Tradisi Tahunan Merti Dusun Gunturan Bantul

Merti Dusun Gunturan merupakan tradisi sedekah desa atau dusun yang diselenggarakan masyarakat dusun Gunturan, desa Triharjo, kecamatan Pandak, kabupaten Bantul setelah dilakukan panen hasil pertanian. Tradisi ini telah dilakukan sejak beberapa puluh tahun lalu dan menjadi agenda rutin tahunan masyarakat dusun Gunturan.

Gunungan Merti Dusun Gunturan

Lokasi diselenggarakannya Merti Desa Gunturan sebenarnya cukup mudah karena berdekatan dengan Jalan Raya Palbapang-Srandakan. Namun karena ketiadaan papan petunjuk ataupun pemasangan umbul-umbul dalam perayaan, pengunjung dari luar daerah akan kesulitan menemukan lokasinya. Kami sempat beberapa kali bertanya sebelum tiba di lokasi acara Merti Dusun Gunturan yang tampak sederhana.

Walaupun terlihat sederhana, Merti Dusun Gunturan diselenggarakan secara meriah karena selain diselanggarakan selamatan, kirab, dan rebutan gunungan, pada malam hari dipentaskan pertunjukkan wayang kulit. Meskipun saat ini belum termasuk agenda budaya kabupaten Bantul, merti dusun Gunturan ini cukup menarik animo masyarakat sekitar desa untuk melihatnya.

Barisan Kirab Merti Dusun Gunturan

Menjelang dimulainya acara, terlihat arus penonton dari luar dusun  datang untuk sekedar menonton atau menyaksikan keramaian yang terdapat di sekitar dusun Gunturan. Untung saja panitia acara dengan tanggap mengarahkan kendaraan penonton untuk memarkir di halaman rumah warga agar tidak mengganggu jalannya kirab.

Baca Juga  Telaga Giri Kediwung, Jangan Terpaku Pada Foto Yang Beredar Di Instagram

Acara dimulai dengan kirab sebelumnya dilakukan selamatan atau kenduri antar warga di lapangan dusun. Kirab dimulai dengan arak-arakan barisan orang berpakaian adat jawa, kemudian barisan orang membawa jodang atau tandu berisi gunungan hasil bumi. Kirab dilakukan dengan mengelilingi kawasan dusun kemudian kembali ke tempat semua.

Pentas Wayang Merti Dusun Gunturan

Setelah kirab selesai, dilakukan doa bersama antara warga dusun dengan para tamu beserta penonton yang hadir. Acara ini ditutup dengan rayahan atau rebutan gunungan hasil bumi oleh para penonton yang hadir. Meskipun acara kirab dan rayahansudah selesai, rangkaian acara belum berakhir karena nanti malam akan dipentaskan pertunjukkan wayang semalam suntuk.

Keberadaan tradisi Merti Dusun Gunturan sebagai ungkapan rasa syukur akan kelimpahan hasil panen masyarakat dusun sekaligus mengambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Harapan masyarakat sekitar adalah tradisi ini tetap diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur mereka yang membangun dusun. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fajar:

    beragam budaya tersaji di negeri ini

  2. Event Jogja Dot Com:

    tradisi merti dusun di beberapa desa di jogja memang masih terpelihara dgn baik ya

Kirim pendapat