Menikmati Malam di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta

Menikmati Malam di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta
Rate this post

Nama Kawasan Nol Kilometer depan Kantor Pos Besar Yogyakarta memang tidak asing bagi sebagian besar orang yang berdomisili di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Sebuah kawasan yang setiap hari khususnya malam hari ini ramai dikunjungi oleh anak-anak muda ataupun para wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Yogyakarta.

Kawasan Nol Kilometer atau Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta adalah sebuah kawasan atau titik yang menjadi patokan penentuan jarak antar daerah di Yogyakarta atau kota-kota lain di luar Yogyakarta. Banyak orang berpendapat berbeda mengenai letak titik nol kilometer tersebut. Ada yang menyebut area perempatan kantor Pos Besar, Kraton, Alun-Alun, Tugu, dan sebagainya.

Bila hari menjelang sore hari, suasana kawasan nol kilometer mulai ramai dikunjungi oleh orang-orang yang ingin menikmati suasana kota Yogyakarta. Kursi-kursi yang disediakan untuk duduk-duduk kadang tidak cukup menampung pengunjung yang datang. Kawasan titik nol kilometer ini bahkan masih tetap ramai hingga waktu menjelang subuh bila cuaca cerah. Kawasan titik nol kilometer menjadi salah satu lokasi favorit baik para anak muda maupun orang tua untuk nongkrong bersama kawan-kawan mereka.

Saat kami tiba di kawasan nol kilometer yang letaknya di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, kami kehabisan tempat untuk duduk santai. Akhirnya kami duduk di trotoar sambil menikmati suasana malam Jogja. Cukup lama kami tidak nongkrong di kawasan ini walaupun hampir setiap hari melewati Kawasan Nol Kilometer untuk sekedar berkeliling menikmati suasana kota Yogyakarta. Dari tempat ini bisa melihat pemandangan bangunan tua yang berjajar diselatan. Dari timur terlihat gedung bekas Bank Indonesia, Kantor Pos Besar Yogyakarta, dan ke barat gedung Bank BNI.

Kami memperhatikan, kawasan nol kilometer Yogyakarta merupakan kawasan yang strategis untuk berkumpul dan bersantai sambil menikmati suasana kota Yogyakarta. Namun kami merasa semakin lama kami tidak merasa nyaman ketika berada disana dari waktu ke waktu. Sebagian besar area trotoar sebelah timur digunakan untuk parkir kendaraan bermotor, cukup mengurangi kenyamanan  orang yang ingin menikmati kawasan nol kilometer.

Keberadaan parkir sepeda motor di kawasan nol kilometer Yogyakarta ini cukup mengganggu pejalan kaki dan merebut hak pejalan kaki. Padahal sebetulnya lahan parkir sepeda motor sudah disediakan di area jalan Malioboro. Entah mengapa hal ini masih tetap dibiarkan walaupun beberapa orang menulis keluhan tersebut di beberapa surat kabar dan mereka berharap kondisi kenyamanan Kawasan Nol Kilometer dikembalikan seperti semula. Selain itu apakah petugas parkir di kawasan ini benar-benar resmi karena saya menjumpai hampir semuanya tidak menggunakan seragam petugas parkir yang berwarna oranye.

Kemudian masalah banyaknya pengamen dan pengemis di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang kadang meminta dengan sedikit memaksa. Masalah kurang tertibnya pedagang dalam membuka dagangan di area ini dan masih banyak masalah lain. Mereka banyak memakai tempat area pejalan kaki dan membuat orang berdesak-desakan berjalanan melewati trotoar yang ada. Para pengamen dan pengemis kadang meminta uang dengan memaksa bila tidak diberi uang.

Bila dibiarkan terus, citra kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang nyaman untuk menikmati suasana kota Yogyakarta akan hilang. Hal ini seharusnya menjadikan pekerjaan rumah bagi pemerintah kota Yogyakarta untuk memberikan sosialisasi kepada pengunjung agar memarkir kendaraan tidak di area kawasan nol kilometer baik kendaraan bermotor beroda dua ataupun lebih. Selain itu memberikan penyuluhan kepada para pedagang agar berjualan dengan tertib dan tidak menutup badan jalan.

Semakin malam susana nol kilometer sudah kami rasa terlalu riuh yang akhirnya membuat kami meninggalkan kawasan ini dan mencoba mencari kawasan di Yogyakarta yang masih tenang dan nyaman digunakan untuk nongkrong bersama kawan-kawan.

=====

N.B. : Saat ini Kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta telah mengalami penataan dengan membersihkan kawasan ini dari pedagang kaki lima, pengamen, dan ara parkir liar dimana mengganggu kenyamanan pengunjung kawasan ini.

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Triunt:

    wah tempat ini selalu bikin kangen mas.
    pengen malem2 kesana lagi :D

Kirim pendapat