Makam Kyai Guna Mrica, Misteri Makam Di Tengah Terminal Bus Giwangan Yogyakarta

Makam Kyai Guna Mrica, Misteri Makam Di Tengah Terminal Bus Giwangan Yogyakarta
3.7 (73.33%) 3 vote[s]

Makam Kyai Guna Mrica merupakan komplek makam yang berada di tengah-tengah Terminal Bus Giwangan Yogyakarta. Makam ini tidak dipindah atau digusur karena Kyai Guna Mrica berpesan kepada para keturunannnya agar kuburannya tidak dipindah. Ketiadaan informasi yang jelas mengenai makam ini membuat sebagian orang mengkaitkan makam ini dengan misteri dan menyebutnya sebagai makam angker karena tidak digusur.

Makam Kyai Guna Mrica (Kyai Guno Mrico) terletak di kampung Mrican, kelurahan Giwangan, kecamatan Umbulharjo, kota Yogyakarta.

Lokasi Makam Kyai Guna Mrica berada di tengah-tengah area Terminal Bus Giwangan Yogyakarta yang berada di sisi selatan kota Yogyakarta dan langsung mengakses Jalan Ringroad Selatan. Rute menuju makam ini dari pusat kota Yogyakarta dengan memperhatikan petunjuk jalan menuju ke Terminal Giwangan melalui Jalan Imogiri Timur. Sesampai tiba di perempatan Terminal Giwangan-Ringroad Selatan, ambil jalan ke kiri atau ke arah timur hingga tiba di SPBU Giwangan. Ambil jalan ke kecil ke kiri atau arah utara menyusuri dinding Terminal Giwangan sisi timur. Posisi gerbang masuk Makam Kyai Guna Mrica berada di dinding terminal tersebut.

Gerbang masuk Makam Kyai Guna Mrica berada di sisi timur luar pagar Terminal Giwangan Yogyakarta ditandai dengan pintu pagar besi yang dapat dibuka kedua sisi. Pintu tersebut menuju ke terowongan bawah tanah yang merupakan satu-satunya akses menuju ke komplek pemakaman. Dari gerbang atau pintu masuk yang menghadap ke utara tersebut langsung disambut tangga turun kemudian belok ke kanan atau ke arah barat. Terowongan bawah tanah ini berada di bawah jalur keberangkatan bus antar kota antar provinsi. Sekitar 100 meter berselang, terdapat tangga naik dan pintu keluar dari bangunan terowongan. Gerbang keluar terowongan terdapat bangunan gerbang simbol naga yang merupakan candra sengkala. Setelah keluar dari gerbang langsung disambut dengan komplek pemakamam yang dikeliling pagar tinggi dan bangunan Terminal Giwangan tanpa ada celah. Dan memang benar, akses satu-satu menuju ke makam ini hanya dapat ditempuh dari lorong terowongan.

Baca Juga  Pengalaman Naik Lion Air Rute Jogja-Denpasar

Komplek Makam Kyai Guna Mrica merupakan komplek pemakaman umum yang saat ini masih digunakan oleh penduduk setempat dan ahli waris yang dimakamkan. Makam Kyai Guna Mrica berada di tengah-tengah makam ditandai dengan bangunan rumah permanen sederhana bercat hijau. Di dalam bangunan rumah bercat hijau tersebut terdapat 2 (dua) buah makam cungkup, satu makam di sisi barat adalah Makam Kyai Guna Mrica Yogyakarta dan satunya lagi di sisi timur adalah makam pengikut setianya. Pada sisi timur makam terdapat bangunan rumah kecil mirip cungkup yang kosong. Kosong tempat tersebut terdapat peninggalan batu lumpang. Namun saat ini keberadaannya sudah tidak ada karena telah diambil oleh seseorang. Menurut informasi batu lumpang tersebut dibawa ke daerah Mlangi Sleman. Sedangkan batu umpak yang diletakkan di belakang makam adalah batu umpak bekas bangunan cungkup Makam Kyai Guna Mrica lama sebelum dibongkar dan dibangun kembali menjadi bangunan yang saat ini dilihat.

Pada cerita babad Mataram Islam, Kyai Guna Mrica memiliki kaitan dengan Kerajaan Mataram Islam yang berkedudukan di Kotagede. Kerajaan Mataram Islam di Kotagede berdiri setelah menaklukkan kerajaan pendahulunya yaitu Kasultanan Pajang selanjutkan diterkan dengan penaklukan wilayah-wilayah di sekitar Jawa Timur. Setiap wilayah yang berhasil ditaklukkan, pasukan penakluk selalu memboyong perempuan perempuan rampasan untuk dipersembahkan ke raja atau sultan. Salah satu peran Kyai Guna Mrica terhadap kekuasaan kerajaan Mataram Islam Kotagede adalah dia mampu mempersembahkan seorang perempuan rampasan yang sulit diboyong. Kyai Guna Mrica dengan daya kekuatan linuwih mampu mendatangkan perempuan boyongan dalam keadaan tidur bersama tempat tidurnya ke Kraton Mataram Islam Kotagede.

Baca Juga  Belajar Sejarah di Museum Sonobudoyo

Kyai Guna Mrica diberi hadiah ole penguasa Mataram Islam saat itu sebuah kawasan yang kemudian beliau tempati yang sekarang diberinama kampung Mrican. Selain itu, Kyai Guna Mrica juga memperoleh kewenangan menjadi centheng atau benggol keamanan di Pasar Kotagede. Kyai Guna Mrica ketika wafat di makamkan di tengah-tengah area persawahan barat kampung Mrican yang termasuk wilayah Mrican. Sebelum meninggal, Kyai Guna Mrica berpesan kepada anak keturunannya agar kelak jangan kuburnya dipindah andaikata terjadi perkembangan jaman, karena suatu saat tanah di wilayah Mrican ini “akan jadi emas”.

Ramalan Kyai Guna Mrica memang benar-benar terjadi dan tanah disekitar makam menjadi mahal atau diistilahkan emas karena akan dibangun menjadi terminal bus baru menggantikan Terminal Bus Umbulharjo. Makam Kyai Guna Mrica tetap dipertahankan oleh pengembang dan dalam desain tata letak berada tepat di tengah-tengah kawasan terminal. Untuk mengurangi perhatian atau menutupi kesan keberadaan makam di tengah-tengah fasilitas publik, komplek makam dikelilingi tembok bangunan yang tinggi dan diberi pagar bambu hias untuk kamuflase. Akses menuju komplek makam dibangunkan terowongan dari luar sehingga tidak bercampur dengan penumpang atau pengunjung terminal. Pengunjung yang ingin berziarah ke Makam Kyai Guna Mrica disarankan untuk melapor kepada juru kunci makam terlebih dahulu dimana rumahnya berada tidak jauh dari gerbang makam. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Makam Kyai Guna Mrica
Kampung Mrican, kelurahan Giwangan, kecamatan Umbulharjo, kota

Kirim pendapat