Prosesi Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo Yogyakarta

Prosesi Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo Yogyakarta
Rate this post

Pantai Parangkusumo yang berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis tidak lepas disebut sebagai kawasan mistis dan religi yang sering digunakan untuk ritual budaya ataupun upacara keagamaan. Mendekati Hari Raya Nyepi, Pantai Parangkusumo digunakan oleh Umat Hindu yang tinggal di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk melakukan prosesi upacara Melasti.

Upacara Melasti kadang disebut Labuhan Suci (Melasti Ceremony) memiliki makna menghilangkan kotoran diri dari jagat raya yang disimbolisasikan dengan labuhan sesaji ke laut serta menyucikan arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala manifestasi-Nya (sumber:artikel Melasti dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia). Upacara Melasti dilaksanakan tiga atau empat hari sebelum Hari Raya Nyepi.

Peserta Upacara Melasti Pantai Parangkusumo Parangtritis Mulai Berdatangan

Upacara Melasti digelar di tepi Pantai Parangkusumo pada siang hari yang dihadiri ribuan umat Hindu yang tersebar di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya dilakukan pengambilan air suci ’’Nuur Toya Suci’’ di Sendang Beji. Selanjutnya umat Hindu berkumpul di Pura Jagatnatha, Plumbon, Banguntapan, Bantul untuk memanjatkan doa kemudian rombongan bergerak menuju ke Pantai Parangkusumo.

Sesaji Upacara Melasti Pantai Parangkusumo Parangtritis Ditaruh Diatas Meja yang Dilapisi Kain Putih dan Kuning

Beberapa umat Hindu yang berasal dari wilayah lain langsung ke menuju lokasi Upacara Melasti. Umat Hindu yang akan melaksanakan Upacara Melasti rata-rata menggunakan pakaian adat Bali yang berwarna putih atau cerah sambil membawa sesaji. Ada sebagian kecil umat Hindu mengenakan pakaian adat Jawa. Mereka membawa sesaji mereka ditepi laut kemudian meletakkannya pada meja yang beralaskan kain berwarna kuning sambil menata sesaji yang dibawa dan membakar beberapa batang dupa.

Prosesi Upacara Melasti dalam Babad Bali merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi. Melasti juga disebut juga melis atau mekiyis bertujuan untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci (angemet tirta amerta) untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber/ mata air yang disucikan. Bagi pura yang memiliki pratima atau pralingga seyogyanya mengusungnya ke tempat patirtan tersebut di atas.

Rangkaian Upacara Melasti Pantai Parangkusumo Parangtritis

Umat Hindu yang berdatangan setelah meletakkan sesaji langsung menggelar tikar secara berjajar menghadap ke laut sambil menunggu kedatangan umat yang lain. Setelah area yang digunakan untuk melaksanakan Upacara Melasti penuh, upacara dimulai dan dipimpin oleh seorang begawan atau pendeta.

Prosesi pembacaan doa dan pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, umat akan mengikuti ritual tersebut dengan hening dan khidmad. Sang begawan (pendeta) mengalunkan mantra berupa kidung-kidung yang indah dengan alunan gamelan Bali, umat akan menjunjung tangan dengan bunga di ujung jari. Mereka memuji Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memohon pengampunan dan berkat (sumber: Parisada).

Ritual Doa Dalam Upacara Melasti Pantai Parangkusumo Parangtritis

Upacara berlangsung khidmat dan tenang, para umat Hindu terlihat khusyuk dalam mengucapkan mantera-mantera doa. Kemudian ada ritual pengambilan air suci yang berasal dari laut oleh sekelompok iring-iringan yang kemudian dibawah kembali menuju ke tempat begawan dengan tarian oleh sekelompok wanita.

Dalam rangkaian upacara Melasti ini, pemuka agama Hindu juga akan berjalan ke tepi pantai untuk mengambil air laut dan memasukkan ke dalam gentong yang telah diisi air dari tiga mata air. Kemudian gentong tersebut dibawa kembali dan selanjutnya air suci tersebut akan dibagi-bagikan kepada umat.

Ritual Percikan Air Suci Dalam Upacara Melasti Pantai Parangkusumo Parangtritis

Prosesi pembagian air suci dilakukan oleh para pendeta yang mengiringi bengawan (pemimpin upacara) sambil diawasi dan dijaga oleh Pecalang yang berbaju hitam. Para umat melakukan ritual dengan tertib sambil menunggu waktu pembagian air suci dimana para pendeta berjalan dari depan ke belakang memberi air suci satu per satu.

Sebagai penutup dari Upacara Melasti adalah dilabuhnya berbagai macam sesaji ke Laut Selatan. Seluruh umat yang hadir harus menyentuh air laut sebagai simbolisasi penghanyutan segala kekotoran. Bunga-bunga yang dipegang oleh umat pun turut dilarung.

Melabuh Sesaji Dalam Upacara Melasti Pantai Parangkusumo Parangtritis

Setelah selesai melakukan ritual doa, umat Hindu berjalan menuju ke tepi laut sambil membawa sesaji kemudian dilarungkan ke laut sebagai simbolisasi menghanyutkan sebaga macam keburukan. Sesaji yang beraneka macam tersebut dilarung ke laut dan menjadi rebutan para wisatawan yang sedang menoton Upacara Melasti ini. Proses melarung sesaji merupakan ritual terakhir Upacara Melasti dan umat Hindu berjalan meninggalkan lokasi.

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. kombor:

    upacaranya minggu ya? aku ajak anakku ke parangtritis hari itu kok nggak mau dan milih di rumah saja. ya sudah, aku ke kebun saja :)

    btw, minggu dan senin tidak turun hujan. apa ada hubungannya dengan melasti ya?

  2. pututik:

    beneran mas, itu hasil fotonya bagus banget, kalo yang belakang agak di blur dikir maknyuss deh

  3. xitalho:

    apik… I like it…. lanjut dab

  4. Rusa:

    Nyasar ke sini hanyalah membuat galau oengen jalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat terindah di negeri ini –“

Kirim pendapat