Merti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo Bantul, Acara Untuk Siapa?

Merti Bumi Tuk Surocolo merupakan salah satu acara merti bumi yang baru pertama kali saya dengar selama menjelajah sekitar Bantul. Hal ini saya ketahui dari spanduk yang terpasang di jembatan Kretek saat menuju ke Pantai Parangtritis. Usut punya usut ternyata upacara merti bumi ini baru diselenggarakan pertamakali tahun lalu.

Merti Bumi (Nyadran) Sumber Air (Tuk) Surocolo diselenggarakan di kampung Surocolo, dusun Ngreco, desa Seloharjo, kecamatan Pundong, kabupaten Bantul. Diselenggarakan sebagai salah satu daya tarik dari Desa Wisata Surocolo yang baru saja terbetuk.

Suasana Merti Bumi Tuk Surocolo Sebelum Dimulai

Tempat diselenggarakan Merti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo berada di kawasan Sendang Surocolo. Lokasinya cukup dekat dengan jembatan kretek sebagai akses utama menuju Pantai Parangtritis. Dari jembatan kretek berbelok ke timur melewati jalur alternatif menuju ke Siluk atau Goa Cerme sekitar satu kilometer. Saat menemukan persimpangan kecil, ambil jalan ke kanan yang cukup menanjak hingga atas bukit. Tidak lama kemudian tibalah di kawasan Sendang Surocolo yang berada di tepi jalan.

Suasana sebelum dimulainya acara Merti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo masih tampak sepi selain persiapan para panitia dibelakang layar. Beberapa tenda telah dipasang lengkap dengan meja kursinya. Menurut spanduk yang tertera, acara merti bumi akan dimulai pada pukul 13.30. Beberapa menit berselang, beberapa panitia berpakaian adat jawa mulai hadir dan membantu mempersiapkan acara. Berturut-turut selanjutnya yang hadir adalah tamu undangan dan warga desa sekitar.

Para Tamu Merti Bumi Tuk Surocolo Duduk Di Tenda

Kesan pertama saya melihat Merti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo adalah perhelatan yang ekslusif dimana menggunakan tenda-tenda yang cukup mewah. Hidangan yang tersaji di dalam tenda tersebut cukup istimewa dan sepertinya disajikan untuk menghormati tamu undangan. Selain itu disekitar tenda diberi pagar keliling dengan menggunakan bambu dan tali rafia. Menjelang acara merti bumi dimulai, kursi tamu yang disediakan telah penuh oleh para tamu undangan.

Baca Juga  Mempelajari Kehidupan di Dusun Pesaren

Tidak ada yang salah dalam penyambutan para tamu undangan yang sedemikian istimewanya. Namun kemanakah masyarakat sekitar yang harusnya menjadi aktor utama dalam acara merti bumi? Sebagian masyarakat hanya duduk-duduk di atas tanah dari luar pagar. Mereka hanya sekedar melihat keramaian acara yang ada di dekat rumahnya. Itupun tidak mendapatkan konsumsi makanan seperti para tamu undangan yang hadir. Padahal masyarakat harusnya memiliki peran utama dalam penyelenggaraan acara merti bumi atau merti desa.

Warga Duduk Lesehan Dalam Merti Bumi Tuk Surocolo

Pertanyaan saya tidak berhenti sampai disitu karena dalam penyelenggaraan acara terkesan monoton dan kurang menarik. Isi acara hanya dipenuhi dengan beragam sambutan dari pihak panitia dan tamu undangan. Selain itu saat pentas seni berupa kesenian lokal hanya dapat dinikmati oleh para tamu undangan saja. Para penonton tampak kesulitan menikmati tontonan karena sedikit terhalang oleh tenda para tamu. Saya sedikit berkesimpulan bahwa acara Mesti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo hanya diselenggarakan tamu undangan saja bukan untuk masyarakat sekitar.

Menilik beberapa penyelenggaraan merti bumi di daerah lain, masyarakat sekitar justru menjadi tamu utama sekaligus penyelenggara acara. Mulai dari anak-anak hingga orang tua dilibatkan dalam penyelenggaraan acara tanpa kecuali. Sedangkan tamu undangan dan pengunjung dari luar daerah hanya sebagai pelengkap acara karena sifatnya tidak wajib. Namun diharapkan seluruh orang yang hadir dalam acara tersebut dapat membaur satu sama lain tanpa memandang kelas dan golongan.

Baca Juga  Anglo, Penghangat Tradisional di Dieng

Gunungan Merti Bumi Tuk Surocolo

Penyelenggaraan Merti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo hanya berkesan seperti merti bumi biasa. Tidak tampak cirikhas atau daya tarik yang ditonjolkan dari penyelenggaraan acara tersebut. Penyelenggaraan acara merti bumi ini gagal mengangkat mitos yang berkembang dari Sumber Air atau Tuk Surocolo yaitu Kisah Nyi Rondo dan Tuk Surocolo. Padahal keberadaan mitos yang berkembang dapat menjadi daya tarik utama wisata seperti di daerah lain.

Sebagai acara yang baru dimulai setahun yang lalu untuk mendukung terbentuknya Desa Wisata Surocolo, penyelenggaraan acara Merti Bumi Sumber Air Tuk Surocolo masih harus banyak berbenah. Berkacalah pada salah satu merti bumi di Bantul yang lain seperti Merti Dusun Gunturan. Saat ini mungkin dana cukup melimpah sehingga dapat mengundang tamu-tamu khususnya pejabat daerah untuk menyaksikan acara. Namun ketika memiliki dana yang terbatas, siapakah yang akan menyaksikan acara apabila tidak ada tamu undangan? Semoga hal ini menjadi perhatian. (text/foto: annosmile)

JADWAL

Tahun 2016 : 2016

Tahun 2015 : 28 Oktober 2015

Tahun 2014 :  Oktober 2014

Tahun 2013 : 18 Desember 2013

Ada 8 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. dafhy:

    Sayang banget yo mas, malah masyarakat sekitar seperti dikucilkan. Padahal itu daerah mereka sendiri

  2. Aris:

    emang kadang suka kaya gitu, tamu undangan terlalu di agung-agungkan. Padahal sebenarnya warga yang punya hajat

    • admin:

      terima kasih atas tanggapannya, hal semacam itu harusnya segera diluruskan :-)

  3. EventJogja:

    terkesan ada jarak, klo dari pihak panitia gmn mas? mungkin ada alasan kenapa masyarakat sekitar justru seolah tdk menjadi aktor utama…
    semoga ada kemajuan ya dlm perhelatan acara tsb,,

    • admin:

      entahlah..takut tersinggung bila mereka dicerca pertanyaan masalah ini :(

  4. Ditter:

    Ah, penyelenggaranya nggak kreatif. Ngabis-ngabisin duit aja….
    Setau saya, merti bumi itu memang sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat….

  5. EventJogja.Com:

    kapan2 boleh lho mas ditanyakan ke panitia, biar informasi nya berimbang hehehe…salam ^^

    • admin:

      boleh juga..nunggu waktu yang tepat :-)

Kirim pendapat