Masjid Agung Kauman Kajoran Klaten

Masjid Agung Kauman Kajoran Klaten
4 (80%) 1 vote

Masjid Agung Kauman Kajoran merupakan masjid peninggalan penyiar agama Islam di Klaten setelah periode Wali Songo. Masjid ini berusia ratusan tahun dan telah mengalami beberapakali perbaikan atau renovasi. Masjid ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya bersama dengan Makam Panembahan Rama yang letaknya cukup berdekatan.

Masjid Agung Kauman Kajoran terletak di dusun Kauman, desa Jimbung, kecamatan Kalikotes, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Lokasi Masjid Agung Kauman Kajoran berada di dekat Makam Panembahan Rama.  Rute menuju ke masjid ini dari kota Klaten menuju ke arah kota kecamatan Wedi. Dari pertigaan pasar Wedi ikuti jalan lurus kemudian belok ke kiri pada sebuah pertigaan kecil selatan pasar dan dekat dengan kantor PTPN. Ikuti jalan kecil tersebut sejauh 1 (satu) kilometer kemudian akan meneumui papan petunjuk arah menuju Makam Panembahan Rama dan Masjid Agung Kauman Kajoran. Ikuti petunjuk arah tersebut hingga tiba di lokasi masjid.

Masjid Agung Kauman Kajoran merupakan masjid peninggalan Panembahan Agung atau disebut juga Panembahan Maulana Mas. Panembahan Agung merupakan cikal bakal seluruh wangsa atau trah Kajoran di Pulau Jawa yang banyak menurunkan ulama ulama besar yang menyebar di seluruh nusantara. Menurut babad tanah Cirebon, beliau adalah murid dari Sunan Gunungjati (Gunung Jati) dan dikenal sebagai Sunan Kajoran. Beliau menikahi dua orang Putri Sunan Pandanaran II (Sunan Tembayat) yaitu Nyai Ageng Panembahan Agung dan Nyai Ageng Biting (bekas janda Ki Ageng Biting dari Pajang).

Masjid Agung Kauman Kajoran dibangun pada kisaran abad ke 16 Masehi saat beliau melakukan syiar agama Islam. Struktur bangunan Masjid Agung Kauman Kajoran sama seperti struktur masjid kuno di Jawa dimana memiliki kolam pensucian, serambi, dan bangunan inti masjid. Seluruh bangunan terbuat dari kayu kecuali dinding/tembok masjid dan lantai masjid.

Keunikan Masjid Agung Kauman Kajoran terletak pada pilar bangunan inti atau bangunan utama masjid. Pilar atau saka dalam bahasa Jawa yang berbahan kayu jati dilandasi oleh pondasi yang cukup tinggi dan tidak menggunakan umpak batu seperti masjid-masjid kuno yang lain. Bedug dan kentongan yang diletakkan di serambi masjid tidak diketahui apakah benda tersebut merupakan peninggalan sejarah atau berupa peralatan baru yang difungsikan untuk menggantikan yang lama. Fasilitas pendukung masjid lain seperti tempat berwudlu dengan kran dan kamar mandi dibangun di sisi utara dan sisi selatan masjid dan kondisinya masih sederhana atau belum direnovasi secara modern. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Masjid Agung Kauman Kajoran
Dusun Kauman, desa Jimbung, kecamatan Kalikotes, kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Kirim pendapat