Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta

Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta merupakan bangunan masjid yang dibangun oleh Universitas Ahmad Dahlan dengan dana hibah dari Kerajaan Arab Saudi dan swadaya dari pihak UAD sendiri. Masjid ini berfungsi utama sebagai tempat ibadah shalat bagi para mahasiswa yang sedang menjalankan studi di kampus tersebut dan masyarakat umum. Arsitektur masjid ini terlihat megah dan unik dengan dua menara yang dibangun di samping kiri dan kanan masjid.

Masjid Islamic Center UAD terletak di Kampus Terpadu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jalan Ringroad Selatan Yogyakarta. Masjid ini memiliki daya tampung hingga 3000 jamaah dengan luas sekitar 1 (satu hektar) dan tinggi 40 meter.

Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta Dari Luar

Lokasi Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta berada di tepi Jalan Ringroad Selatan Yogyakarta tepatnya disebelah barat Pasar Induk Giwangan. Rute termudah ke masjid ini dari pusat kota Yogyakarta ke arah Jalan Imogiri Barat kemudian saat tiba di pesimpangan Jalan Ringroad Selatan Yogyakarta ambil ke arah kiri atau ke arah timur. Posisi masjid ini berada di sebelah kiri jalan sebelum Pasar Induk Giwangan dan perempatan lampu merah Terminal Giwangan dan Jalan Imogiri Timur.

Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta dibangun selama 16 bulan dengan dana 38,5 milyar rupiah. Masjid ini diresmikan pada tanggal 19 Juni 2015 oleh ketua umum PPM Muhammadiyah, Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA.

Pintu Masuk Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta

Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta berdiri megah dengan dua menara di sisi kanan dan kiri masjid. Masjid ini menggunakan arsitektur bergaya Mediterania namun lengkungan-lengkungan pintu, jendela dan mimbar dalam masjid tidak mengadopsi gaya Mediterania. Gaya Mediterania yang ada digabungkan dengan gaya minimalis berupa garis-garis jelas bangunan modern. Desain pembangunan masjid menggunakan konsep ramah lingkungan agar lebih selaras dengan alam.

Baca Juga  8 Tradisi Suro Di Gunungkidul

Kubah Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta berbahan galvalum keemasan yang dibangun saling melintang membuat setengah lingkaran dengan presisi yang sama. Kubah ini berongga dan hanya ditutup dengan kaca yang dihiasi ornamen bintang di bawahnya agar cahaya matahari bisa langsung masuk ke lantai 3 dan 2 masjid. Hal ini yang menjadi alasan mengapa pada siang hari tidak memerlukan cahaya dari lampu untuk menerangi ruangan di dalam masjid. Batu marmer yang terpasang berasal dari batu granit dari Itali, India, China dan Portugal. Sistem pencahayaan atau lampu menggunakan teknologi LED yang Go Green dan hemat daya listrik.

Ruangan Dalam Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta

Kedepannya Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta akan dikembangkan sebagai pusat layanan untuk masyarakat yang ingin konsultasi perihal agama, keluarga dan kajian fatwa tarjih. Pelaksanaannya tinggal menunggu waktu saja karena sedang dilakukan persiapan dan pematangan konsep. Selain itu kemegahan dan keunikan bangunan masjid ini menambah daftar bangunan masjid yang menarik dikunjungi di sekitar Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat