Mempelajari Kehidupan di Dusun Pesaren

Masyarakat Pesaren yang merupakan etnis China yang telah lama menetap di ujung pulau Bangka ini memiliki banyak keunikan. Baik dibidang keanekaragaman hayati, pola hidup, makanan, kesehatan, dan tradisi selama kami melakukan kegiatan KKN di tempat ini.

Dusun Pesaren terletak di ujung utara Pulau Bangka, masuk Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Disini memiliki keunikan dan cocok digunakan untuk wisata ekologi.

Kawasan Pesaren yang terletak di pesisir pantai dan banyak rawa membuat air sumur tidak dapat dikonsumsi. Warna air yang keruh dan berwarna kecoklatan ini tidak layak digunakan untuk minum karena dapat mengganggu kesehatan. Namun saat ini ketersediaan air bersih sudah mencukupi berkat pembangunan penampungan air bersih di beberapa lokasi. Air bersih tersebut berasal dari kota yang dialirkan melalui pipa-pipa yang ditanam di pinggir jalan.

Seperti halnya saya yang berasal dari Jawa, model dan bentuk pakaian masyarakat Pesaren sudah modern. Mereka telah mengikuti perkembangan mode di tanah air ini. Kadang cara berpakaian mereka terkesan norak karena selalu ingin tampil layaknya orang perkotaan.

Model rumah asli masyarakat Pesaren adalah rumah yang berbahan dasar kayu dengan atap rumah yang terbuat dari rumbia. Namun beberapa rumah telah menggunakan konsep rumah modern yang berbahan semen dan pasir layaknya rumah-rumah yang biasa kita temui di pulau Jawa. Saya mencoba merasakan tidur di dalam rumah yang beratapkan rumbia, terasa cukup sejuk dan nyaman ketika panas di siang hari menyengat. Selain itu di dekat bangunan rumah terdapat Kelenteng sebagai tempat peribadatan. Bentuknya pun beragam sesuai dengan dewa yang mendiami kelenteng tersebut.

Hal yang menarik adalah posisi pantai Pesaren yang menghadap ke arah utara sehingga kita bisa menikmati sunrise dan sunset. Saat menunggu matahari terbit, pantai telah ramai dikunjungi oleh para tengkulak dan pembeli hasil tangkapan laut karena nelayan kembali ke daratan ketika menjelang pagi. Ketika saya berjalan melihat-lihat para nelayan yang sibuk menurunkan hasil tangkapan mereka, kadang saya diberi beberapa buah hasil tangkapan mereka secara gratis. Sungguh baik hati mereka mau memberi sesuatu kepada orang yang tidak atau baru mereka kenal.

Dalam pengelolaan sampah, penduduk masih menggunakan cara primitif yakni mengumpulkan sampah kemudian dibakar. Cukup wajar mengingat tempat ini belum ada dinas kebersihan yang setiap hari mengangkut sampah seperti halnya di perkotaan. Walaupun demikian lingkungan di dusun ini masih tergolong bersih karena para penduduk cukup rajin mengumpulkan sampah dan membakarnya tiap sore hari.

Di dusun Pesaren belum terjamah oleh listrik sehingga kebutuhan listrik didapat dari penggunaan generator yang berbahan bakar bensin atau solar. Penggunaan kapal nelayan dan sarana transportasi berupa motor dan mobil juga berbahan bakar bensin. Wajar, di dusun ini ketergantungan penduduk akan Bahan Bakan Minyak (BBM) cukup tinggi mengingat konsumsi BBM per hari per kapita lebih dari 5 liter.

Tradisi mendorong kapal ketika terdapat sebuah kapal yang baru saja selesai dibuat. Kapal nelayan dibawa ke pinggir pantai dengan cara didorong melalui jalanan dan dialasi dengan batang pohon kelapa untuk mengurangi gesekan. Kerja sama antar warga menandakan bahwa di Dusun Pesaren ini telah ada sikap saling membantu satu sama lain.

