Masjid Damarjati, Masjid Tertua di Salatiga

Masjid Damarjati, Masjid Tertua di Salatiga
5 (100%) 1 vote

Mengelilingi kota Salatiga, tidak ubahnya seperti mengelilingi kota-kota yang lain. Tidak tampak keistimewaan yang tampak dari kota ini. Namun ketika kami menyusuri jalan-jalan kampung nan sempit dan banyak terdapat polisi tidur, ada sebuah bangunan yang cukup menarik bagi kami. Bangunan tersebut bernama Masjid Damarjati.

Masjid Damarjati terletak disebuah gang di Jalan Beringin, Krajan, Salatiga. Menurut informasi, Masjid Damarjati merupakan masjid tertua di Salatiga.

Tidak tampak kesan istimewa ketika melihat bangunan masjid Damarjati dari luar. yang sudah seperti bangunan baru Namun masjid ini merupakan cikal bakal sejarah penyebaran ajaran agama Islam di kota Salatiga. Masjid Damarjati merupakan masjid pertama dan tertua yang dibangun di Kota Salatiga.

Masjid Damarjati didirikan pada tahun 1826 oleh Ki Ronosetiko Laskar Pangeran Diponegoro yang dibantu oleh Kyai Damarjati.

Masjid Damarjati telah mengalami renovasi beberapa kali dan renovasi terbesar dibuat sebuah tetengger atau prasasti yang berisikan sekelumit sejarah dibangunnya Masjid Damarjati dan orang-orang yang berjasa menyelamatkan dan membangun kembali Masjid Damarjati yang hampir runtuh.

Dari luar bangunan masjid tidak tampak arsitektur yang menonjol pada Masjid Damarjati dan mirip seperti bangunan rumah biasa. Masjid ini tidak memiliki halaman dan dikelilingi oleh bangunan rumah dan berdiri di tepi jalan.

Proses pemugaran secara besar-besaran dilakukan pada tanggal 29 Desember 1978 dengan peletakan batu pertama oleh DAM REM 073 Makutoromo dan Muspida Kodim Salatiga.

Kondisi bagian dalam Masjid Damarjati juga seperti masjid-masjid yang baru saja dibangun namun tampak sederhana. Tidak ada ornamen-ornamen yang menghiasi di sekeliling masjid. Ruangan dalam masjid cukup sempit dan terdapat dua ruangan yang terpisah. Ukiran kayu yang biasa kita lihat pada masjid-masjid tua tidak tampak pada bangunan masjid Damarjati yang saat ini sudah didominasi oleh tembok beton.

Dinding masjid Damarjati telah dilapisi porselin dan karpet sebagai alas buat sholat yang  biasa kita temukan di masjid-masjid yang lain. Namun dibalik kesan yang biasa tersebut banyak orang tidak mengira bahwa cikal bakal sejarah penyebaran Agama Islam kota Salatiga bermula dari Masjid Damarjati ini. (text/foto: annosmile)

Ada 18 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mawi wijna:

    sayang bangunannya sudah nampak baru, tak lagi mencerminkan sebuah masjid yang dibangun tahun 1826 Masehi.

  2. sibair:

    mbok ya aku di ajak muter-muter kesalatiga toh mas anno ben ngerti wadon-wadon salatiga XD

  3. Winarto:

    Salatiga memang istimewa..I love Salatiga very much

  4. sarmi aryati:

    aku selalu cinta salatiga sampai kapanpun the best

  5. yudia marhendrasto:

    number one of the best salatiga city

  6. didut:

    karena rumah Simbah deket Salatiga jd tau banyak soal kota ini terutama Ting Tingnya =)) .. kl soal bangunan bersejarah kurang tau banyak 

  7. mursid:

    wah annosmile wes tobat..
    horeeeeeee..

    *mlipir*

  8. nurrahman:

    jarang mampir ke salatiga bro…dulu cuma sering lewat klo mo ke semarang :)

  9. Suke Asli Semarang:

    Salatiga paling beli oleh oleh atau nggak beli bakso saja… :)

  10. Bisnis Online:

    wuihh mantap … semoga dirawat terus

  11. Wandi Grup:

    Saya yakin banyak tempat yang istimewa mas di sana, misalnya bangunan tua peninggalan Belanda itu. Atawo mungkin sampean nyang kurang lama, tanya tukang becak pasti pada tahu mas daerah nyang istimewa.

  12. sepur:

    sebuah bangunan yang harus di rawat sebagai cagar budaya yang bisa diwariskan pada generasi mendatang

  13. ario saja:

    selain sebagai tempat ibadah, bisa juga sebagai cagar budaya

  14. aming:

    waw….kalau deket ane samperin tuh bro masjidnya….

  15. Berpikir Positif:

    selamat pagi mas Anno lama nggak datang kesini melihat photo indah anda

  16. mattwahyu:

    Membaca blog ini rasa2nya seperti ikut touring betulan, wonderfull TQ

  17. Didi Agenda:

    Banyak kota2 indah di Indonesia yg belum tereview, membaca blog ini rasanya …. sejuuuk

  18. CIWIR:

    dan…
    postingan ini adalah postingan tertua yang saya baca
    hahahaha (lmao)

Kirim pendapat