Menonton Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Menonton Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
Rate this post

Perhelatan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2006 mulai dikenal oleh masyarakat Yogyakarta dan beberapa wisatawan dari berbagai daerah. Meskipun belum semeriah perayaan Imlek di beberapa kota di Indonesia yang masih kental dengan budaya China, perayaan Imlek di Yogyakarta sudah bertambah meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Gapura Pecinan Ketandan
Mulai tahun 2013, di jalan masuk ke Kampung Pecinan Ketandan dibangun sebuah gapura permanen untuk memperkuat kawasan sebagai area pecinan. Gapura ini cukup terlihat jelas dari kawasan Malioboro karena berada di tepi jalan ke arah timur. Desain gapura ini sedikit berbeda dari gapura pecinan kebanyakan karena menggambarkan akulturasi budaya antara Jawa dengan Tionghoa (China). Ciri utamanya adalah di bagian tengah terdapat logo Kraton Yogyakarta dengan tiang dililitkan ukiran Shio Naga sebagai simbol Shio terbaik dalam budaya Tionghoa.

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta digelar dari sore hingga malam hari selama lima hari. Karena penasaran dengan keramaian di dalam Pekan Budaya Tionghoa, kami langsung memasuki riuhnya keramaian. Jalan Ketandan dipasang tenda memanjang hingga ujung dan di bagian tepi berjajar bermacam-macam penjual. Parang pedagang yang berjualan di Pekan Budaya Tionghoa di dominasi oleh pedagang hidangan kuliner dari makanan khas Tionghoa (China) seperti kue lumpur dan nasi hainan hingga makanan cepat saji yang biasa di temukan di foodcort mall-mall.

Suasana Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
Tidak ketinggalan pula pedagang yang menjual aksesoris khas Imlek dan khas China berada di beberapa sudut jalan. Banyak orang tertarik membeli pernak pernik Imlek karena harganya cenderung lebih murah daripada yang dijual di toko-toko dan mall-mall. Mainan anak dan balon berbentuk naga juga menjadi sasaran anak-anak kecil yang hadir ke Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta bersama orang tuanya.

Halaman Kampus Komunikasi yang berada di Jala Ketandan disulap menjadi panggung kecil untuk pentas budaya Tionghoa dan bernyanyi bersama. Suasana panggung cukup meriah dengan berhiaskan lampion. Kami sempat berhenti sejenak duduk di kursi penonton untuk menikmati sebuah lagu yang ditampilkan oleh salah seorang penyanyi yang mengisi acara.

Pentas Seni Budaya China

Di area tengah, kami melihat beberapa penjual kerak telur Jakarta yang berjualan hingga ke kota Yogyakarta. Beberapa stan makanan yang berada di beberapa titik hingga ujung Jalan Ketandan menghias tenda dengan lampion agar menarik pengunjung hingga berjalan kesana. Saat tiba di ujung Ketandan, seperti biasa area parkir yang berhimpit dengan belakang Pasar Beringharjo dan Hotel Melia Purosani disulap menjadi panggung raksasa yang dikelilingi stan sponsor utama Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Di panggung raksasa atau utama ini banyak ditampilkan kesenian tradisional Indonesia dan China secara bergantian. Selain itu digunakan sebagai acara peresmian Pekan Budaya Tionghoa dan Pemilihan Koko Cici Yogyakarta. Bila dirasa belum puas, di dekat panggung terdapat pentas wayang anak tradisional khas Tionghoa yaitu Wayang Potehi yang diselenggarakan setiap hari selama tiga jam selama perhelatan Pekan Budaya Tinghoa Yogyakarta berlangsung. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Abed Nego:

    Saya kira bukan di Medan tempat saja yang ada perayaan budaya tionghoa seperti ini,ternyata di Yogyakarta ada juga rupanya.

    Soalnya ditempat saya orang Thionghoa udah banyak dan apalagi kalau udah merayakan hari perayaan mereka mercun dan kembang api menghiasi kota kami.Hebat ini orang tionghoa.

  2. alannobita:

    baru rampung baca nih :D
    sipp..moga2 selalu meriah acaranya kedepannya :D

Kirim pendapat