Mie Des Pak Yono, Pesona Kuliner Kawasan Pundong Bantul

Mie Des Pak Yono, Pesona Kuliner Kawasan Pundong Bantul
3.86 (77.14%) 7 votes

Warung Mie Des Pak Yono merupakan daya tarik kuliner bakmi khas Pundong Bantul. Mie des atau bakmi des ini cukup unik karena bakmi yang digunakan tidak berbentuk bulat melainkan persegi. Daya tarik rasanya yang khas, sederhana, dan tentu saja pedas sesuai dengan namanya. Orang-orang yang berkunjung di warung mie des ini sering menamainya dengan mie bomber karena rasa pedas yang luas biasa.

Warung Mie Bangkok Mie Des Pak Yono berada di desa Srihardono, kecamatan Pundong, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Warung mie (bakmi) ini buka mulai pukul 17.00 hingga 24.00 WIB. Mie Des memiliki kepanjangan dari Bakmi Pedas.

Warung Mie Des Pak Yono Pundong Bantul

Lokasi Warung Mie Des Pak Yono berada di sebelah utara Pasar Pundong dan tidak jauh dari Jalan Parangtritis Bantul. Rute menuju warung mie tersebut dari kota Yogyakarta ke arah selatan melewati Jalan Parangtritis. Saat tiba di Jalan Parangtritis km 15 ada pertigaan tanpa lampu lalulintas setelah SPBU Jetis. Pilihan jalan kecil ke arah kiri menuju ke Pundong. Setelah melewati area persawahan luas akhirnya tiba di Warung Mie Des Pak Yono yang berada di tepi jalan. Letak warung tersebut berada sebelum Pasar Pundong sejauh 100 meter.

Warung Warung Mie Des Pak Yono baru saja buka menjelang malam hari dan sedang melayani beberapa orang pembeli yang mengantri. Saat menanyakan menu yang tersedia, terdapat dua macam menu mie des yakni mie goreng dan mie rebus. Kami pun segera memesan beberapa porsi mie des berikut minuman kemudian duduk di tempat duduk yang disediakan. Tempat duduk yang disediakan berada di teras rumah dan samping rumah yang ditata secara biasa.

Mie Des berasal dari pati ketela dan dibuat dengan cara diiris bukan digiling seperti mie pada umumnya. Rasanya lebih kenyal dan berbeda dari mie pada umumnya.

Suasana Warung Mie Des Pak Yono Pundong Bantul

Tidak berapa lama mie des yang kami pesan tersaji di meja dan kami segera mencicipinya. Saat melihat mie des yang tersaji dalam piring, bentuk mie yang digunakan berbeda dengan mie kebanyakan. Bentuk mie yang terlihat lebih besar daripada mie biasa, sedikit kotak, dan lebih pendek. Sepertinya mie tersebut merupakan mie buatan daerah sekitar yang tidak atau jarang ditemukan di daerah lain.

Bau aroma mie des cukup harum dan membuat penasaran kami untuk segera mencicipinya. Saat mencicipi kuah mie des rebus, terasa pedas dan hangat di mulut. Rasa pedas ini merupakan daya tarik utama mie des ini. Jadi bagi yang tidak menyukai rasa pedas sebaiknya tidak mengunjungi warung ini karena tidak akan menikmati daya tarik utama rasa dari mie des ini.

Sajian Mie Des Warung Pak Yono Pundong Bantul

Potongan kubis, daun loncang, dan telur yang dicampurkan dalam mie sama seperti penyajian mie atau bakmi Jawa. Tidak terlihat adanya penambahan potongan daging ayam atau daging sapi sepertinya yang biasa kita lihat saat membeli atau memasak mie. Jadi mie des hanyalah masakan mie sederhana dengan bumbu khas desa. Dapat disimpulkan bahwa daya tarik utama dari Mie Des khas Pundong ini terletak pada bentuk mie yang unik dan rasa pedas dari bumbu mie tersebut.

Penampakan Mie Des Dari Dekat

Mie Des khas Pundong ini cocok dinikmati saat sore hari atau malam hari apalagi saat cuaca sedang hujan. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Parangtritis dan dapat dijadikan alternatif kuliner bagi orang-orang yang kurang suka dengan makanan laut. Harga yang ditawarkan tergolong murah namun harus bersabar bila banyak pembeli yang mengantri di warung ini. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Warung Mie Bangkok Mie Des Pak Yono
Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta (Utara Pasar Pundong 100 meter)
Telepon: 081802609559

Jam Buka
Setiap hari mulai pukul 17.00 - 24.00 WIB

Harga
Mie Goreng/Rebus : Rp 8.000,-/porsi

PETA

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Budi Santosa:

    wah panas, pedes seger.

  2. Ditter:

    Wuih, sedaaapp…

    Btw, di dekat tempat tinggal saya (kecamatan Tempel), ada warung bakmi yg terkenal, Mas. Namanya warung bakmi Pak Mo (bukan Mbah Mo). Lokasinya dekat pasar Tempel. Kalau buka selalu ramai. Parkirannya sering diisi mobil-mobil dengan plat luar Jogja….

Kirim pendapat