Matahari Terbit Di Desa Kecil Kalibening Banjarnegara

Setelah semalam tidur dengan kedinginan di rumah Reza, sebelum matahari terbit kami dibangunkan untuk menjalankan shalat Subuh di musola yang terletak di depan rumah. Sambil berjalan menuju musola, Reza menceritakan peristiwa sunrise yang unik di desanya, desa Sikumpul. Katanya, peristiwa sunrise atau matahari terbit disini memiliki keunikan sendiri dimana tidak terlihat jelas jeda antara malam dengan pagi.

Desa Sikumpul, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara terletak disebuah bekas kawah gunung berapi purba yang telah mati jutaan tahun yang lalu. Dapat terlihat jelas struktur tanah dan pegunungan yang mengelilingi desa tersebut.

Pemandangan Sebelum Sunrise Di Kalibening

Kami pun tidak kembali tidur setelah shalat Subuh, menunggu di depan rumah untuk melihat sunrise. Di depan rumah Reza terdapat hamparan sawah yang luas yang tidak terhalang apapun sehingga cocok untuk menyambut datangnya sunrise. Diujung timur terdapat pegunungan yang memanjang dari sisi selatan hingga melingkar ke ujung sebelah barat.

Pegunungan Di Sebelah Utara Kalibening

Kami menunggu sambil minum teh hangat khas daerah tersebut. Daerah tersebut terdapat sebuah pabrik teh yang seluruh hasil produksinya diexport ke negara asing seperti Jepang dan Korea. Rasa teh tersebut berbeda dengan teh yang kami minum di Brebes, rasa teh tersebut tidak sepet namun ada keunikan tersendiri. Warna teh juga tidak coklat kehitaman dan pekat namun berwarna coklat bening hampir mirip dengan teh yang beredar di pasaran. Aromanya tidak tajam, namun memiliki sensasi sendiri saat anda menghirup aromanya. Teh tersebut disajikan langsung diseduh air panas tanpa ditambah bahan – bahan lain seperti bunga melati dan sebagainya.

Baca Juga  Parkir Inap Mobil Di Sekitar Semarang

Sesaat Ketika Matahari Terbit Di Sebelah Timur Kalibening

 

Akhirnya sunrise yang ditunggu tiba dan Beberapa puluh detik berlalu, sinar matahari telah menyilaukan mata. Kabut yang menutupi hamparan sawah dan jalan perlahan-lahan mulai menghilang. Lalu lintas di jalan depan rumah mulai ramai dengan anak-anak yang berangkat menuju ke sekolah.

Pemandangan matahari terbit di daerah Kalibening memang menarik untuk dinikmati meskipun bukan merupakan kawasan wisata. Lokasi desa Kalibening yang berada diantara pegunungan dan suasana masih asri menjadi salah satu daya tarik utama tempat ini. Hamparan sawah yang masih hijau dan terlihat luas hingga ujung membuat pemandangan semakin menarik. Namun tidak diketahui area persawahan ini bertahan karena pembangunan kawasan desa ini cukup pesat dan membutuhkan lahan pembangunan yang cukup luas. (text/foto: annosmile)

Ada 23 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mierz:

    waaah, kalibening banjarnegara ya ??
    aku tau ( aku kan wong mbanjar,qqq)

    enak, dingin, seger di kalibening…

  2. Sassie Kirana:

    Wow…its amazing..kapan ya bisa menikmati suasana pedesaan kaya gitu…sumpe deeeeh pengeeennn ehehehe

  3. balisugar.com:

    Walah minum teh setiap hari gak pake gula kesukaanku, biasanya kalau ingin teh enak ibuku ngirim dari Jawa di paketin, meski disini pun ada tapi lebih apdol dari sono.

    Yah pokoknya teh asli dari kebunya jawa kek, kirimin aku donk teh nya sekilo :lol:

  4. audy:

    waaah kereeen bangettttt….. dari kesan yang gelap…tau2 jadi hamparan sawah… apalagi sambil minum teh yaaah….

