Menikmati Sunset di Puncak Gunung Kelir Nglanggeran

Menikmati Sunset di Puncak Gunung Kelir Nglanggeran
Rate this post

Ini merupakan kali kedua sejak awal tahun lalu kami berkunjung ke Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran bersama kawan-kawan. Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan wisata alam alternatif di Gunungkidul yang lokasinya tidak jauh dari kota Yogyakarta. Kali ini saya bersama kawan fotografi berencana mendaki untuk belajar memotret lansekap dan sunset dari salah satu puncak Gunung Api Purba Nglanggeran.

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan kawasan ekowisata yang unik dinama merupakan gunung batu raksasa yang membentang sepanjang 800 meter dan ketinggian 300 meter.

Memasuki area parkir, kondisi kawasan ekowisata ini cukup terawat dan banyak penambahan fasilitas setelah kunjungan kami pertama kali di objek wisata ini. Setelah membayar tiket masuk, kami langsung berjalan menuju ke Pendopo Kalisong sebagai gerbang masuk kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Kami memilih jalur pendakian yang cukup sulit namun lebih dekat untuk menuju ke Puncak Gunung Gede dan Gunung Kelir yang lokasinya berdekatan. Dalam perjalanan kami melewati Goa Song Gudel dan kami beristirahat di pos istirahat yang dekat dengan puncak Gunung Bagong. Dari pos ini kita bisa melihat pemandangan berupa menara-menara pemancar stasiun televisi dan panorama alam mirip dengan yang dilihat dari Bukit Patuk tapi pemandangan lebih tinggi dan luas.

Kawasan Ekowisata Gunung Purba Nglanggeran sendiri telah dibangun tiga gardu pandang sederhana yang juga berfungsi sebagai pos istirahat.

Perjalanan kami lanjutkan menelusuri jalan setapak yang akhirnya kami menemukan jalan bercabang, satu menuju puncak Gunung Kelir dan satunya lagi menuju puncak Gunung Gede. Kami memilih menuju ke puncak Gunung Gede terlebih dahulu. Akhirnya kurang lebih satu jam kami berhasil mencapai puncak Gunung Gede.

Gunung Gedhe adalah gunung terbesar diantara gunung-gunung lain di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran. Merupakan puncak tertinggi dari Gunung Nglanggeran, para pendaki sering menggunakan tempat ini untuk tempat istirahat dan berkemah. Pemandangan yang luas akan terlihat dari puncak tertinggi karena posisi yang sangat strategis ditengah-tengah Gunung Nglanggeran.

Dari puncak Gunung Gede, kami bisa melihat pemandangan alam yang cukup menarik. Melihat puncak Gunung Blencong 680 mdpl yang berada disebelahnya, stasiun-stasiun televisi yang terlihat jauh dibawah, pemandangan pegunungan karst di Gunungkidul yang membentang luas dan pemandangan lain yang menarik dari puncak Gunung Gede.

Menjelang sunset, kami berpindah tempat menuju ke Gunung Kelir karena untuk melihat panorama sunset terhalang oleh Gunung Kelir yang terletak di sebelah barat dari Gunung Gede. Menuju ke puncak Gunung Kelir merupakan tantangan tersendiri bagi kami dimana kami harus merayap di dinding batuan sembari memanjat layaknya orang yang melakukan panjat tebing.

Akhirnya kami tiba di puncak Gunung Kelir dan bersiap mengabadikan moment sunset di salh satu Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Matahari terbenam di balik bukit kecil di ujung barat daya dari posisi kami berada dan hari menjelang malam. Puas rasanya menikmati keindahan sunset di Puncak Gunung Kelir Kawasan Gunung Api Nglanggeran ini walaupun ketika menuruni gunung ini sempat tersesat karena hari sudah gelap dan lupa tidak membawa lampu senter.

== Informasi tambahan

Saat ini jalur pendakian menuju ke beberapa puncak Gunung Nglanggeran telah dilengkapi tali dan tangga untuk mempermudah pengunjung untuk melewati medan pendakian.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. ramli:

    Teamtouring emang selalu maknyos!

    “Prewedding di Bali”:http://www.cotax.net
    “bali photographer”:http://www.cotax.net

  2. arif:

    GK klo dikelola oleh mereka yg lebih ngeh dgn potensi GK, maka akan jadi bali selanjutnya

  3. hari nugroho:

    Pada hari Kamis, tanggal: 1 Desember 2011, kami bertiga mendaki bukit yang disebut-sebut sebagai “gunungapipurba…gunungapipurba…gunungapipurba” secara struktural batu-batu gunung itu memang menggambarkan sisa-sisa jejak adanya gunung api (karena kami bukan ahli geologi, atau geostruktur) yang entah kapan aktivitasnya. Namun bila dilihat lapisan-lapisannya di bukit itu terdapat endapan atau lapisan tanah liat (merah) yang mengundang pertanyaan: “Mungkinkah di puncak gunung api terdapat tanah liat? Menurut beberapa buku yang pernah saya baca bahwa tanah liat terjadi dari endapan yang terbawa oleh arus aliran air yang berkumpul di suatu lembah (danau, laut, rawa-rawa, dsb). Dari situ saya tidak yakin kalau di situ adalah puncaknya. Karena menurut penelusuran saya (maaf saya asli orang gunungkidul) sisa-sisa (jejak) gunungapi ini membentang dari bagian barat Kec. Patuk – Kali Pentung – Ngoro-Oro – Nglanggeran – Kec. Gedangsari hingga Kec. Nglipar. Kawasan ini semua terdapat lapisan-lapisan tanah liat (merah) alias endapan. Sehingga di mana bekas puncak gunung apinya sendiri sulit di telusuri. Kesimpulan pemikiran saya yang bukan orang ahli, bahwa kawasan itu memang jejak gunung api, yang pernah tenggalam menjadi lembah atau dasar laut (bukti endapan/lapisan tanah liat) akibat mekanisme tektonik lempeng bumi, dan kemudian terangkat kembali atau bagian lainnya merendah secara tektonik pula. Bukti lain bahwa kawasan gunungkidul pernah menjadi lautan adalah adanya batu-batu kapur yang membentang dari Kec. Purwosari, Kec. Saptasari, Kec. Playen, Kec. Wonosari, Kec. Tanjungsari, Kec.Tepus, Kec. Semanu, Kec Karangmojo, Kec. Ponjong dan Kec. Girisubo. Wallahu a’lam bi dzalik.

Kirim pendapat