja, kami melihat aktivitas para pelayan yang sibuk meracik mie ongklok dan membakar sate sapi. Tidak lama kemudian mie ongklok diantarkan ke hadapan kami. Selain satu menit menyusul sate sapi yang tersaji di meja kami. Karena pesanan sudah lengkap, kami mulai mencicipi hidangan khas Wonosobo ini.

Baca Juga  Lesehan SOS, Favorit Santri Ponpes Krapyak Yogyakarta

Secara sekilas terlihat komposisi penyusun mie ongklok yaitu mie, kol, dan kucai yang dicampur dengan bumbu kacang lalu diberi kuah jenang. Kuah jenang yang terlihat kental sendiri terbuat dari bahan dasar gula jawa, ebi, pati, serta rempah-rempah yang diolah. Dibagian atas penyajian mie ongklok diberi taburan bubuk merica dan bawang goreng.

Mie Ongklok Longkrang beralamat di  Jalan Pasukan Ronggolawe no. 14 Wonosobo merupakan satu-satunya warung dan tidak membuka cabang di tempat lain. Warung Mie Ongklok Longkrang buka mulai pukul 11.00 hingga 19.00.

Semangkuk Mie Ongklok Longkrang dan Sate Sapi

Sebelum mencicipinya, mie ongklok diaduk terlebih dahulu agar merata. Saat mencicipi rasa, kuah mie ongklok yang kental terasa sedikit asin, manis, dan bercampur rasa dari bumbu rempah. Adanya bumbu rempah dalam mie ongklok tidak bermasalah untuk penyuka kuliner yang kurang suka dengan aroma rempah karena kadarnya cukup sedikit.

Sate sapi sebagai makanan pendamping mie ongklok disajikan secara sederhana dengan potongan daging sapi kecil-kecil dan ditusukkan pada batang lidi. Sate sapi ini dibakar dengan bumbu sate biasa kemudian dilumuri dengan bumbu kacang yag halus dan manis, hampir mirip dengan bumbu kacang sate madura. Sate sapi ini cocok untuk menemani hidangan mie ongklok yang belum dicampur dengan lauk seperti potongan daging. Bila kurang suka daging sapi, ada makanan pendamping lain yang tersaji di meja yaitu tempe kemul, kripik tahu, dan geblek.

Baca Juga  Yammie Ketandan Yogyakarta, Bersantap Kuliner Sambil Foto-Foto

Penampilan Mie Ongklok

Rasa yang ditawarkan mie ongklok di warung Mie Ongklok Longkrang milik Waluyo ini memang cukup enak dan membuat saya berkeinginan mencicipinya saat kembali mengunjungi kota Wonosobo. Harga yang ditawarkan pun tergolong standar dan hampir sama dengan warung mie ongklok yang lain di kota Wonosobo.

Mie Ongklok merupakan makanan asli atau khas daerah Wonosobo. Meskipun di Banjarnegara juga terdapat sajian kuliner ini, asal mie ongklok tetap dari Wonosobo. Bila ingin mengetahui rasa mie ongklok mana yang paling enak, cobalah anda cicipi satu persatu mie ongklok di warung lain yang tersebar di kota Wonosobo. (text/foto: annosmile)

== Harga

Mie Ongklok : Rp 6.000,-

Sate Sapi : Rp 14.000,-

Tempe Kemul/Geblek/Kripik Tahu : Rp 1.500,-

Kirim pendapat