  5. Wayan:

    Wah.. jadi inget waktu KKN th 99 di desa Sikumpul. Memang sebuah desa yang indah… Hamparan Kebun teh milik PT Pagilaran juga membuat panorama yg sangat indah, mungkin lebih indah daripada Puncak bogor kali.. :) Mudah2 an nantinya dapat dikelola sbg salah satu objek wisata oleh pemerintah setempat. Kalau touring pasti sangat asyik sekali… kalau dari pekalongan akan menemui hutan pinus yg asri. dari kalibening lanjut ke wanayasa dan dataran dieng.. wuih pasti indah banget dah… Salam..

  6. pecinta Indonesia:

    emang bener kalau sikumpul itu bekas kawah purba?

    jadi pingin pulang ke kalibening.

  7. pinsiltempur:

    mas, reza rumahnya di deket SD ya? bapaknya reza berewok trus ibunya pake kacamata minus yg tebel banget kan? aku tuh dulu muridnya ibunya reza

    • annosmile:

      yak betul
      wah orang kalibening ya :)

  8. mubarch:

    kali bening emang indah ko…… saya sendiri juga betah di kalibening bagi yang mau jalan2 ke wisata alam bisa di pandu ko. mau ke curuk sinoman air panas condong atau ke hutan2 bisa di pandu oleh kami.kalau asal usul desa sikumpul di atas gunung berapi yang udah mati emang iya siapa saja bisa tanya ke sesepu desa setempat.

  9. eva suryana:

    wah….
    pd pengen ke kalibening ya!!!!

    kalo ke kalibening pada mampir tempat aku…

  10. eva suryana:

    oya……… nanti kalo ke kalibening aku ajak jalan2….
    tp kl aku pas dirumah

  11. edi:

    Mba Eva emang rumahnya disebelah mana pasar kalibening..

  12. edi:

    tenan aku boleh mampir ke rumah sampean, apa kira-kira kagak kerepotan

  13. Afdul Qosid blogs:

    Ding!n mana ama di kulkas

  14. lesmana:

    nice smal village makanya aku betah, liburan di new zeland kemarin juga ga se indah kalibening

  15. Budy:

    Pokoke kalibening siiip lah! komennya semene disittt! Pokoke Kl kklbeng jgn lupa ksydengok gitu azzzza.

  16. Gogon marigon:

    Pokoknya kalibening mantep, indah n sejuk.

  17. achay:

    aja kelalen ya nek neng kalibening mampi neng umahq.kapan maring kalibening maning?

  18. Aaslixben..ciledug:

    Kawah purba tepate neng dukuh rawan{banurjo}kelurahane ya sikumpul..lewih luas maning cakupane arane puter rawa..aq wong banurjo..maintenant mesin pabrik teh adine nyg aji..sapa angger dolan kalibening mampir ngumahe nyg..tp syange nyg ora neng ngumah..neng ciledug tgr

  19. H. Kaid Susanto:

    alhamdulillah saya asli Dk. Banurejo/Rawan Kel. Kalibening Banjarnegara, asli kawah purba, walau kini jauh di Jambi tetap rindu dan kangen tanah kelahiran, disana khusunya kecamatan Kalibening banyak sekali potensi wisata yang sangat menjanjikan bila dikembangkan ada kili anget, gunung condong dll, ditata dan pemerintah peduli, alam dan penduduknya sangat menarik, sayangnya sudah banyak hutan-hutan yg dibiarkan gundul yg berpotensi terjadi bencana longsor.

    • admin:

      Hi H. Kaid Susanto, benar sekali komentarnya pak, semoga masyarakat segera sadar tetap pentingnya fungsi hutan. Kegiatan reboisasi perlu segera digalakkan untuk menyelamatkan lingkungan sekitar Kalibening :-)

    • maryo:

      dukuh rawan sekarang sudah mulai maju, dah banyak wiraswasta ga cuma ngandelin pertanian< yg usaha tani juga mulai maju berkat tanaman cabe dll karena ga cuma ngandelin tanaman jagung. dulu juga ada yg maju dan terkenal dan sekarang sdh ga ada penerus yaitu pande besi hampir punah tinggal 1 yg masih buka

  20. basirun:

    aku due batir tapi rung tau ming ngonoh … ana apa maning nang kono

Kirim pendapat