Masjid Kraton Kartasura

Masjid Kraton Kartasura
3 (60%) 1 vote

Salah satu sisa peninggalan Kraton Mataram Kartasura yang masih utuh adalah sebuah masjid Kraton Kartasura yang berada di dalam area benteng yang melingkar dan di sebelah selatan dari area pemakaman. Dari luar, bentuk gerbang masuk ke kawasan Masjid Kraton Kartasura terlihat telah mengalami pemugaran karena kondisi tembok yang masih terlihat baru.

Masjid Kraton Kartasura atau yang bernama asli Masjid Hastana Karaton Kartasura kono nmerupakan masjid tertua dan peninggalan Kraton Kartasura.

Bentuk gerbang masuk Masjid Kraton Kartasura bila diamati lebih teliti, bentuknya mirip dengan Masjid Agung Surakarta. Namun ukurannya lebih kecil dengan lebar gerbang sekitar tiga hingga empat meter saja. Gerbang Masjid Kraton Kartasura yang dicat dengan warna putih bercampur warna biru ini jauh menunjukkan kesan bahwa bangunan ini merupakan bangunan yang berusia ratusan tahun dan bukan merupakan bangunan peninggalan sejarah.

Memasuki gerbang Masjid Kraton Kartasura, saya langsung memasuki ke area serambi masjid. Tidak terdapat halaman antara masjid dengan gerbang yang terdapat tembok yang mengelilingi masjid. Sedikit aneh dan berbeda dengan peninggalan masjid Kraton Mataram sebelum ataupun sesudahnya. Saya kurang tahu apakah zaman dahulu, tata letak masjid ini terdapat halaman antara bangunan masjid dengan gerbang masuk. Karena saya menduga bentuk gerbang masuk masjid kraton sudah tidak asli lagi.

Memasuki serambi masjid, kondisinya sudah tidak terlihat seperti bangunan kuno karena sepertinya telah mengalami renovasi secara besar-besaran. Bagian lantai dan sebagian dinding sudah diganti serta dilapisi keramik berwarna putih. Tidak tampak ukiran khas kraton di dinding atau di tiang penyangga seperti yang biasa kita temui pada masjid-masjid tua peninggalan kraton.

Bagian langit-langit pun sudah ditutupi oleh kayu tripleks yang dicat berwarna putih. Bentuk pintu pemisah antara serambi masjid dengan ruangan dalam masjid yang digunakan untuk beribadah juga terlihat biasa. Seperti model pintu rumah yang dibangun pada era 70-80an, namun ada yang sedikit menarik di bagian atas pintu bagian tengah terdapat sebuah lambang kecil yang bertuliskan dengan huruf Jawa. Kesimpulannya saya menduga bangunan serambi ini pernah rubuh kemudian dibangun kembali pada beberapa puluh tahun kemudian dan mengalami beberapa kali renovasi.

Memasuki bagian dalam masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah, ukurannya cukup kecil. Jauh dari kesan kemegahan masjid agung yang biasa diperlihatkan oleh masjid-masjid yang pernah menjadi bagian dari kraton atau kerajaan. Tiang penyangga tengah masih terbuat dari kayu jati tua yang masih bagus kondisinya walaupun dinding yang melingkari sepertinya sudah mengalami renovasi dan bentuknya biasa tanpa ada kesan yang menarik.

Ruangan yang diperuntukkan untuk imam shalat tidak ditemukan adanya hiasan di tembok. Hiasan yang menunjukkan kemegahan ruangan shalat tidak diperlihatkan di masjid ini. Altar atau mimbar yang digunakan untuk ceramah saat shalat Jumat terlihat sudah diganti dengan yang baru. Tidak ada yang menarik dari tempat ini dan saya tidak menemukan penjaga masjid untuk bertanya lebih lanjut mengenai keberadaan masjid kraton Kartasura ini. Mungkin Masjid Kraton Kartasura sudah kehilangan citranya sebagai masjid kraton dan peninggalan bersejarah karena kondisinya hampir sudah tidak asli lagi. Namun setidaknya nasib masjid ini lebih terawat daripada Situs Petilasan Kraton Mataram Kartasura yang ada di dekatnya.

Kirim pendapat