Mie Gajah Mas, Citarasa Mie Ayam Bergaya Oriental

Mie Gajah Mas, Citarasa Mie Ayam Bergaya Oriental
3.2 (63.33%) 6 votes

Rumah makan dengan menu utama mie di seberang depan Pasar Gede Solo sepertinya tidak lepas dari pandangan saya saat berkeliling di kawasan Pasar Gede. Dari kejauhan tampak jelas nama rumah makan yang cukup besar terpampang pada papan nama di atas rumah makan. Mie Gajah Mas namanya dan akhirnya saya mampir di rumah makan ini sebelum meninggalkan kawasan Pasar Gede.

Mie Gajah Mas terletak di Jl. Suryo Pranoto No.1 Solo atau seberang Pasar Gede Solo. Rumah makan ini buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Rumah Makan Mie Gajah Mas Di Depan Pasar Gedhe

Lokasi rumah makan Mie Gajah Mas cukup strategis berada di samping sungai kecil dan di seberang Pasar Gede Solo. Namun karena bangunan rumah makan tidak besar, rumah makan ini tidak menyediakan area parkir. Kendaraan pribadi dapat diparkir di tepi jalan depan rumah makan dengan area parkir yang terbatas. Ada petugas parkir yang sudah siap mengatur posisi parkir kendaraan agar tidak mengganggu jalan.

Memasuki rumah makan Mie Gajah Mas, kesan pertama adalah rumah makan mie bergaya oriental. Namun kita tidak perlu ragu karena rumah makan ini dijamin halal 100% dan telah mendapat sertifikat dari BPOM. Setelah mencari tempat duduk yang kosong, saya langsung memanggil pelayan untuk memesan menu yang ada. Ada bermacam-macam menu mie ayam mulai mie biasa, mie pangsit, mie spesial, mie jamur, dan sebagainya. Akhirnya saya memilih menu mie ayam spesial jamur pangsit karena jarang ada di warung mie ayam biasa.

Seporsi Mie Pangsit Jamur

Tidak berapa lama kemudian tersaji mie spesial pangsit jamur dengan kuah terpisah. Penyajian dengan kuah terpisah ini menunjukkan jenis makanan ini merupakan yamie atau mie jakarta yang terpengaruh budaya oriental. Sedikit yang saya tahu bahwa mie ayam biasa kuahnya dicampur bersama mie-nya dalam satu mangkuk. Keduanya memiliki daya tarik rasa dan pesona tersendiri yang tidak dapat diperbandingkan kecuali selera masing-masing penikmatnya. Porsi mie spesial pangsit jamur ini cukup besar, bisa dikatanya porsi jumbo atau porsi double. Sepertinya pengunjung dibikin puas dengan porsi yang cukup besar ini. Bisa saja kita memesan porsi setengah saja apabila porsinya terlalu banyak atau sedang diet.

Saat merasakan mie-nya, terasa tekstur mie yang kenyal, tidak gampang putus, terasa lembut, dan diameter mie yang berukuran kecil serta tipis. Berdasarkan informasi yang ada di rumah makan, mie tersebut menggunakan bahan yang aman dikonsumsi dan tidak menggunakan pengawet. Bumbunya terasa cukup enak dengan rasa mirip seperti mie ayam Jakarta yang biasa kita temui. Daging ayam, jamur, dan pangsit rebus melengkapi rasa saat menyantap mie. Khususnya pada pangsit rebus, saya cukup suka karena di dalam pangsit terdapat daging giling yang memberikan kesan bahwa bukan merupakan pangsit biasa. Harga yang ditawarkan sebanding dengan daya tarik yang ditawarkan karena kita tidak akan dibuat kecewa dengan rasa yang cukup lezat dan menggoda. Bila sedang berkunjung ke Solo, tempat ini menjadi salah satu alternatif kuliner yang menarik untuk disambangi khususnya bagi penyuka mie. (text/foto: annosmile)

CABANG
  • Jl. Suryopranoto (Pasar Gede) No. 1 Solo Telp: (0271) 647056
  • Jl. Bhayangkara (Foodcourt Lottermart) Tipes Solo Telp: (0271) 5867888
  • Jl. Solo Baru Permai No. 66B Solo Baru Telp: (0271) 2009977, 622170
  • Jl. Magelang Km 6 (Foodcourt Jogja Paradise) Yogyakarta Telp: (0271) 7999121
  • Jl. Dr. Supomo No. 63 Kota Madiun

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. dafhy:

    Beuh mie ayamnya menggiurkan mas. Kalau ke Solo bisa nyoba nih

  2. giewahyudi:

    Saya kira sesuai namanya, jadi mie-nya gede-gede kayak gajah gitu. Hehehe

  3. Hanif Mahaldi:

    pernah nyoba dan muantab abis deh… :D tapi antrinya haduh… susah klo waktunya gak pas.

Kirim pendapat