Melihat Kondisi Transportasi Laut Penyeberangan Jawa Bali

Melihat Kondisi Transportasi Laut Penyeberangan Jawa Bali
3 (60%) 1 vote[s]

Saat melakukan perjalanan darat menuju pulau Bali dari Yogyakarta, pasti menggunakan transportasi penyebrangan kapal ferry untuk menyebrang ke pulau Bali. Beberapa tahun yang lalu, kondisi transportasi penyebrangan ini cukup memprihatinkan dan jauh dari kelayakan sebagai sarana transportasi umum. Namun perlahan-lahan pihak ASPD selaku pengelola transportasi laut untuk umum mulai menyadari dan melakukan pembenahan.

Penyeberangan Laut Antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali yang melewati Selat Bali dikelola oleh PT. ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Indonesia dengan angkutan berupa kapal ferri berukuran kecil.

Suasana Anjungan Kapal Ferry

Pertengahan tahun 2012 menjadi kali pertama saya menggunakan transportasi penyebrangan ferry setelah dilakukan pembangunan dan pembenahan pelabuhan Ketapang. Meski tiba di pelabuhan Ketapang pada waktu dini hari, saya menemui banyak perubahan mengenai pelabuhan penyebrangan ini. Kondisi pelabuhan Ketapang ini cukup berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika saya menggunakan transportasi penyebrangan laut ini.

Gerbang masuk pelabuhan Ketapang yang baru ini mirip dengan pintu masuk jalan tol lengkap dengan daftar retribusi untuk naik kapal penyebrangan (ferry). Area pelabuhan Ketapang terlihat cukup bersih dan terawat karena sepertinya sudah menjalankan standar kebersihan kawasan umum. Namun tetap saja ada penumpang atau pengendara mobil pribadi yang membuang sampah sembarangan ke jalan saat sedang mengantri meniaki kapal ferry. Mungkin karena malam hari, tidak banyak petugas yang mengawasi dan menegur orang yang membuang sampah di kawasan umum ini.

Baca Juga  Bukit Kembar Gobleg, Panorama Danau Buyan Dan Tamblingan Dari Atas Bukit

Orang-orang yang tidak berkepentingan berada di area pelabuhan seperti pengamen, pengemis, preman, dan sebagainya sudah mulai dibersihkan dari area pelabuhan karena cukup meresahkan pengguna transportasi penyebrangan. Beberapa polisi berpatroli mengelilingi kawasan pelabuhan Ketapang untuk mengawasi dan melakukan pengecekan terhadap para penumpang. Seperti pengamanan untuk menuju ke pulau Bali diperketat seiring banyaknya acara berskala internasional yang diselenggarakan di pulau tersebut.

Parkir Kendaraan di Kapal Ferry

Tanpa mengantri lama, kendaraan bus yang saya tumpangi langsung masuk ke dalam kapal ferry. Selanjutnya sesuai standar keamanan, para penumpang kendaraan diharapkan keluar menuju ke anjungan kapal. Memasuki anjungan kapal, kursi-kursi yang dipasang sudah diperbaiki dan kondisinya cukup bersih. Disediakan pula ruangan khusus ber AC dengan hiburan televisi yang terdapat larangan merokok di ruangan tersebut. Fasilitas pendukung seperti musholla dan kamar mandi juga terawat dengan baik dan gratis digunakan untuk pengguna kapal.

Selain itu bagian geladak kapal ditutup sehingga penumpang hanya bisa berkeliling di seputar anjungan saja. Di area anjungan kapal terdapat warung makan walaupun masih ada  pedagang minuman gendong yang jumlahnya dibatasi setiap kapal ferry. Pengamen dilarang berada di kapal ferry diharapkan pengguna transportasi ini lebih nyaman karena dahulu banyak pengamen yang memaksa penumpang memberikan uang sejumlah tertentu. Hanya berselang satu jam akhirnya saya tiba di pelabuhan Gilimanuk dan saya langsung kembali menuju ke bus untuk meneruskan perjalanan ke Denpasar.

Baca Juga  Pantai Gesing, Pantai Nelayan Paling Barat Di Gunungkidul

Secara keseluruhan transportasi penyebrangan antar pulau khususnya dari pulau Jawa menuju pulau Bali begitu sebaliknya sudah cukup layak. Meskipun masih perlu pengawasan ketat terhadap orang-orang yang berkepentingan di kawasan pelabuhan seperti para pedagang. Selain itu jangan sampai terulang kejadian area pelabuhan kemasukkan orang-orang yang meresahkan pengguna transportasi seperti pencuri, preman, dan sebagainya. Kondisi yang nyaman seperti ini harus tetap dipertahankan untuk menjaga citra transportasi yang sebagian dimanfaatkan oleh masyarakat kelas bawah agar tetap layak dan nyaman digunakan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat