Mie Ayam Lik No, Kuliner Alternatif Di Selatan Wonosari Gunungkidul

Mie Ayam Lik No merupakan salah satu pilihan bersantap mie ayam dan bakso di selatan kota Wonosari yang juga sebagai akses menuju ke kawasan pantai di kabupaten Gunungkidul. Warung ini tidak terlihat istimewa namun menarik untuk dicicipi. Sajian mie ayam dan bakso yang disuguhkan bercita rasa khas Gunungkidul yang sedikit manis dan tidak asin.

Warung Mie Ayam dan Bakso tunggal Rasa Lik No terletak di Perempatan Galri (Tegalsari – Siraman) Wonosari tepatnya di Jalan Baron. Merupakan salah satu warung mie ayam disekitar Gunungkidul.

Warung Mie Ayam Lik No Wonosari Gunungkidul Dari Depan

Kali ini pilihan jatuh untuk mampir di warung Mie Ayam “Lik No” yang letaknya berada di tepi jalan raya menuju ke Pantai Baron dari Kota Wonosari. Pertimbangan mampir di warung ini karena sejalan dengan perjalanan pulang dari pantai menuju ke Yogyakarta melalui Wonosari. Selain itu, warung mie ayam ini terlihat cukup ramai pembeli dari luar ketika kami melewati warung ini.

Suasana Warung Mie Ayam Lik No Wonosari Gunungkidul

Setelah memarkir kendaraan dan memesan menu yang tersedia, saya duduk di meja kursi yang kosong untuk menunggu pesanan tiba. Tidak lama kemudian, semangkuk mie ayam bakso tersaji di meja. Mie ayam bakso adalah mie ayam biasa yang ditambah dengan beberapa butir bakso diatasnya. Menu ini sengaja saya pilih sekaligus mencicipi hidangan bakso yang tersedia diwarung ini tanpa harus memesan porsi makanan lagi.

Baca Juga  Wisata Edukasi di Museum Gunung Merapi

Sajian Mie Ayam Bakso Warung Mie Ayam Lik No Wonosari Gunungkidul

Penyajian mie ayam bakso ini terbilang biasa, sama seperti penyajian mie ayam yang dijual oleh pedagang mie ayam keliling di sekitar kampung. Aroma dan baunya sama seperti mie ayam biasa namun terasa lebih segar. Tanpa menunggu lama saya langsung menikmati mie ayam tersebut sambil menuangkan saos dan sambal sesuai selera. Rasanya cukup gurih, asin yang cukup, dan bumbunya cukup terasa namun tidak mencolok. Mie-nya terasa lembut dan kenyal, sepertinya penjual sudah mengetahui cara membuat mie yang enak. Potongan sawi hijau rebus dibawah mie nampaknya sudah cukup melengkapi syarat semangkuk mie ayam.

Secara keseluruhan mie ayam diwarung ini menarik untuk dinikmati. Porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Selain itu potongan daging ayam cukup banyak membuat pengunjung puas menikmati mie ayam ini. Kekurangannya tidak ada tambahan atau dijual pangsit sebagai pelengkap saat menikmati mie ayam. Rasanya kurang puas bila hanya ditemani oleh krupuk biasa saja. Harga yang ditawarkan tergolong murah bila dibandingkan dengan warung mie ayam di kota Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. villa jayagiri:

    mie ayam..memang jenis makanan yg di gemari di seluruh pelosok nusantara

  2. sitirobiah:

    wiss ,, mantap ent enak kayanya tuh

  3. EventJogja:

    gambarnya merangsang selera makan, harganya sepertinya merakyat berapa ya :D

Kirim pendapat