Masjid Siti Djirzanah, Masjid Bercorak China Di Kawasan Malioboro

Masjid Siti Djirzanah merupakan salah satu masjid yang berada di sekitar kawasan Malioboro. Masjid ini tergolong baru karena baru diresmikan pada 10 Agustus 2018 dan sebelumnya digunakan sebagai bangunan pertokoan. Dari luar, arsitektur bangunan yang digunakan cukup unik karena cukup kental dengan gaya China-Hindia.

Masjid Siti Djirzanah beralamat di Jalan Margo Mulyo No. 25, kelurahan Ngupasan, kecamatan Gondomanan, kota Yogyakarta 5122.

Lokasi Masjid Siti Djirzanah berada di kawasan Malioboro tepatnya di tepi Jalan Margo Mulyo atau dahulu bernama Jalan Jendral Ahmad Yani. Posisi Masjid Siti Djirzanah berada diseberang Pasar Beringharjo Yogyakarta. Banguna masjid ini diapit oleh Toko Elektronik Sumber Cahaya pada sisi selatannya dan Toko Batik Soenardi pada sisi utaranya.

Masjid Siti Djirzanah dibangun atas tanah seluas 147 meter oleh keluarga mantan Walikota Yogyakarta yait Herry Zudianto. Pembangunan masjid di kawasan Malioboro ini didasari atas keinginan secara spontan Herry Zudianto untuk membangun masjid di kawasan Malioboro setelah tahun 2015 atau setelah ibunya yang bernama Siti Djirzanah meninggal dunia.Walaupun di sekitar kawasan Malioboro sudah banyak terdapat masjid namun kebutuhan tempat ibadah tersebut belum memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke Malioboro. Akhirnya ketika ada kabar sebuah toko di sekitar Malioboro yang akan dijual, akhirnya segera dibeli oleh Herry Zudianto.

Desain bangunan Masjid Siti Djirzanah melibatkan Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY karena letaknya berada di kawasan sumbu filosofis Yogyakarta. Arsitektur masjid akhirnya diputuskan dengan corak ala China atau Asia Timur menyesuaikan sejarah bangunan masa lampau di daerah Malioboro khususnys sekitar kawasan Pasar Beringharjo. Masjid ini dibangun dengan 2 (dua lantai) tanpa menggunakan kubah. Pada lantai bawah digunakan untuk jamaah perempuan sedangkan lantai atas digunakan untuk jamaah laki-laki. Kamar mandi dan tempat berwudlu dibangun di area lantai dasar terpisah untuk laki-laki di sisi kiri dan wanita di sisi kanan. Kondisinya cukup terawat dengan baik dengan kualitas air yang cukup bersih. Kesan megah terlihat dari luar maupun ketika memasuki bagian dalam bangunan masjid. Hampir seluruh dinding masjid dilapisi granit import berwarna biru sehingga memberikan dominasi warna biru ketika memasuki bagian dalamnya, Selain itu penggunaan plafon yang dapat menyerap sinar matahari dapat mengurangi ketergantungan pada lampu.

Pengunjung yang akan memasuki bangunan Masjid Siti Djirzanah akan disambut dengan tulisan berbahasa Mandarin, Qingzhensi () yang bermakna masjid. Pada bagian bawahnya terdapat jam raksasa berbentuk lingkaran. Suasana bagian dalam masjid cukup dingin karena menggunakan pendingin ruangan atau ac. Kondisinya cukup bersih dan terawat karena ada takmir masjid yang aktif menjaga tempat ini.

Baca Juga  Daftar Nama dan Alamat Pura Di Pekanbaru

Secara keseluruhan Masjid Siti Djirzanah menjadi salah satu pilihan masjid selain masjid yang berada di kantor DPRD DIY, Masjid Sulthoni Kepatihan, dan masjid-masjid yang berada di dalam perkampungan sekitar Malioboro. Pengunjung atau jamaah yang berkunjung ke masjid ini diharapkan tetap menjaga kebersihan dan ketenangan seperti halnya berada di masjid-masjid yang lain. Berfoto di dalam masjid diperbolehkan namun jangan sampai menganggu jamaah lain yang sedang beribadah. Selain itu perlu diketahui bahwa masjid ini tidak buka 24 jam dan pintu masjid akan ditutup malam hari selepas waktu shalat Isya. Hal ini dikarena untuk mencegah masjid digunakan sebagai tempat bermalam atau menginap sehingga mengganggu kegiatan ibadah pada keesokan harinya. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Masjid Siti Djirzanah
Jl. Margo Mulyo No. 25, kelurahan Ngupasan, kecamatan Gondomanan, kota Yogyakarta 5122.

Kirim pendapat