Merti Bakpia Yogyakarta, Dari Kirab Gunungan Bakpia Hingga Berebut Bakpia

Merti Bakpia Yogyakarta, Dari Kirab Gunungan Bakpia Hingga Berebut Bakpia
2.3 (46.67%) 3 votes

Merti Bakpia merupakan acara tahunan yang diselenggarakan warga sekitar Ngampilan yang banyak mendirikan usaha makanan bakpia khas Yogyakarta (bakpia pathok). Acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan lebih mengenalkan bakpia sebagai salah satu makanan khas Yogyakarta. Daya tarik utama acara ini adalah gunungan bakpia yang akan direbut pada saat penutupan acara.

Merti Bakpia (Merti Bakpia Day) diselenggarakan Jl. KS. Tubun, kampung Purwodiningratan, kelurahan Ngampilan, kecamatan Ngampilan, kotamadya Yogyakarta, DI Yogyakarta.

Prosesi Kirab Merti Bakpia Yogyakarta

Lokasi acara Merti Bakpia Yogyakarta menempati sebuah lapangan bekas pabrik Tegel Kuntji di Jalan KS Tubun Yogyakarta atau dikenal dengan nama daera Patuk. Lapangan tersebut dipilih karena berada di tengah kawasan sentra atau pusat industri bakpia khas Yogyakarta. Akses menuju kawasan ini cukup mudah karena berada di pusat kota Yogyakarta dan dekat dengan kawasan perbelanjaan Malioboro. Selain itu masyarakat Yogyakarta sudah tidak asing dengan daerah penghasil bakpia tersebut.

Barisan Prajurit Pengawal Gunungan Bakpia Dalam Merti Bakpia Yogyakarta

Acara Merti Bakpia Yogyakarta dimulai dengan kirab gunungan bakpia lanang dan wedok mengelilingi jalan sekitar Ngampilan Yogyakarta. Rute kirab Merti Bakpia dimulai dari Jalan KS Tubun ke arah barat hingga pertigaan Jalan Letjen Suprapto. Dari Jalan Letjen Suprapto ke arah selatan hingga perempatan Taman Parkir Ngabean Yogyakarta. Selanjutnya rute kirab belok ke arah timur menuju ke Jl. KH. Ahmad Dahlan. Sesampai di pertigaan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah belok ke utara melewati Jalan Bayangkara hingga perempatan. Terakhir belok ke arah barat melewati Jalan KS Tubun lagi untuk kembali menuju ke lapangan bekas pabrik Tegel Kuntji.

Kirab Gunungan Bakpia Lanang Dalam Merti Bakpia Yogyakarta

Barisan Kirab Merti Bakpia Yogyakarta diawali dengan Bregodo Rakyat Mataram, gunungan bakpia lanang dan wedok, barisan warga berpakaian adat jawa, barisan sepeda tua, barisan perwakilan usaha makanan bakpia yang berada di sekitar Ngampilan yang terkenal dengan nama Bakpia Pathok (Patuk). Selain itu kesenian tradisional klotekan, jatilan, dan liong (barongsai) turut meramaikan acara ketika selesai dilakukan kirab keliling kawasan Ngampilan. Rangkaian kirab cukup panjang dan mampu menarik minat penonton untuk menyaksikan acara ini.

Kirab Gunungan Bakpia Wedok Dalam Merti Bakpia Yogyakarta

Gunungan Bakpia yang dibuat dalam Merti Bakpia Yogyakarta kali ini terdiri dari 8.000 butir bakpia dengan kisaran berat sekitar 4 (empat) kuintal. Bakpia tersebut disusun dalam dua buah gunungan dengan tinggi mencapai 1,5 meter. Bentuk gunungan bakpia menyerupai bentuk gunungan lanang dan wadon yang biasa digunakan Kraton Yogyakarta dalam tradisi Grebeg Kraton. Gunungan bakpia tersebut dipersiapkan di salah satu usaha pembuatan bakpia di kawasan pathok sehari sebelum diselenggarakan acara Merti Bakpia Yogyakarta.

Berebut Gunungan Bakpia Dalam Merti Bakpia Yogyakarta

Acara Merti Bakpia Yogyakarta ditutup dengan berebut gunungan bakpia oleh penonton yang hadir dalam acara tersebut. Penonton cukup antusias ketika dimulai acara berebut bakpia yang disusun dalam gunungan tersebut. Ada yang berhasil membawa segepok bungkusan bakpia dan ada pula yang pulang dengan tangan hampa. Keberadaan acara Merti Bakpia Yogyakarta ini dapat menambah agenda atau tradisi tahunan di sekitar kota Yogyakarta dan menambah daya tarik wisata. Sedikit saran untuk kedepannya masyarakat yang hadir dapat menikmati bakpia secara gratis tanpa harus berebut dalam gunungan meskipun berebut gunungan bakpia menjadi salah satu rangkaian acara Merti Bakpia Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

JADWAL

Tahun 2017 : –

Tahun 2016 : 18 September 2016

Tahun 2015 : 14 September 2015

Tahun 2014 : 11 September 2014

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. sigit wijaya:

    Artikelnya bagus. Mempopulerkan Jogja yang tetap Istimewa. Gunungan Bakpia memang sarana juga mengenalkan bakpia sebagai makanan asli Jogja. Semoga even ini tetap berlangsung terus. JOGJA istimewa

Kirim pendapat