Masjid Jami’ Belinyu, Masjid Tertua Di Ujung Utara Pulau Bangka

Masjid Jami’ Belinyu merupakan bangunan masjid tertua yang berada di ujung utara Pulau Bangka. Masjid ini dibangun pada tahun 1890 M dan diprakarsai oleh Muallim H. Toyeb asal Kesultanan Palembang Darussalam, para Habaib asal Kesultanan Palembang Darussalam salah satunya Habib Umar Al Bar, dan Habaib yang datang langsung dari Yaman (Semenanjung Arab) yakni Hadhdromaut Sayyid Abdurrohman Assahab.

Masjid Jami’ Belinyu terletak di kampung Tengah, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka, provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Annosmile Di Papan Nama Masjid Jami' Belinyu Bangka

Masjid Jami’ Belinyu merupakan bangunan cagar budaya yang berada di daerah Belinyu selain bekas bangunan Rumah Dinas Camat Belinyu. Beberapa aset bersejarah yang berada di sekitar masjid ini antara lain sepasang meriam kecil, mimbar khotbah, tulisan kaligrafi di dalam ruangan dan luar ruangan mesjid yang dibeli oleh almarhum H. Muhammad Nur, dan jam besar sumbangan dari keluarga keturunan Depati Amir yang tinggal di Belinyu orang tua dari H. Amsan JR

Masjid Jami’ Belinyu pada awal pembangunnya hanya berupa bangunan kecil berarsitektur melayu yang beralkulturasi dengan budaya China dan Arab. Masjid ini pertama kali dikelola oleh seseorang yang bernama Muallim Haji Toyyeb yang berdarah sayyid asal Kesultanan Palembang dan dilanjutkan oleh Haji Abdul Karim. Pemilihan ketua masjid dilakukan secara aklamasi dengan dasar memiliki kharismatik, mahir dalam keilmuan keislaman, dan berperan sebagai pemimpin agama di wilayah Belinyu. Pada awalnya masa jabatan ketua masjid tidak terbatas atau tidak memiliki batasan waktu. Namun sejak tahun 1980 hingga sekarang, ketua masjid yang menjabat memiliki masa jabatannya 3 (tiga) tahun. (text/foto: annosmile *dari berbagai sumber*)

Kirim pendapat