Keunikan tempat ini memang cocok bagi Anda untuk menikmati eco tourism. Dan saya merasa terkesan saat tinggal di dusun Pesaren ini.

Baca Juga  Pantai Trenggole Gunungkidul Dan Batu Kubus Unik Di Tepi Pantai

Ada 25 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. marsudiyanto:

    Menikmati cerita dan gambar2 keindahan alam di sini…
    Maju Terus buat Team Touring.

  2. Wisata Riau:

    asyik banget nih…… kapan yah aku bisa traveling…. kesini dan ktemu team turing……

  3. geblek:

    wogh keren kapal bisa jalan lewat jalan aspal :)

  4. gajah_pesing:

    Sangar.. Marai pengen dolan mrono

  5. Tony:

    seru banget ya bisa begitu :)

  6. wibisono:

    wah keren.. pingin dolan2 kayak gitu….

  7. Halaman Putih:

    Etnis Cina dimana2 selalu ada ya… Alamnya masih asri, terlihat sejuk dan segar.

  8. Pencerah:

    wah mangtafff
    asyik juga bisa menikmati kekayaan ragam budaya negara kita

  9. sobatsehat:

    asyiknya ke pesaren. om saya juga asli babel nih. jebus
    sebagai orang babel saya justru belum pernah ke pesaren. belinyu ya om
    oh ya om……………mari kita majukan blogger babel. mungkin bisa kita buat community blogger babel. sepakatkah ?

  10. Pradna Satunya:

    kalo kesini mesti disuguhi sajian alam Indonesia yg luar biasa

  11. haris:

    kapan2 aku ingin ke sana!

  12. zam:

    foto yg ndorong kapal itu keren banget!

  13. Gandi Wibowo:

    Bukan saya ikut2an, tapi foto terakhir emang keren.. i like it :D

    BTW listrik disana generatornya di setiap rumah? wah.. gak kebayang.

  14. racheedus:

    Saya juga barusan jalan-jalan ke kampung nelayan Karangsong Indramayu. Banyak kapal-kapal besar yang sedang dibuat atau diperbaiki. Sayang saya belum sempat nanya gimana caranya membawa kapal segitu besar ke pinggir pantai. Ternyata jawabannya di sini.

  15. attayaya:

    sooooooo beautifull

  16. attayaya:

    so beautipul
    i lop yu pul

  17. retnet:

    kayaknya asik tuh rame-rame dorong perahu..

  18. Edi Psw:

    Wah, pemandangannya masih asri banget.
    Pasti asyik pergi ke sana.

  19. Arel:

    Wah…blog yang menarik mas… pantes untuk diangkat sbg blog terbaik dlm kontez pada pesta blogger 2009…hehehe… btw…ngemeng-ngemeng semua tempat itu pernah dikunjungi ya mas???…

    Salam kenal dan salam berkunjung…….

    Arel

  20. wi3nd:

    asri pisan ya no :)
    ituh y9 bawa2 kapal ituh san9ad meyentuh,kebersamaannya masih san9ad kentaL….

    **uda vote yaa.. 9ood Luck yaa :)

  21. Seti@wan Dirgant@Ra:

    mendorong perahu yang paling menarik buat saya. Cermin sikap gotong royong yang sudah langka dikalangan masyarakat perkotaan.

    nice posting.

  22. anjani:

    keanya enak tuh disana mau donk…

  23. nova:

    Hiiii, sy org asli Pesaren loch, berarti gak salah sy bangga jd org pesaren. Kalo mau ke sana lagi butuh gaet cari sy aja. Hidup Muk ka Theu

  24. rudis:

    wah rasa kekompakan itu masih ada seru dorong kapal ramai2

  25. PriskAprilia:

    Makasih banget udah ceritain ttg pesaren kampung halamanku..biar hal2 yg unik bisa dibagi, gk cuma tersembunyi..

Kirim pendapat