Mangrove Bedul, Wisata Hutan Bakau Alas Purwo Banyuwangi

Mangrove Bedul atau bernama lain Ekowisata Hutan Mangrove Blok Bedul merupakan daya tarik wisata hutan mangrove atau bakau di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Kawasan ini dikembangkan sebagai obyek wisata oleh masyarakat sekitar bekerjasama dengan pengelola balai Taman Nasional Alas Purwo. Obyek wisata ini dikembangkan berbasis konservasi karena berada di dalam kawasan taman nasional dan kondisi lingkungannya dijaga sealami mungkin.

Hutan Mangrove Bedul terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dusun Bloksolo, RT 01, RW 02, desa Sumberasri, kecamatan Purwoharjo, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Gerbang Masuk Taman Nasional Alas Purwo Blok Bedul Banyuwangi

Lokasi Mangrove Bedul berada di selatan wilayah Banyuwangi tepatnya di Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo. Hutan mangrove ini diapit dua kawasan yaitu Pantai Grajagan di sisi barat dan Pantai Plengkung (terkenal dengan nama G-Land) di sisi timur. Rute menuju ke hutan mangrove ini dari pusat kota Banyuwangi ke arah selatan menuju Taman Nasional Alas Purwo. Selama perjalanan akan melewati Jalan Raya Banyuwangi-Jember, pertigaan Srono, Jalan Srono, Jalan Raya Grajagan, dan tiba di gerbang masuk Taman Nasional Alas Purwo dari Blok Bedul. Kondisi jalan dari pusat kota Banyuwangi hingga sekitar Srono cukup lebar namun mulai menyempit dan sedikit ketika memasuki jalur penghubung Srono-Grajagan hingga tiba di gerbang masuk taman nasional.

Gerbang Masuk Mangrove Bedul Banyuwangi

Mangrove Bedul berada di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Setail/Stail dan muara sungai yang dikenal dengan nama Segara Anakan Taman Nasional Alas Purwo. Hutan mangrove ini memiliki luas area 2.300 hektar yang memanjang sejauh 18 kilometer di tepi Segara Anakan Taman Nasional Alas Purwo. Luasnya area tersebut membuat kawasan ini menjadi hutan mangrove terbesar dan terluas di Pulau Jawa.  Seluruh tepian Segara Anakan pada sisi kiri dan kanan dipenuhi oleh beraneka jenis tanaman mangrove.  Ada sekitar 27 jenis tanaman mangrove yang tumbuh di kawasan ini dan terlengkap jenisnya di Indonesia. Fungsi utama hutan mangrove ini adalah untuk menahan abrasi air laut.

Baca Juga  Pondok Grape Madiun, Nikmatnya Kuliner Ikan Air Tawar

Hutan mangrove ini juga menjadi habitat aneka satwa seperti monyet, biawak, burung bangau, elang laut dan blibis. Bahkan pada bulan-bulan tertentu terdapat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia, di antaranya cekakak suci (Halcyon chloris/Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).

Jalan Setapak Membelah Kawasan Mangrove Bedul Banyuwangi

Pengunjung yang memasuki Mangrove Bedul dipersilakan mengelilingi kawasan mangrove dengan memperhatikan peraturan dan peringatan yang telah ditetapkan oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo dan masyarakat yang mengelola kawasan wisata. Jalan setapak yang dibangun membelah area hutan mangrove menuju ke tepian Segara Anakan. Jalan setapak tersebut sebagian merupakan jalan permanen yang terbuat dari semen cor dan sebagian lagi merupakan jembatan kayu yang berdiri diatas genangan air hutan bakau. Dari jalan inilah pengunjung dapat menikmati beraneka jenis tanaman bakau dan menjadi lokasi berfoto di tengah-tengah hutan bakau.

Ujung jembatan yang membelah kawasan Mangrove Bedul adalah Dermaga Bedul Utara yang menjadi dermaga perahu wisata yang diusahakan oleh warga sekitar. Jarak dari pintu masuk hutan mangrove hingga tiba di dermaga sejauh 300 meter. Pengunjung hutan mangrove dapat menaiki perahu tersebut untuk menuju ke seberang Segara Anakan dan berkeliling kawasan hutan mangrove dengan menyusuri tepian Segara Anakan. Untuk menuju ke seberang Segara Anakan atau ke Dermaga Bedul Selatan dengan menggunakan perahu tidak dipungut biaya alias gratis karena biayanya sudah ditarik saat membayar tiket masuk kawasan wisata. Sedangkan berkeliling kawasan hutan mangrove di tepian Segara Anakan terdaat tambahan biaya karena hal tersebut merupakan trip tambahan yang diusahakan oleh pemilik perahu.

Baca Juga  Jembatan Galau Dan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek

Salah Satu Jenis Mangrove Di Bedul Banyuwangi

Pemandangan saat menyurusi Segara Anakan mirip seperti Sungai Mahakam di Kalimantan bahkan Sungai Amazon di Amerika Selatan. Sebagian besar wisatawan yang terdiri dari wisatawan mancanegara dan domestik tidak melewatkan perjalanan mengelilingi kawasan Segara Anakan sebelum menuju ke seberang dermaga atau Dermaga Selatan Bedul. Pemandangan alam yang disajikan adalah luasnya Segara Anakan, seperti dua pulau yang terpisah, warna air kecoklatan, bermacam-macam tanaman bakau, dan kadang bonus melihat aktivitas para nelayan mencari ikan di kawasan Segara Anakanya.

Area seberang Segara Anakan atau Bedul Selatan masih kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang terdiri dari hutan mangrove di bagian tepi sungai, hutan tropis pada bagian tengah, dan area pantai pada sisi paling selatan. Ada 3 pantai yang dibuka menjadi kawasan wisata antara lain Pantai Marengan (dulu dikenal sebagai Pantai Bedul), Pantai Cungkur, dan Pantai Ngagelan. Pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan lingkungan membuang sampah ditempatnya atau membawa kembali sampah yang dibawa ke area parkir yang banyak disediakan tempat pembuangan sampah. Secara keseluruhan Mangrove Bedul cocok digunakan sebagai wisata jelajah alam dalam satu hari karena luasnya kawasan dan cukup banyak daya tarik wisata yang ditawarkan. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Hutan Mangrove Bedul
Taman Nasional Alas Purwo, dusun Bloksolo, desa Sumber Asri, kecamatan Purwoharjo, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 10.000,-
Parkir Motor: Rp 2.000,-
parkir Mobil: Rp 5.000,-
Penyebrangan Perahu: Rp 5.000,-
Sewa Perahu: Rp 70.000,-

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. ghilad:

    hemm…
    orang baru di jatim… gk tau mau jalan jalan k mna… kyanya di situ ok….

  2. bersapedahan:

    ternyata di alas purwo juga ada daerah hutan mangrove … baru tahu .. hehe

Kirim pendapat