Hening dan Khidmat Mewarnai Prosesi Melasti di Pantai Ngobaran

Prosesi Upacara Melasti merupakan rangkaian peribadatan Umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Kawasan Pantai Ngobaran merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk penyelenggaraan Prosesi Upacara Melasti di sekitar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyelenggaraan Upacara Melasti di Pantai Ngobaran biasa dilaksanakan sebelum diselenggarakan Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo.

Upacara Melasti di Pantai Ngobaran terletak di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul. Prosesi upacara ini berpusat di area Pura Segara Wukir yang dibangun di sebelah timur Pura Kejawen Pantai Ngobaran.

Iring-Iringan Peserta Upacara Melasti Ngobaran

Lokasi Pantai Ngobaran dipilih karena di area pantai tersebut dibangun sebuah pura bernama Pura Segara Wukir. Sejak pagi kawasan Pantai Ngobaran telah ramai dengan persiapan umat Hindu untuk menjalankan Upacara Melasti. Menjelang siang hari, prosesi Upacara Melasti di Pantai Ngobaran dimulai dari arak-arak umat Hindu dengan membawa sejumlah gunungan yang berisi bermacam-macam sesaji dari berbagai pura di daerah Gunungkidul dan DIY.

Arak-arakan ini dipimpin oleh para wasi (pemangku) dan pinandita serta diikuti oleh umat Hindu secara khusyuk. Arak-arakan ini dimulai dari pertigaan Pantai Ngrenehan-Ngobaran dan berakhir di depan Pura Segara Wukir. Penyelenggaraan Upacara Melasti tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Upacara Melasti diselenggarakan di depan area Pura Segara Wukir karena area dalam pura tidak cukup menampung banyaknya umat. Sesaji dan persembahan yang dibawa oleh rombongan arak-arakan diletakkan di meja pura yang dilapisi kain berwarna kuning.

Upacara Melasti kadang disebut Labuhan Suci (Melasti Ceremony) memiliki makna menghilangkan kotoran diri dari jagat raya yang disimbolisasikan dengan labuhan sesaji ke laut serta menyucikan arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala manifestasi-Nya (sumber:artikel Melasti dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia).

Peletakan Sesaji

Para umat Hindu yang telah meletakkan sesaji dan persembahan diatas meja dipersilakan untuk duduk ditempat yang disediakan untuk memulai kegiatan peribadatan. Para pecalang sibuk mengatur para umat Hindu yang baru datang agar segera duduk di tempat yang disediakan dan prosesi upacara segera dilaksanakan. Beberapa patah kata sambutan dan pentas seni mewarnai Prosesi Upacara Melasti sebelum peribadatan dimulai.

Baca Juga  Sajian Bubur Kacang Hijau di Warung Burjo Murni

Acara demi acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Pendeta berbaju putih-putih duduk dibarisan paling depan melantunkan mantera sambil membakar dupa. Tidak lama kemudian serombongan pendeta melakukan ritual di dalam Pura Segara Wukir untuk berdoa kemudian kembali ke tempat semula. Lantunan matera doa dilakukan sambil diikuti prosesi melabuh sesaji yang khusus dilakukan oleh para pendeta. Saat sesaji tersebut dilabuhkan, penonton yang berada tidak jauh dari tempat tersebut langsung lari ke laut untuk berebut sesaji yang telah dilabuhkan. Tampak keriaan salah satu penonton yang berhasil mendapatkan itik hidup yang sengaja dilabuhkan ke laut.

Selanjutnya dilakukan ritual pembagian air suci oleh pendeta kepada seluruh umat Hindu yang hadir ditempat tersebut. Para umat Hindu khusyuk menyambut percikan air yang dilakukan oleh pendeta yang membawa air suci keliling menghampiri para umat. Lantunan matera doa dilafalkan oleh para pendeta dan para umat mengikutinya. Suasana tampak hening dan khidmat saat umat Hindu melakukan doa bersama.

Prosesi pembacaan doa dan pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, umat akan mengikuti ritual tersebut dengan hening dan khidmat. Sang begawan (pendeta) mengalunkan mantra berupa kidung-kidung yang indah dengan alunan gamelan Bali, umat akan menjunjung tangan dengan bunga di ujung jari. Mereka memuji Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memohon pengampunan dan berkat (sumber: Parisada).

Prosesi Melasti Ngobaran

Acara terakhir ditutup dengan melarung sesaji ke laut oleh seluruh umat Hindu yang hadir dalam Prosesi Upacara Melasti di Pantai Ngobaran. Berbagai sesajen tersebut dimaksudkan sebagai persembahan, penghormatan, dan sekaligus permohonan kepada Dewa Baruna sebagai penguasa laut dan kepada Kanjeng Ratu Kidul selaku penguasa Pantai Selatan agar para umat Hindu diberikan kekuatan dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Setelah Prosesi Upacara Melasti di Pantai Ngobaran selesai, sebagian umat Hindu langsung meninggalkan lokasi dan sebagian lagi berwisata di seputar Pantai Ngobaran, Ngrenehan, dan Nguyahan.

Baca Juga  Siomay Kang Wahyu, Kuliner Siomay Di Tepi Jalan Jogja-Solo Kalasan

Upacara Melasti di Pantai Ngobaran ini tergolong sepi dari pemberitaan dan kunjungan wisatawan. Meski Prosesi Upacara Melasti ini terlihat menarik, acara semacam ini sebenarnya bukan merupakan tontonan dan hormatilah umat lain dalam menjalankan ibadahnya. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. jarwadi:

    ternyata kemarin ke ngobaran ya, saya malah kelupaan jadwal acara ini, hehe

Kirim pendapat