Makam Tumenggung Sasrabahu Dan Kaitan Dengan Puro Pakualaman Yogyakarta

Makam Tumenggung Sasrabahu Dan Kaitan Dengan Puro Pakualaman Yogyakarta
2 (40%) 6 vote[s]

Makam Tumenggung Sasrabahu adalah sebuah kompleks makam kecil yang berada di tepi Jalan Gajah Mada Yogyakarta. Keberadaannya menjadi cagar budaya karena makam ini memiliki nilai sejarah dan semasa hidupnya tokoh tersebut memiliki kaitan dengan Kraton Puro Pakulaman Yogyakarta. Dari tepi jalan, Kompleks Makam Tumenggung Sasrabahu tidak seperti makam karena ditutupi tembok tinggi bercat warna putih dan tidak ada informasi papan nama makam.

Makam Tumenggung Sasrabahu (Sosrobahu) atau dengan nama kecil Raden Riyo Sasrabahu terletak di Jalan Gajah Mada No. 18, kelurahan Purwokinanti, kecamatan Pakualaman, kota Yogyakarta.

Makam Tumenggung Sasrabahu Yogyakarta Dari Tepi Jalan

Rumah tua yang menyatu dengan tembok makam tersebut diperkirakan merupakan rumah juru kunci makam. Namun seringkali saat lewat depan rumah tersebut, selalu tertutup rapat seperti dibiarkan kosong tanpa ada yang menghuninya. Beredar kabar bahwa makam tersebut angker sehingga tidak ada yang berani tinggal di rumah yang berdampingan dengan makam tersebut. Menurut informasi yang didapat, dalam kompleks makam Tumenggung Sasrabahu terdapat beberapa makam selain makam Tumenggung Sasrabahu sendiri. Makam lain diantaranya berupa makam istri Tumenggung Sasrabahu dan pengikutnya, Pangeran Nitipraja dan istri, dan makam abdi dalem Puro Pakualaman yaitu Eyang Mursid dan Eyang Yoga. Seluruh makam yang ada terdapat di dalam bangunan yang disebut cungkup.

Baca Juga  Puro Pakualaman

Dalam Sejarahnya Raden Riyo Sasrabahu atau Tumenggung Sasrabahu adalah tokoh yang merancang (arsitek) Bangsal Sewatama atau istana Puro Pakualaman. Bangsal ini merupakan bangunan utama dan paling menonjol saat seseorang memasuki kompleks istana Pakualaman dari depan atau gerbang utama. Bangsal ini terletak di bagian depan-tengah kompleks istana Paku Alaman. Bangunan bangsal ini seluruh kerangka, tiang, dan atap tersusun dari balok-balok kayu dan besi. Demikian juga dengan kerangka atapnya. Pada tahun 1867 Bangsal utama roboh akibat gempa besar dan kemudian dibangun kembali. Selanjutnya bangsal ini dikenal dengan nama Bangsal Sewatama. Bangsal Sewatama ini dikenal bergaya arsitektur, Gajah Njerum atau Semar Tinandu.

Bangunan Bangsal Sewatama dirancang dan dibangun  oleh seorang arsitek dari Puro Pakualaman sendiri yang bernama Raden Riyo Sosrobahu. Semula Raden Riyo Sosrobahu memiliki pangkat di Puro Pakualaman sebagai Wedana Kertipraja. Akan tetapi karena jasa-jasanya itu ia dinaikkan pangkatnya menjadi Bupati Anom. Sedangkan namanya yang semula Raden Sosropranoto kemudian berubah menjadi Raden Riyo Sosrobahu. Raden Riyo Sosrobahu dulu tinggal di kampung tidak jauh dari kompleks Pakualaman. Kompleks kampung itulah yang kemudian dikenal dengan nama Bausasran. Menurut catatan Pawiro Wijoyo, Raden Riyo Sosrobahu juga memiliki pangkat Kanjeng Raden Tumenggung sehingga ia dikenal pula dengan nama Tumenggung Sosrobahu. Dari cacatan tersebut pula Tumenggung Sosrobahu ini adalah orang Perancis yang megabdikan dirinya pada istana Paku Alaman (text: annosmile dari berbagai sumber)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Yudan Fahmie:

    Menarik nih tempat wisatanya, ingin kesana kalau jalan-jalan ke Yogyakarta :)

  2. EventJogja:

    salah satu lokasi bersejarah tetapi ternyata kurang dikenal ya :)

  3. adlan ali:

    lalu, seorang yg dikenal masyarakat Pomahan sbgai pendekar dgn nama sosrobahu, yg di makamkan di desa pomahan, kec baureno, kab bojonegoro, apkah msh punya hubungan kerabat dgn raden riyo juga? mohon infonya. trmksh
    -Adlan Ali 085811457199

Kirim pendapat