Masjid Pathok Nagari Plosokuning

Rate this post

Tidak banyak yang tahu bahwa sekitar pemukiman dan perumahan di kawasan Minomartani Sleman terdapat bangunan masjid yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Kraton Yogyakarta. Masjid dengan nama lengkap Masjid Pathok Nagari Sulthoni Plosokuning telah berusia ratusan tahun dan hingga saat ini proses renovasinya tidak mengubah struktur dan bangunan masjid.

Masjid Pathok Nagari Sulthoni Plosokuning beralamat lengkap di Jl. Plosokuning Raya Nomor 99, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Merupakan salah satu dari masjid Pathok Nagari milik Kraton Yogyakarta. Nama Plosokuning sendiri diambil dari nama pohon Ploso yang mempunyai daun berwarna kuning. Dahulu letak pohon ini berada di sekitar 300 meter sebelah timur masjid namun sekarang sudah tidak ada.

Masjid Ploso Kuning

Lokasi Masjid Pathok Nagari Plosokuning tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta dan berjarak kurang dari 10 kilometer. Perjalanan lebih ditempuh bila melalui ringroad utara dan melewati Terminal Condongcatur karena merupakan rute singkat. Namun karena lokasinya ditengah-tengah pemukiman padat penduduk dan banyaknya tikungan jalan sempat membuat kami tersesat saat melakukan perjalanan menuju ke masjid ini.

Posisi Masjid Pathok Nagari Plosokuning berada di tepi jalan namun untuk memasukinya melalui gerbang masuk harus memutar melewati perkampungan penduduk. Saat tiba di Masjid Plosokuning menjelang siang, suasana sekitar masjid cukup ramai karena sedang jam kepulangan murid TK di samping masjid.

Masjid Pathok Nagari Sulthoni Plosokuning berdiri di atas tanah Kasultanan Yogyakarta seluas 2.500 m² dengan luas 288 m². Seiring bertmabhanya waktu, pengembangan bangunan masjid Plosokuning menjadi 328  m². Masjid Pathok Nagari Plosokuning merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Indonesia.

Kuncup Masjid Ploso Kuning

Bangunan Masjid Pathok Nagari Plosokuning memiliki kemiripan dengan dengan bangunan Masjid Kotagede dimana terdapat kolam yang mengelilingi bagian depan atau serambi masjid dan dibagian belakang masid terdapat sebuah kompleks makam tua. Kolam tersebut terisi penuh dengan air dan berisi banyak ikan untuk memperindah lingkungan masjid. Kondisi bangunan masjid tampak asli dan belum mengalami perbaikan yang merubah keaslian bentuk bangunan.

Baca Juga  Bakmi Jawa Mbah Mo, Kuliner Melegenda Dari Pelosok Desa Bantul

Mahkota atau kuncup masjid juga memiliki keunikan bila diamati dengan teliti. Memiliki kemiripan dengan mahkota Masjid Gedhe Kraton Yogyakarta namun ukurannya lebih kecil yang menandakan masjid tersebut berada dibawah Masjid Gedhe Kraton Yogyakarta. Bentuknya masih dipengaruhi budaya Hindu-Jawa dan menurut informasi terbuat dari tanah liat.

Sejarah Masjid Pathok Nagari Sulthoni Plosokuning dibangun Sultan Hamengku Buwono III yang memerintah pada tahun 1812-1814. Tidak diketahui tanggal tepatnya pendirian masjid ini namun waktunya bersamaan dengan pengangkatan Kyai Raden Mustafa (Hanafi I) menjadi Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berkedudukan di Plosokuning.

Memasuki bagian serambi masjid Plosokuning, kondisinya mengalami renovasi pada lantai yang diganti dengan keramik dan tiang-tiang kayu yang mengalami pengecatan. Bedug da kentongan masih terlihat utuh dan ditempatkan pada sisi kiri serambi. Memasuki bagian utama atau dalam masjid, kondisinya terlihat masih asli dan terawat dengan baik. Tiang-tiang kayu yang tidak dicat, arsiran dinding yang masih terawat, dan mimbar kayu yang terlihat kokoh memberikan kesan bahwa masjid ini berusia ratusan tahun.

Sempat kami mengobrol dengan salah satu pengurus masjid dan banyak mendapati banyak cerita mengenai Masjid Pathok Nagari Sulthoni Plosokuning ini. Kegiatan-kegiatan yang terjadi di Masjid Plosokuning tidak luput diceritakan hingga kedatangan bermacam-macam orang yang penasaran dengan masjid ini. Pada waktu tertentu dilaksanakan tradisi Bukhorenan yang sudah menjadi bagian dari tradisi kraton yang lestari hingga sekarang. Maksud dan tujuannya tidak lain adalah untuk mengkaji ajaran dan tuntunan Nabi dengan membaca dan memahami hadist-hadist yang terdapat dalam Sahih Bukhari.

Baca Juga  Penasaran Dengan Bekas Lokasi Syuting Film HOS Tjokroaminoto

Masjid Pathok Nagari Sulthoni Plosokuning memang menarik untuk dikunjungi karena arsitektur masjid yang unik dan masih dipertahankan keasliannya. Selain itu cocok digunakan wisata religi berupa masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun demikian kita harus wajib menjaga tata krama dan sopan santun selama berkunjung ke masjid yng masih digunakan sebagaitempat beribadah ini. (text/foto: annosmile)

 

 

 

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fajar:

    mangkat wes.. eh tapi yo aku bingung ding.. lewat dalan dalan kono..

  2. EventJogja:

    Masjid bersejarah, semoga makin bnyk yg peduli akan nilai sejarah

Kirim pendapat